
Setelah sekian lama akhiranya Aku bangkit dari suasana beku menuju musim semi.
Aku mulai menulis setiap kata dalam laptopku, ku tuangkan ide yang ada dalam otak.
"Kamu harus semangat", Merah menyemangati.
"Kamu pasti bisa, yakinlah Kamu adalah orang terpilih diantara jutaan orang"
"Hiks" Aku terisak. "Terimakasih".
Saling Berpelukan. "Aku akan membantumu, dengan apa yang bisa Aku bantu" Merah masih merangkul Vivi.
"Terimakasih" Masih dalam keadaan terisak.
"Ya Allah Alhamdulillah, segala puji dan syukur hanya milikMu, Kau Maha baik disaat Aku kesusahan Kau beri berkali-kali lipat Kemudahan" Vivi bersuara dalam hati.
Vivi mengabari dosen Akan bimbingan.
"Assaalmu'alikum...Buu saya Vii, hendak bimbingan dengan Ibu, terimakasih, Wassalamu'alaikum..."
Vivi mengklik send.
Pada layar ponsel terlihat ceklis dua.
Dosen mengetik, "Iya, silahkan"
"Terimakasih banyak buu" Vivi mengirim.
"Sama-sama" Dosen menjawab.
"Alhamdulillah Ya Allah, Alhamdulillah, Alhamdulillh"
Vivi tersenyum bahagia dengan mengucap syukur.
Vivi melanjutkan aktivitas. .
"Gimana, Dosen udah jawab, kapan bimbingan ?" Dengan wajah penasaran Abu.
"Alhamdulillah udah, besok bimbingan"
"Iyaa, kerjakan yaa?" Merah berlalu meninggalkan Vii.
"Kerjain Kaa !!!" Abu meledek tapi sebenarnya Dia perhatain.
"Iyaa, makasih yaa!!!"
Vivi mengerjakan Tugas Akhirnya.
.....
Jam menunjukkan pukul 03.30
"Kaa Vii, bangun, solat" Abu Menggoyang-goyangkan tangannya..
"Hmmm, Jam berapa inii", Tanya Vii. dengan tangan meraba-raba, untuk mencari telphon genggamnya.
Jam di Telephonnya menunjukkan 03.35.
Aduh, Astagfirullah, Vii kaget karena yang lain telah melaksanakan solat malam.
Vii bergegas kekamar mandi, buang air kecil, menggosok gigi, cuci muka, kemudian wudhu.
Vii mengenakan mukena, melaksanakan solat, kemudian berdoa, memohon ampun, memuji Allah, bersolawat kepada Rasulullah, meminta keselamata dunia dan akhirat bagi dirinya, keluarga dan muslimin muslimat di muka bumi, do'a kedua orang tua.
"Ya Allah Alhamudliah, Aku sudah bimbingan, lancarkan, kuatkan sabarkan, mampukan Ya Allah. Aamiin.
Adzan suhub berkumandang.
__ADS_1
Melaksanakan solat qobla.subuh, kemudian dilanjut solat fardu subuh berjamaah. Vii sebagai imam.
Vii memimpin solat. Salam, Do'a, Kemudian membaca Al Quran.
Mendengarkan ceramah pagi.
Pagi hari merupakan keadaan yang menghebohkan, Fasalnya, disaat yang beraamaan semua orang ingin membersihkan diri karena hendak berangkat bekerja.
Hingga akhirnya mengalah, Sambil menunggu giliran, Vii merapihkan baju kerjanya.
"Vii, katanya bimbingan, jam berapa, ?" Merah bertanya.
"Jam 10 nanti Aku ijin sebentar untuk bimbingan".
"Baik, semoga lancar,!!! Merah sesang berkutat dengan ga
Gedjetnya.
"Makasih".
Orange masuk kamar mandi "Aku dulu yaa kaa, kan lagi setrika"
"Iyaa, siapa bilang lagi macul." Sambil tangnnya bergerak kesana kemari untuk merapihkan baju.
"Jangan lamaa !!!. Sakrasnya.
"Hmm", jawab orange dalam kamar mandi, karena di kamar mandi dilarang berbicara dan bernyanyi, di kamar mandi tempatnya jin. Mulut kita tidak dapat menyaring bakteri sehingga bila kita membuka mulut maka bakteri akan langsung masuk. Subhanallah, Islam sungguh indah.
"Jangan marah, bagimu syurga." Magenta mengingatkan.
"Astagfirullah, Terimakasih." Aku tersadarkan.
"Sama-sama" Magenta menjawab.
Selekas selesai merapihkan baju, Orange juga telah keluar kamar mandi Vii masuk, membersihkan diri.
Selekas selesai kemudian keluar.
Tiba di kantor.
Melakukan rutinitas. Jam 9.30 tiba. Vii ijin ke atasan untuk melaksanakan bimbingan, atasan mengijinkan.
"Vii udah jam 9.30 katanya mau bimbingan, Ungu mengingatkan.
"Iyaa ini mau berangkat." Bersiap-siap memasukan laptop & cargernya kedalam tas.
"Semangat !!!" Ungu menyemangati.
"Pak, Saya ijin untuk bimbingan ke kampus sampai dzuhur ?!"
"Iya silahkan semoga lancar " Bapak memberikan senyum ramahnya.
"Terimakasih pak, Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh."
Setiap minggu Vii ke kampus untuk melaksanakan bimbingan, dosen dengan sabarnya dan kerendahan hatinya membimbing.
"Apa ada yang dibutuhkan?" Tanya Merah.
"Ada, Aku lagi cari di google, ternyata memang jarang"
Telah berbenah dan siap untuk pergi.
"Aku pergi cari dulu yaa !"
"Jangan sendiri, sudah di antar saja oleh Ungu."
__ADS_1
Merah melirik kepada ungu.
"Iya, Aku anterin aja." Ungu bersiap-siap.
"Tidak apa-apa, memangnya? Aku takutnya merepotkan." Vivi memasang wajah lucunya.
"Tidak apa-apa, bukankah sesama ummat kita harus saling tolong menolong." Tersenyum ke arah Vii.
"Baiklah, terimakasih." Vii tersenyum, "Alhamdulillah"
Vii dan Ungu ke supermarket membeli Bahan yang akan digunakan untuk penelitiannya.
"Gimana, udah cukup?" Tanya Ungu.
"Belum, tapi dimana lagi harus mencari, soalnya Tidak ada lagi."
"Ya sudah Kita pulang dulu saja."
Akhirnya mereka kembali ke tempat organisasi. Akan tetapi Vii masih bingung karena Dia belum memenuhi targetnya.
"Gimana?" Tanya para anggota yang disana.
"Alhamdulillah, ada tapi masih kurang." Vii terlihat lemas.
Hihi salah satu anggota organisasi juga salah satu senior di kantor, tanpa sepengetahuan Vii diam-diam bertanya kepada grup mengenai bahan yang dicari grup.
Para anggota memberi tahu bahwa ada bahan yang di cati tapi tempatnya jauh.
"Aku mau pulang dulu yaa, nanti ke Sini lagi" ijin Hiye.
"Vii ikut aja sama Hiye ke rumahnya, kebetulan menuju rumahnya ada bahan yang Kamu cari, Iya ka Hiye" melirik ke arah Hiye dan menganggukan kepala.
Hiye repleks mengangguka kepala. "Iya, Ayoo, nanti Aku antar mencari".
"Apakah tidak merepotkan?" Vii dalam hati berkata "Semoga Mau membantu Ya Allah".
Allah gerakkan orang-orang untuk membantu Vii.
"Iya tidak, Aku senang bisa membantu."
"Alamdulillah" Vii memegang dada kiri di luar jantung.
Allah Maha Baik, Karena di setiap kesulitan bersama kemudahan.
Akhirnya mereka berangkat kerumah Hiye. "Kita carinya sepulang dari rumahaku yaa, soalnya masih keburu"
"Baiklah, makaaih yaa"
"Iyaa, sama-sama"
Akhirnya tiba di rumah Hiye, membawa apa yang dibutuhkan, kemudian menuju toko tempat menjual bahan uang Vii butuhkan.
Ketika masuk toko, dan mancari mereka menemukan, senyum sumringah terpancar pada bibirnya yang mengulas senyum, matanya yang memancarkan aura kebahagiaa.
Mereka saling menatao, dan mengangguk.
"Aku tunggu di luar yaa, Hiye berjalan keluar, sementara Vii membeli bahan yang Dia butuhkan dengan terus berucap syukur dalam hatinya. "Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah."
"Gimana, sudah terpenuhi kebutuhannya?" Alhamdulillah Yaa" .
"Iya, Alhamdulillah, Jazakillah khair yaa (semoga Allah membalas semua kebaikannMu) Aamiin, Waiyaki, yu naik.
Akhirnya pencarian panjang mereka membuahkan hasil.
Dalam perjalannaya Vii memetik sebuah hikmah.
Bahwa
__ADS_1
Allah akan membalas sesuai dengan ikhtiar hambanya, bahwa Hasil tidak menghianati proses.
Aku tidak pernah berbuat baik kepada mereka. Mereka Berbuat baik karena Allah yang menggerakkan meraka untuk berbuat baik.