
"Tek...tek....tek....."
Suara ketikan kyeboard terdengan bertautan
Pagi itu Vii memfokuskan diri dengan tangan yang mengetikkan kata per kata di sebuah laptop yang setia menemani, secangkir madu hangat serta pancake.
"Srek...srek...srek..."
Suara kertas yang di buka satu persatu, berharap memberi pencerahan untuk menambahkan ide untuk melengkapi kekurangan bahkan mungkin memberi kelebihan agar memenuhi standar.
"Dret...dret...dret..."
Vee masih memfokuskan dirinya dengan tumpukan pemikiran yang bergelimut.
Telphon kembali bergetar.
"dret....dret....dret."
Suara deringan telphon berbunyi seakan memecah kesunyian yang telah tercipta seiring waktu yang telah berlalu.
Vii menoleh, dengan segera mengangkat telphon serta menggeser layarnya untuk menjawab telphon.
"Assalamu'alaikum...."
"Ya Allah gimana ini, Aku terlalu fokus sehingga baru mengangkat", suara jantung Vii bergemuruh.
" Dag...dig...dug...dag...dig...dug..."
"Wa'alaikumussalam"
"Kemana saja, kenapa baru di angkat?"
Tanya seseorang di sebrang sana.
"Maaf buu, sedang mengerjakan."
Dengan masih sedikit nada senang bercampur takut.
"Iya, bagus, Ayoo Kita bimbingan."
Dengan nadanya yang tegas namun baik.
"Baik buu"
Jawab Vii.
"Kamu sedang di mana?"
__ADS_1
"Di rumah buu"
"Iya, Kamu jangan keluyuran gak ngerjain Skripsi, Vii Vii Kamu memang ada ada saja."
"Aduh, Saya jadi lupa" sarkasnya.
"Ingat buu" Dalam hati Vii.
"Lihat Kenapa Kamu memilih judul ini?"
"Karena berdasarkan hasil pengalaman lapangan siswa membutuhkan media tersebut, dan juga berdasarkan perkembangan jaman saat ini, siswa lebih menyukai video bergambar yang menarik dan juga unik, sehingga saya memilih judul tersebut."
"Baik...Ibu dosen menagguk" Karena saat ini mereka melakukan Bimbingan melalui Video Call.
"Media apa yang akan Kamu gunakan?"
Tanya Ibu dosen lagi
"Media yang akan saya gunakan berupa video pembelajaran tiga dimensi."
Dan berbagai macam pertanyaan lainnya, Vii dapat menjawab dengan lancar, karena Vii telah mengetahui akan seperti apa skripsi yang akan ia buat.
"Baik..., lanjutkan dan perbaiki bagian yang telah Saya beritahu, minggu depan harus sudah selesai."
"Baik buu, terimakasih banyak,"
"Iyaa, sama-sama. semangat Kamu pasti bisa, Saya akan kirimkan lagi contoh dari Kakak tingkatmu."
"Baik buu, terimakasih banyak."
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh..."
"Bip"
Bunyi yang menandakan panggilan telphon telah terputus.
"Ya Allah Alhamdulillah....Alhamdulillah...Alhamdulillah.."
Tidak henti-hentinya Vii mengucap syukur.
"Tapi maluuu karena lama angkat telphonnya".
Vii menutup wajah dengan kedua tangannya.
"Semangat Vii, you can do it, la haula wala quwwata illa billah, hamasah hamasah hamasah, bismillah !!!"
__ADS_1
Menyemangati dirinya sendiri dengan mengepalkan tangan tanda semangat.
Membenahi posisi duduknya untuk kembali melanjutkan Skripsinya.
"Tek...tek...tek..."
Suara jam dinding yang terdengar menggema serta suara ketikan kyboard yang setia menemani.
"Allahuakbar....Allahuakbar..."
Suara Adzan menandakan waktu sholat duzhur telah tiba.
Vii bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat.
Vii berdo'a dengan khusyu dengan tangan yang bersimpuh agar diberi kemudahan dalam mengerjakan skripsi, diberikan taufik dan hidayah agar dibukakan jalan-jalan kecerdasaan, diberi kasih sayang dan kelembutan dari para dosen pembimbing, diberi kesabaran dan kekuatan dalam mengerjakan.
Setelah selesai mengerjakan sholat Vii bergegas ke dapur, mencari setumpuk nasi, dan lauk pauk, untuk menambah energi dalam mengerjakan skripsi.
Menikmati makan sambil melihat pemandangan sunggu "Nikmat mana lagi yang kau dustakan", sepenggal ayat dari surat Ar Rahman yang diulang ulang.
"Wush...wush...wush...."
Suara daun yang terkena terpaan angin.
"Cit...cit...cit"
Suara Burung yang bertengger pada sebatang dahan dari sebuah pohon yang menjulang.
Langit biru serta awan putih yang bergerak seirama, Langit yang begitu cerah.
"Semoga hati dan fikiranku secerah hari ini, aamiin."
Do'a Vii di kala siang ini.
Berbagai jenis bunga dengan warna dan aroma tumbuhan yang menyeruak masuk ke hidung Vii membuat seorang Vii merasakan kesegaran dan keharuman serta membuat tarikan nafas menjadi sangat berarti. Dihirupnya secara perlahan lalu dihempaskannya...
"hemm..Huuuuh"
"Ya Allah Alhamdulillah, masih bisa menikmati menjadi mahasiswa, dapat menghirup dan masih dapat melihat.
"Sungguh anugerah yang luar biasa".
"Ketakutan, dan ketidak percaya diri membuat suatu amanah menjadi berat, Namun setelah menjalani, masyaAllah ternyata bukan amanah yang berat tapi ketidak percayaan diri yang berat."
"Yang sulit bukan memulai atau mengakhiri, tapi mempertahankan dan mempertanggung jawabkan atas setiap keputusan yang di ambil."
"Berjalan seperti kura-kura "pelan tapi konsisten lebih baik dari pada berlari seperti kelinci lalu beristirahat dan akhirnya tertinggal."
__ADS_1