
Sekolah menengah atas merupakan masa dimana peralihan dari remaja awal menuju remaja akhir dan awal dewasa.
Aku baru saja lulus sekolah menengah pertama.
Aku mendaftar di salah satu sekolah negeri di daerahku .
Aku berangkat menggunakan transfortasi umum, kereta.
Aku ditemani oleh Ayahku.
Perjalanan terasa mendebarkan.
Persyaratan telah aku persiapkan, hingga tiba di tempat tujuan.
Aku beserta pendaftar lainnya ditemani oleh pihak sekolah untuk berkeliling mengenal sekolah yang nanti akan aku tempati.
Beberapa peralatan praktek lengkap dan membuat aku takjub.
Tiba saatnya tes dilaksanakan.
Satu persatu melaksanakan tes kesehatan, setelah sebelumnya pengumpulan berkas.
Para pendaftar menunggu hingga tiba saatnya pengumuman siapa yang lolos dan tidak.
Aku merasa khawatir dan was-was.
Aku sangat berharap aku lulus.
Pengumuman pun tiba.
Aku diberi sebuah amplop berisikan surat lulus tidak nya aku diterima.
Peserta lain yg ditemani para orang tua mereka, tersenyum bahagia karena diterima di sekolah tersebut, namun ada juga gak sedih karena tidak diterima.
Aku buka amplop yang ada pada tanganku dan aku begitu terkejut dengan hasilnya.
...mohon maaf tidak lulus..
Setiap peserta yang tidak lulus diberi pernyataan Lulus di sekolah swasta.
Jantung berdegup kencang, dada terasa sesak, tak percaya dengan hasil yang aku peroleh.
"Apakah tidak lulus?" tanya Ayahku
"Iya" jawabku pelan
Ayahku berusaha menenangkanku...
Aku pulang dengan tangan kosong, berusaha menenangkan diri dan hati bahwa aku bisa diterima disekolah lain.
Aku pesimis,,, karena sekolah negeri sudah di tutup.
Aku mencari informasi dan ternyata masih ada sekolah yang masih membuka pendaftaran.
Aku datang ke sekolah ditemani ayahku, mengantri dan akhirnya diterima.
Hari-hari ku lewati....
Tiba saatnya Masa Orientasi Peserta Didik Baru...
Hari pertama sekolah, Aku memakai atribut lengkap sesuai intruksi osis panitia pelaksana Masa Orientasi Sekolah (MOS)
Seperti kebanyakan... diadakan upacara pembukaan MOS... balon terbang ke langit... banyak balon di udara tidak hanya sekolahku tapi juga sekolah lain melaksanakan MOS di hari yang sama ...
Kaka kelas menampilkan organisasi sebagai penyambutan adik kelas baru & untuk merekrut menjadi anggota organisasi yang telah ada.
Penampilan dari setiap organisasi yang ada di sekolah begitu serius, ketika ada penampilan yang memukai menurut peserta didik baru mereka bersorak dan bertepuk tangan.
"Uuuuuuu" prok prok prok suara sorak dan tepuk tangan terdengar riuh.
Setiap siswa dibagi kedalam beberapa gugus, dalam satu gugus terdapat beberapa jurusan.
Setiap panitia Osis dan gabungan dari beberapa organisasi melaksanakan, membimbing adik kelas dengan baik...
Tiba saatnya akhir dari MOS.
Setiap peserta didik baru harus menulis surat cinta pada kakak tingkat ..
Aku telah memperhatikan kakak tingkat anggota osis sejak kegiatan MOS...
__ADS_1
Ruel namanya dia memiliki ketinggian diatas ku, berperawakan cukup, berambut kriting, baik hati, dingin.
"Aduh si kaka teh meni ganteng, baik juga, cool" Vivi berbicara dalam hati
Akhirnya kesempatan tiba...
Vivi menulis surat cinta kepada Ruel...
"Kaka terimakasih banyak, aku merupakan salah satu penggemar kaka" begitulah yang Vivi tulis.
"Kumpulkan surat cinta kalian" intruksi Kaka panitia.
Setelah dikumpulkan ternyata banyak yang menulis surat cinta untuk Ruel.
"Wah ternyata banyak yang ngefans sama ruel, hehe" Vivi bergumam dalam hati.
Vivi melakukan cinta dalam diam.
Vivi berselancar di dunia manya untuk melihat di facebak terkait Ruel.
Vivi sampai menangis karena kagum kepada Ruel...
Sang Kaka tingkat tapi beda jurusan.
Hingga tiba saatnya ditengah malam.
Nuuud...Nuuud...Nuuud,, hp Vivi bergetar
pada layar nampak no tak dikenal...
"Siapa ini, ko nelphon Aku, angkat jangan ya, Aku angkat deh siapa tau penting" ucap Vivi
Vivi mengangkat hp.
Sang penelphon : "Halo?".
Vivi : "Halo".
Vivi : "Siapa ini?" dengan isi kepalanya penuh tanya.
Ruel : "Ini Ruel".
Vivi : menjauhkan telphon "Ruel, aduh jantung aku dag dig dug gini" ucap vivi pelan sambil menjauhkan hp dari telinganya.
Vivi : "Iya, hah ko dia tau nomor aku dari siapa, mimpi apa aku semalam" Vivi bermonolog.
Ruel : "Kamu sedang apa?"
Vivi : "Sedang kegiatan"
Ruel : "Apa kabar?"
Vivi : "Baik"
Itu adalah percakapan terkahir dan pertama antara Vivi dan Ruel
Vivi beberapa kali melihat & berpapasan dengan Ruel, tentu saja mereka pernah bertemu karena satu sekolah.
Vivi bersikap biasa meskipun dalam hatinya bergemuruh...hingga rasa itu hilang...rasa kagum dalam diam Vivi berakhir.
Tahun pertama aku masuk organisasi english club... tapi aku tetap tidak bisa bahasa inggris hehe...
Tahun kedua aku memutuskan memasuki organisasi keagamaan hingga di tahun ketiga aku sekolah....
Organisasi yang aku ikuti dilaksanakan di jam istirahat atau selepas pulang sekolah....
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan seperti pada sekolah kejuruan pada umumnya yaitu teori & praktek ....
Tahun kedua....
Vivi melihat seorang laki-laki beda jurusan... berwajah tampan, organisasi tekwondo, suka bercanda dengan temannya (humoris).
"Ih tuh orang so kepedean banget, so ganteng, dan deket lagi sama temen-temen ceweknya" Vivi bermonolog dengan nada tak suka.
Waktu berganti dia sering melihat laki-laki itu telah membuat vivi terkesima, dan kagum dalam diam.
"Sekolah kita akan menjadi perwakilan padus untuk kegiatan ulang tahun kemerdekaan negara, untuk siswa yang ingin ikut silahkan daftarkan diri" Ucap Guru saat pengumuman di upacara bendera.
"Hey ada seleksi padus, siapa yg mau ikut?" ucap ketua kelas.
__ADS_1
"Gak ah, ucap hampir seluruh teman sekelas.
"Ada seleksi padus, Aku ingin ikut sih, tapi aku tidak percaya diri, tapi Aku ingin,, aaaduuuh bingung aku" dari dalam suara hati Vivi berkecambuk.
Setelah banyak berfikir Vivi memutuskan untuk ikut...
Dalam ruangan seleksi ...
"Silahkan nyanyikan satu buah lagu, bagian ref nya saja" ucap juri yang kebetulan guru sekolah tempat ku berada
Vivi menyanyikan lagu dengan lantang dan percaya diri
Pengumuman tiba...
Vivi dinyatakan lulus. Dia kegirangan, dan terus menyunggingkan senyumya.
"Kamu kenapa senyum-senyum?" Tanya Ida
"Aku lulus padus" Jawab Vivi
"Ooh... dikira kenapa, selamat yaaa" Ucap ida sambil tersenyum
Setiap siswa yang lulus diharuskan latihan. Spulang sekolah yang di bimbing oleh guru muda.
"Hey kamu Vivi kan", tanya siswa laki-laki yang vivi kagumi.
"Iya" jawab Vivi, "ko dia tau nama aku ya" Vivi
bergumam dalam hati.
"Kamu ikut juga padus?" tanya laki-laki.
"Iya" jawab Vivi, Aduh ada dia lagi, maluuu suara aku gak bagus, tapi seneng bisa liat dia setiap hari, heheh, dia baik ternyata" Vivi bergumam dalam hati.
Vivi menjalani latihan dengan serius.
Tidak hanya olah vokal yg dilatih tapi olah fisik juga dilakukan dalam persiapan padus ini
"Saya akan mencontohkan kalian ulangi setelah saya" Ucap sang pelatih alias guru
"doo ree mii faa soo laa sii doo" ucap pelatih
dan diikuti oleh para peserta
"doo sii laa sii faa soo laa sii doo".
ucap pelatih
dan diikuti oleh para peserta
Akhirnya hari kemerdekaan tiba
akan tetapi ada pengumuman mengejutkan dimana perlombaan tidak diadakan.
SMK kami tidak menjadi perwakilan.
Yang artinya hari kebersamaan dalam latihan padus Vivi bersama geberannya hilang.
Sepulang sekolah. Di gerbang pintu masuk sekolah. Vivi bercengkrama dengan teman-teman beda jurusan.
"Vivi...mau gak kamu jadi pacar aku?" tanya dia.
"Aku gak akan pacaran, dalam agamaku tidak ada pacaran" Ucap Vivi
"Aa-apaan dia nembak aku di tengah jalan, beneran gak sih, apa bercanda, aduh dag dig dug aku" Vivi bergumam dalam hati
"Ya udah kamu mau gak jadi istri aku, nikah sama aku?" tanya dia.
Teman-teman sekelasanya diam, mereka tidak menyangkan dengan apa yang mereka lihat termasuk aku.
Aku tak menjawab pertanyaan nya. Dia berlalu begitu saja. Begitupun aku.
Aku sebenernya suka gimana gitu saat melihat dia begitu akbar dengan teman sekelasnya yang wanita.
Masa Tiga tahun berkahir begitupun kisah kemaguman Vivi pada kaka tingkat dan teman laki-laki beda jurusannya itu...
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Makasih yaa bagi pembaca semua ❤
__ADS_1
Maaf yaa aku masih amatiran
Kalo ada tipo, itu bukan tipo tapi sengaja di pelesetin,, hehe