
"Dret....dret....dret...." hingga tiga panggilan suara tidak terjawab. Suara denting gawai berdering namun sang pemilik entah di mana gerangan.
"Srek.....srek.....srek..." terdengar suara dari halaman samping rumah yang asri dan sederhana.
Seorang wanita dengan jilbab panjangnya sedang mengaduk tanah, sekam bakar, dan pupuk (perbandingan 1: 1: 1) dengan menggunakan sekop hendak mebuat media tanam untuk tanaman rempah yang baru ia beli.
Kegiatan yang Vii lakukan membuatnya fokus hingga tidak mendengar suara gawainya berbunyi, karena memang diatur dalam mode getar.
"Cangkul - cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung di kebun kita, ambil pangkurmu ambil cangkulmu, kita menanam tak jemu-jemu" Vii mendendangkan lagu sambil memasukkan media tanam yang sudah jadi ke dalam pot-pot.
Vii menanam peper mint, seledri, dan daun bawang. Memasukkan media tanam sampai batas bibir pot, sedikit menekannya agar sedikit padat. Membuat lubang tanam dengan ujung sekop kecilnya, memasukkan secara perlahan bibit tanaman, menutupnya, kemudian menekannya dan memberinya air, hingga tanah lembab.
Menatanya di tempat yang teduh, namun masih bisa ditembus cahaya matahari. Mencuci tangan dengan sabun, kemudian bergegas ke kamar. Mengecek sekeliling dan mengambil gawainya.
Dilihatnya, ada tiga panggilan tidak terjawab. "Nud....nud....nud..." Vii memanggil kembali sang penelephon.
"Ceklek" menandakan sudah dijawab. "Assalamu'alaikum......"
Ucap Vii, "Wa'alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh."
Jawab dari seberang sana.
__ADS_1
"Bagaimana kabarnya? Sehat" tanya Vii, "Alhamdulillah", Vii bagaimana kabarnya?"
"Alhamdulillah, bagaimana, apakah ada sesuatu?" tanya Vii penasaran.
"Ia, terkait hal yang telah Kita diskusikan, Kamu harus siap dengan hasilnya !!!"
"Baiklah, insyaAllah, Aku siap", jawab Vii
"Ya Allah tegarkan Aku, untuk menghadapi kenyataaan yang ada, aamiin, Vii bermonolog"
"Baik, sepertinya tidak bisa berlanjut, karena kalian sama-sama, dengan keputusan masing-masing, Kamu ingin secepatnya, sedangkan Ia tidak bisa dalam waktu dekat, Ia butuh waktu lebih lama."
"Baik, jawab Vii"
"Aku yakin Ada yang lebih baik untuk Aku, dan Terbaik untuk Ia", aamiin" Do'a Vii dalam hati.
"Vii kamu masih di sana?" Tanya merah
"Ia, Aku masih di sini" Jawab Vii
"Ok, pekan depan ada acara ke Jepang." Bagaimana apakah Kamu bisa ikut? sebaiknya Kamu ikut !!! mungkin disana Kamu bisa mendapatkan inspirasi terkait skripsi Kamu".
__ADS_1
"Ok, akan Aku fikirkan, Karena ini sudah kesempatan terakhir Aku untuk menyelesaikan studi, Aku ingin menikah, tapi Aku belum bisa karena masih ada amanah yang harus Aku selesaikan."
"Ok, Ok, Kamu jangan fokus ke nikah, Ok Kamu harus fokus menyelesaikam apa-apa yang belum selesai, terkait jodoh serahkan semuanya kepada Allah!" nasehatnya.
"InsyaAllah, Jawab Vii."
"Terkait keberangkatan Kita ke Jepang, Aku tunggu info darimu, secepatnya !!!"
"Ok, ok" Jawab Vii.
"Sampai disini dulu yaa, Assalamu'alaikum....." pamitnya.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahisabarakatuh...." Jawab Vii.
"Ceklek". tanda panggilan berkahir.
"Ya Allah ingin sekali pergi ke Jepang namun, bagaimana dengan amanahku, Ya Allah ijinkan Aku untuk ke Jepang, dan semoga Sepulang Ke Jepang fikirannya tercerahkan, aamiin.
"Hitung-hitung rihlah, melepaskan fikiran yang tertumpuk karena meskipun Aku ikhlas namun, ada rasa yang tertinggal dan itu tidak tahu apa.
"Aku bermimpi bahwa tahun ini Aku memiliki pasangan, akan tetapi sepertinya itu bagaikan mimpi di siang bolong"
__ADS_1
Sepenggal rasa yang tertinggal, membuat Aku takut dan kurang percaya diri untuk melangkah ke jenjang yang lebih jauh dengan ikhwan manapun. Namun, Aku sadar bahwa itu salah, dan Aku yakin perlahan Aku bisa untuk menemukan kandidat baru.