Cinta Kepentok Skripsi

Cinta Kepentok Skripsi
Bosan


__ADS_3

Hiruk pikuk kehidupan terus berlanjut, takkan mungkin bisa dibentikan.


Meskipun kadang bosan dan sering diam.


Pikiran sering tak karuan jika jauh dari Tuhan.


Oh sungguh membosankan jika pikiran hanya tentang jodoh yang tak kunjung datang.


Sering kali intropeksi diri, barangkali diri ini masih belum pantas mendapatkan tambatan hati.


Pernah ku dengar sekali


Sang kiyai memberi nasihat diri


Bahwa Allah ingin kamu menikmati semua anugerahnya, dengan kesendirian.


Istigfar *astagfirullah* menyesali segala dosa, dan kesalahan yang terjadi.


Tahmid *Subhanallah* Maha Suci Allah, diri yang masih banyak kesalahan


Hamdalah *alhamdulillah* bersyukur atas nikmat dari Allah yang tiada tak terbilang.


Takbir *Allahuakbar* Maha besar Allah dari segalanya, menciptakan hati agar berbesar hati menerima segala takdir dan ketetapannya.


Menyempurnakan separuh agama adalah harapan yang Aku dambakan meskipun keadaan sekitar seringkali membuatku goyah, tapi sunnah rasullah yang Aku kejar. Yang menjadi penguat Aku akan harapanku.


Separuh Agama yang bukan hanya di dunia tapi juga diakhirat kelak.

__ADS_1


Dunia hanyalah senda gurau, akhirat kekal abadi selamanya.


Seringkali terlintas dalam benak, untuk berhenti sejenak, berhenti untuk berjuang demi skripsi yang cukup melelahkan, dan membosankan serta jodoh yang tak kunjung datang.


Tapi Ku ingat lagi perjuangan awal, dan juga keberuntungan yang datang kepadaku, dari sekian banyak orang, Allah memilihku untuk memikul amanah ini.


Jodohku terpentok skripsi yang harusnya Aku selesikan dalam empat tahun, Aku mengundurnya menjadi tujuh tahun. Dan mungkin belum ada yang berani datang.


Berbagai dukungan sering ku dapatkan, hingga Aku terjun dalam dunia pekerjaan, dan Aku bisa menginjakkan kakiku di Negara yang begitu Aku impikan.


Entah ini Ujian atau justru cobaan karena diriKu yang masih banyak kekurangan. Dan itu juga menjadi salah satu alasan hingga Aku belum bisa dapat pasangan.


Menunda bukan sebuah keinginan, tapi ketidakberanian dan kurangnya rasa puas akan sebuah karya, sehingga menjadi alasan.


Pergi ke Negara impian membuat Aku tercerahkan, mendorongku bergerak maju, dan tidak menyerah hingga Aku lulus.


Tiba hari yang begitu mendebarkan, mengharukan, sedih sekaligus membahagiakan.


Segala persiapan dilakukan demi tercapainya presentasi yang memuaskan.


Ku awali dengan bismillah dan salam, diakhiri dengan salam dan hamdalah.


Sang ketua jurusan memberiku semangat untuk berjuang di dunia nyata yang sesungguhnya. Rasa terimakasih rasanya masih tak cukup ku haturkan. Tapi Aku yakin Allah akan memberikan balasan terbaik kepada yang telah mendukung Ku berjuang hingga kelulusan.


Aku yakin bahwa Jodoh, maut, rezeki sudah Allah tentukan waktunya, hanya saja Aku harus menjalani kehidupan dengan ikhlas, sabar dan tawakal.


Bosan merupakan hal yang wajar, karena manusia Allah cipatakan dengan emosi. Sehingga tugas manusia yaitu mengelola emosi, menjadi emosi yang positif.

__ADS_1


Kegiatan positif akan menghilangkan kebosanan. Hingga Setelah Aku mengalami kebosanan, Aku bekerja sehingga rasa bosan yang Aku alami hilang, berganti dengan kesibukan, Alhamdulillah.


Kerjaaan demi pekerjaan Aku lakukan, hingga Aku tiba di negara yang penuh dengan kejutan, warna kehidupan, sejuk dan penuh pemandangan.


.


.


.


.


terimamasih banyak untuk para pembaca, maa karena lama tidak up, sudah dijelaskan di awal bahwa akan lambat dalam update karena tidak ingin terburu-buru...


.


.


.


terimakasih yang sudah klik tombol favorit, like dan koment.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2