Cinta Kepentok Skripsi

Cinta Kepentok Skripsi
Rumit


__ADS_3

Kesibukan akan mengalihkan masalah lama kepada permasalahan baru.


Terlalu terpaku terhadap masalah sehingga lupa akan solusi.


Mencari kesana kemari, padahal jawabannya sudah pasti yaitu dari sang Maha Ilahi, Tuhan seluruh alam, Tuhan yang mencipatakan berbagai solusi, Namun diri seringkali mengingkari, bahkan lari.


Hari demi hari terlewati dengan kesibukan yang tiada henti.


Mencoba menghibur diri dengan sesuatu yang tak pasti.


Padahal penghibur diri adalah dengan membaca, mentadaburi, dan mengamalkan, yaitu kitab suci Al-Quran penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.


Tak akan ada yang bisa menodai karena murni dari sang Maha Ilahi.


Kata-kata yang Vii dapatkan dari buku yang telah dibacanya.


Srek. Vii menutup bukunya, berbaring di kasur dengan sedikit merenung. Ya Allah. Vii mengela nafas, "huh" terdengar lembut namun berat.


"Kenapa sih Kamu bisanya hanya menyuruh, Aku sudah lelah pulang bekerja, Kamu enak-enakan".


Suara Mom yang terdengar antara marah dan sesak.


"Kamu itu laki-laki kepala rumah tangga".


Suara Mom masih mendominasi.


"Aku juga bekerja keras, banting kayu, tapi dulu".


Dad bersuara


Meskipun bertengkar tapi terdengar lucu.


"Sudah ku katakan Aku tidak kuat lagi, Cukup, Aku tidak sanggup".


Mom masih marah, namun tetap melakukan tugasnya sebagai seorang istri.


"Baiklah, Cukup"


Dad berbicara pelan


"Aku akan mengambilnya sendiri."

__ADS_1


Mengambil barang yang Dad butuhkan.


Terdengar sayup-sayup suara pertengkaran antara Dad and Mom Vii, karena kamar Vii tidak memakai peredam suara.


"Ya Allah, sungguh Kuatkan Aku menerima semua takdir yang Aku hadapi, bersabar dan kuat agar bisa melewati setiap cobaan yang datang".


Butiran Air bening berjatuhan, di kedua mata Vii.


Menangis dalam diam, agar tak ada suara yang keluar.


Sesak dalam dada, serta tetesan ingus yang tak terbendung, Ingin membuangnya tapi khawatir mengeluarkan suara.


Tak berani banyak bicara, karena apalah daya.


Akhirnya bajulah yang jadi sasarnnya. Mencoba untuk berhenti, namun tak bisa.


Vii tak pernah menceritakan masalah hidupnya, karena Ia yakin tak akan akan solusi kecuali dari diri sang pemilih atau pembuat masalah itu sendiri.


"Dret...dret...dret"


Ponsel Vii bergetar, Panggilan masuk, namun Vii mengabaikannya. Kan memberikan pesan singkat.


Kirim


"What (Apa) Kamu tidak bisa bicara, kenapa?"


Pengirim pesan membalas, dan terjadilah balas membalas pesan.


"Ya, karena Aku malas untuk berbicara dengan siapapun"


Kirim


"Subahanalalh, Aku kira kenapa Alhamdulillah, jika Kamu baik-baik saja."


"Ini sesuatu yang penting."


"Apa?"


"Aduh Aku sangat penasaran" gumam Vii.


"Apakah...apakah....apakah..."

__ADS_1


Vii masih mengeluarkan air mata, Ia sibuk mengelap air mata, air hidung, membalas pesan.


"Terkait obrolan Kita waktu itu, sudah ada respon".


"Benarkan?"


"Iyaa"


"Tapi ini harus dibicarakan secara langsung, Kita akan bertemu di kafe biasa langganan Kita Ok !"


"Hari minggu, berdandanlah yang dan pakai pakaian yang bagus !"


"Apa, berdandan, Aku tidak bisa !"


"Huh, Ya Aku tau Kau tidak bisa, maksud Ku adalah jangan terlalu pucat bahkan kusam muka Mu."


"Baiklah, dan lagi pula masih ada dua hari lagi."


"Ya, tapi Kau jangan terlalu memikirkannya Ingat masih ada amanah yang menanti."


"Baiklah, terimakasih."


"Sama-sama"


"Wassalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh."


Akhirnya Vii menyunggingkan senyum manisnya. Dan melupakan Kesedihannya.


"Ok, Aku harus semangat tidak boleh terlalu berlarut dalam kesedihan."


Vii menyemangati dirinya


"Ya Allah, bagaimana ini meskipun Aku di awal sudah berjanji akan menyelesaikan studiku terlebih dahulu, Tapi jika ini jalanku dan waktunya maka Ridoi dan mudahkan, Jika memang bukan maka sabarkan Aku, Aamiin."


"Tapi ini sunggu rumit, hubungan orang tua yang tidak harmonis, malah membuatku ingin".


Vii menggantung kata-katanya dan tersenyum sendirian sambil berguling ke kanan dan ke kiri serta menendang kakinya dan tangannya ke udara.


...terimakasih sudah setia menunggu, autor santuy ini.....

__ADS_1


__ADS_2