
Semester demi semster telah terlewati kini saatnya untuk praktek pra lapangan (PPL).
.Dalam do'a ku memohon "Ya Allah Aku ingin PPL, di sekolah yang terbaik, aamiin".
Maha Kuasa Allah, Allah Maha mengabulkan hambaNya yang berdo'a.
Kami berkumpul di kursi jurusan, untuk mendiskusikan terkait kepergian ke tempat (PPL) .
"Sini berkumpul, ajak salah satu dari Kami."
"Assalamu'alaikum.... "Ucap Nono.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahiwabarakatuh...?" Jawab kami serempak.
"Ok, Kita langsung saja siapa yang jadi ketuanya?"
Ucap Nono.
Mereka menunjuk kearahku.
"Kakak saja, kan paling tua, ups maaf". ucap Sila.
"Tidak, jangan-jangan Aku." Aku menggeleng.
"Karen Nono laki-laki sebaiknya Nono saja yang menjadi ketua" Aku melirik ke arah Mereka sambil mengangkat kedua alis meminta persetujuan.
"Gimana yang lain? tanya Nono.
"Iya, setuju."
"Aku hanya akan berperan sebagai ketua di atas kertas, tapi dalam pelaksanaan Kita akan lakukan bersama !!!" Nono menegaskan dengan tenang.
"Baiklah, tak apa" Yang lain menyetujui.
"Ok, sekarang Kita atur pemberangkatan, bagaimana Kita berangkatnya, naik apa yaa baiknya?" Ucap Nono.
"Naik pesawat aja gimana?" Ucap Sari.
"Tidak ada landasan, Helikopter aja yu?" Ucap Ara.
Meskipun Ayah sang ketua memiliki kendaraan, Dia tidak langsung menawarkan diri, tapi mencoba berusaha bersama.
Pun dengan Ina, Dia juga Ayahnya memiliki kendaraan tapi tidak menawarkan diri.
Karena sudah hampir tahap dewasa awal sehingga mencoba untuk tidak merepotkan para orang tua, awalnya.
Keputusan akhirnya adalah memakai kendaraan orang tua Nono.
....
Vivi menempuh perjalanan tiga jam untuk sampai ke tujuan.
"Alhamdulillah, Aku bisa PPL.di sini Ya Allah, perjalanan yang ku tempuh dari rumah ke sini, terbayar sudah."
Kiri kanan disuguhi pemandangan hijau, udara sejuk karena rindangnya pepohonan yang menjuntai di sepanjang jalan. Hiruk pikuk keadaan sekitar, hingga sampailah di tempat tujuan, sawah terhampar luas, kebun bunga di pinggir tempat hunian, menyejukkan mata, oooh alam menyuguhkan keindahan atas kuasa Allah.
Hari pertama, adalah hari perkenalan Aku dengan teman dari universitas lain dan lingkungan sekitar.
__ADS_1
Keramah tamahan tersaji apik, Kami disodorkan berbagai macam pertanyaan, terkait maksud dan tujuan.
Penjelasan panjang lebar dari sang ketua, membuka mata dan fikiran, untuk menerima keadaan.
Kini tiba saatnya Aku mengajar, bertemu anak-anak sekolahan tingkatan sekolah menengah kejuruan.
Ku ucapkan salam, Ku sematkan senyuman, lalu kita membahas pelajaran.
Pertanyaan-demi pertanyaan terlontarkan, untuk Aku sang pengajar, karena prinsipku student center (murid sebagai pusat) guru hanya memberi arahan, lalu ku lemparkan kepada anak murid yang ada di depan, akhirnya pertanyaan dapat terjawab.
Berbagai metode coba kuterapkan, berharap ilmu kan tersampaikan, namun dengan pertolongan Allah dapat berjalan lancar.
Aku tipe yang senang akan organisasi, akhirnya Ku putuskan untuk bergabung, dan sebenarnya juga tuntutan dari universitas harus berkontribusi dalam organisasi.
Dalam sebuah pertemuan Aku ucapkan salam, mencoba menyuguhkan pembaharuan, sekaligus belajar.
Bertemu dengan murid-murid dari berbagai kelas dan jurusan, Ku coba mengakrabkan diri agar terjalin silaturahmi.
Berbagai macam ujian dan cobaam menerpa kami sang pembelajar. Namun dengan ijin sang Maha Kuasa segala macam terselesaikan.
.....
Telah lama waktu terlewatkan, Kami butuh hiburan, akhirnya kami pergi jalan-jalan, makan dan beli baju bersamaan.
Pada malam hari adalah waktu Kami berkumpul, untuk sekedar makan bersama atau berbincang banyak hal, bertukar pikiran terkait pembelajaran yang Kami lakukan.
"Kita udah lama gak keluar, jalan-jalan yuu, kebetulan hari ini hari lahir Ku?" Nur mengajak dengan ramah.
"Ayo, Aku sudah jenuh, layaknya minyak yang tidak terkena cahaya matahari, beku" Ucap Sila.
"Aku yang penting keluar, sejenak menghirup udara perkotaan di daerah pedesaan." Ucap Sari.
"Aku ikut saja" Ucap Ku.
Akhirnya Kami pergi, dengan memakai taksi online, berkeliling toko baju kemudian makan ditemani temaran malam.
Siang hari, langit mulai mendung, awan berubah gelap menampung air yang siap untuk diturunkan ke bumi.
Hujan besar mengguyur tentu saja sampai ke tempat penginapan.
Aku berdo'a
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
…Allaahumma shoyyiban naafi'an.
Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang).
"MasyaAllah, atas kehendakMu, Aku menikmati hujan, suaranya, nyaman di telinga.
Sari, Ara, Sila, dan Nur. keluar dari kamar masing-masing, hujan-hujanan.
Awalnya di depan tempat penginapan.
"Kaa ayoo kesini, kita hujan-hujanan!!" Ajak Ara.
"Iya, kata ibu jika hujannya besar, tidak apa-apa, jika hujannya kecil biasanya membuat sakit" Nur berucap.
__ADS_1
"Kapan lagi coba, hujan-hujanan, kan Kita disini hanya tiga bulan kaa, ayoo !! " Ajak Sari.
"Ayoo kaa, pasti kakak mau juga kan, hujan-hujanan, sudah kesini, jangan malu-malu !! Sila menambahkan.
Akhirnya Aku tertarik untuk ikut menikmati nikmat Allah. Huja -hujanan.
"Kalo di rumah, Aku kan tidak bisa hujan-hujana, karena tidak ada teman, hehe" Aku bermonolog.
"MasyaAllah, semoga hujan ini membawa keberkahan bagi yang membutuhkan, aamiin" Aku berdo'a dalam hati.
Kami menikmati hujan, dengan melakukan berbagai permainan.
Langit mulai semakin gelap, pertanda Kami harus mengakhiri aksi hujan-hujanan Kami, pun hujan mulai menurunkan intensitasnya.
Setelah Kami membersihkan diri, Kami memesan makanan hangat untuk menghangatkan tubuh.
......
Semakin bagus sebuah lembaga, maka tingkat kedisiplinan siswa maupun tenaga pendidik semakin tinggi.
Masih ada saja siswa yang kesiangan dengan berbagai macam alasan, alasan kejujuran maupun alasan kebohongan.
Penindakan perlu dilakukan untuk menumbuhkan karakter disiplin dan penuh tanggung jawab.
Kepala sekolah mengambil kepututusan bahwa anak-anak yang kesiangan diberi tanggung jawab, menanam dan merawat tanaman.
....
Pendidikan karakter sangat perlu sebagai penanaman budi pekerti yang luhur, menerapkan nilai-nilai spiritual untuk meningkatkan kedisiplinan. Untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah, bagaimana menghargai dan menghormati waktu, guru, kakak kelas, murid dan siapapun, sebagai amalan juga dari pancasila.
.....
Seperti janji Allah.
Allah akan meningkatkankan derajat orang-orang yang berilmu. Ketika Kita menyandang status guru/ tenaga pendidik maka siswa akan menghargai & menghormati kita.
Allah Maha pengasih.
Allah memberi kepada siapapun, kepada semua makhluk dan hambanya baik yg beragama muslim maupun non muslim.
Ketika pepatah berkata proses tidak menghianati hasil.
Ketika murid non muslim lebih rajin dari murid muslim maka dia akan mendapatkan hasil yang maksimal.
Apalagi jika ia seorang muslim dan rajin serta pandai maka dia akan mendapatkan hasil yang maksimal dan hati yang lapang.
Tiga bulan telah berlalu ...
Bertepatan dengan itu sekolah mengadakan perlombaan kebersamaan. Dari Jurusan manapun dapat mengikuti lomba dalam satu kelompok.
Perlombaan berlangsung menarik dan persaingan yang ketat.
Lomba dimenangkan oleh sang juara
Bertepatan juga dengan hari perpisahan Kami dengan sekolah, yang telah menyimpan banyak pelajaran hidup dan juga berbagai kenangan.
❤terimakasih...
__ADS_1