
Malam hari ini serasa sepi karena Vivi hanya seorang diri. Sementara itu July sedang pulang ke rumah orang tuanya.
Vivi tidak pulang kerumah orang tuanya karena belum jadwalnya pulang.
Setelah melaksanakan Solat magrib dilanjutkan dengan mengaji Al Quran sambil menunggu adzan Isya.
Adzan Isya berkumandang, Vivi melaksanakan solat fardu dilanjutkan solat sunnah ba'da Isya.
Kruk kruk kruk ....terdengar bunyi perut Vivi bersuara menandakan meminta sang pemilik untuk mengisi.
Vivi bergegas keluar kemudian mengambil piring, menyendok nasi dengan mengucapkan basmallah.."bismillah"... ditambah lauk ada kadarnya anak kosan.
Vivi memakan dengan khidmat ditemani denting jam beker dan keheningan malam.
Diawali dengan membaca do'a.
Tidak terasa makanannya sudah habis
"Alhamdulillah"...Diambilnya air putih lalu meminumnya.
Mencuci alat makan bekas makan.
Nuuuuudddddd....Nuuuuuuddddddd.....nuuuuudddddddd......
Suara Hp bergetar tapi sang pemilik sedang mencuci peralatan makan.
Vivi telah selesai memcuci kemudian kembali ke kamar.
Hp kembali bergetar Nuuuuuuudddd....
Vivi segera melihat hp yang tengah bergetar ...menunjukkan ada yang memanggil. Ketika Vivi hendak mengangkat panggilan nud. Panggilan terputus.
Layar hp menunjukkan nama My Mom.
"Mamah Nelphon ternyata. Aku telphon balik" Vivi mengecek log panggilang dan memanggil ....My Mom...
Nuuuuuuddddddd Nuuuuuddddd
panggilan tersambung
"Assalamu'alaikum.....,"
"Wa'alaikumussalam...., sayang anak mom lagi apa? sudah makan nak? Ibuku bertanya dengan nada yang halus dan penuh kerinduan.
"Alhamdulillah...baru selesai makan mom. Maaf tadi sedang ke dapur mencuci piring, ketika Aku hendak mengangkat panggilan mom sudah matikan." Tak terasa air mulai berjatuhan dari mata Vivi.
"Iya...tidak apa-apa sayang..., Makan dengan apa nak?"
"Iya dengan yang ada mom" sambil nenahan agar tidak terdengar isakan tangis.
"Mom sudah makan?" tanyaku
"Alhamdulillah sudah, baru saja. Nak Kamu makan jangan terlalu sederhana kan Mom sudah memberi Kamu uang, gunakan ya Nak, jangan hanya untuk beli pulsa saja."
"Kalo pulsa Kamu sudah habis kabari saja Mom Sayang" Diujung sana Mom juga terdengar seperti menangis.
"Iya Mom Aku makan dengan layak ko. Hehe Jangan Khawatir. Mom makanlah dengan banyak jangan khawatirkan Aku ya mom!" sambil menyeka air yang terus mengalir.
__ADS_1
"Iya Nak July ada?" tanya mom
"Sedang pulang ke rumah orang tuanya mom" Jawabku
"Iya nanti salamkan yaa kepada July!"
"InsyaAllah Mom akan Vi sampaikan."
"Apakah Rose ada sayang?"
"Rose...sepertinya ada mom tapi Aku belum melihatnya."
"Salam kan juga yaa kepada Rose dan yang lainnya!" Pesan mom
"Iya mom insyaAllah".
"Nak Mom tidak mengganggu kan, apakah kamu ada tugas sayang?"
"Tidak mengganggu sama sekali Mom, justru Vi senang karena Mom memanggil, dan juga kebetulan hari ini tidak ada tugas."
"Sayang Kamu tidak kesepian kan sendirian disana, biasanya ada July, dan juga jika dirumah ada Kakamu?"
"Tidak ko mom" Air mata terus mengalir, dan sedikit terisak hingga terdengar oleh Mom.
Vivi jika merindukan Mom maka akan menangis, Vivi mudah menangis yang menurutnya layak untuk ditangisi.
"Sayang...Kamu jangan menangis...
Hiks ...hiks...Mom juga jadi sedih mendengarnya..." Sambil berderai air mata.
"Hik...hik...enggak ko mom...hik.hik......"
"Iyaaa...Viiii juga rindu mom...hik.hik..hik..."
"Sayang Kamu harus berani yaa....Jadi anak yang baik dan pintar...ingat kow harus rajin belajar, jangan mengecewakan Mom..Ok!"
Petuah Mom
"Iyaaa ....Mom sehat-sehat yaa....jangan terlalu memikirkan Viii....Viii baik-baik saja, teman-teman Vii juga baik."
"Mom apakah Dad and sister Ok?"
"Alhamdulillah dad and sister baik sayang. Mereka juga titip salam.
"Momm maaf yaa Aku jarang menghubungi...karena kalo sering nanti Vii makin rindu...dan akan nangis..hik..hiks...hiks...." Masih sambil terisak
"Iya Sayang.Mom juga maaf yaa...baik-baik sayang jangan nangis dong...masa anak gadis menangis dan cengeng!"
"Emangnya anak gadis gak boleh nangis..hik..hiks...hiks..."
"Bukan begitu Sayang...tapi pokoknya Kamu jangan cengeng. Kan sudah besar." Sambil terkeukeuh..hehhehe.
"Iyaaa...Kalo begitu Mom juga jangan menangis kan sudah lewat gadis....hiks hehehhe..." Menangis dan tertawa.
"Ihs kamu ini..Ko gitu sama ibu sendiri.."
"Mom juga ko gitu sama anak sendiri".
__ADS_1
"Nanti jika ada waktu pulang. Pulang yaa nak, Masih ingat kan jalan pulang."
"Iya mom insyaAllah. Masih ko"
"Baguslah alhamdulillah Kamu masih ingat jalan pulang Vii."
"Vii pokoknya, jika Vii udah sedikit lagi bekal uang, langsung kabari ...jangan sampai habis baru kabari Mom!." Petuah Mom
"Iyaa Momm...Makasih yaa...Maaf yaa Mom.?" Dengan wajah penuh harap
"Iya...sama-sama sayang.... maafkan Mom juga...Ini sudah kewajiban Mom untuk membiayai Kamu Nak, jangan merasa terbebani."
"Hiks...hiks...derai air Vivi mata kembali bercucuran.."
"Sayang...sayang...Viii...?" Mom memanggil-manggil.
"Iya Mom...."
"Ya sudah Mom tutup dulu yaa....Assalamu'alaikum....sayang..."
klik panggilan berakhir
"Wa'alaikumussalam warahmatullahiwabarakatu...."
Vivi masih terisak dan makin terisak dengan kesendiriannya.
"Mom maafin Vi...hiks...Vii masih merepotkan Mom....meskipun Vii tau ini masih kewajiban Orang tua untuk membiayai Vii..tapi Vii gak enak dengan Mom...hiks...sreeek Vivi mengusap ingus.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِوَ الِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَا نِى صَغِيْرًا
“Allahumma Fighfirlii Wa Liwaa Lidhayya Warham Humaa Kamaa Rabbayaa Nii Shaghiraa”
“Ya Allah, ampunilah semua dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, serta berbelaskasihlah kepada mereka berdua seperti mereka berbelas kasih kepada diriku di waktu aku kecil.”
Harus ingat Nūasehat Imam asy Syafi’i;
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup baru terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi keruh karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang
Singa, jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah, jika tak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Biji emas bagaikan tanah sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa jika di dalam hutan.”
“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu dan barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat maka wajib baginya memiliki ilmu. Dan barangsiapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu.” (HR. Tirmidzi)
"Aku harus ingat juga dalam Firman Allah subhanahu wata'ala..."
“.. niscaya Allah mengangkat (derajat) orang-orang yang yang beriman dan orang-orang yang berilmu, beberapa derajat” (QS. Al Mujadilah: 11).
Prestasi-prestasi duniawi hanyalah salah satu jembatan bagi kita mengukir prestasi akhirat. Sebagaimana ilmuan-ilmuan terdahulu luar biasa dalam ketaatan kepada Allah dan luar biasa pula dalam bidang ilmu pengetahuan/sains.
__ADS_1
❤Makasih yaa yang sudah baca, like, vote komen, semoga menghibur❤