
Tidak semua perbuatan baik memiliki tujuan yang baik, bisa saja ada maksud tertentu.
-Hilman
❇❇❇
SETELAH beberapa hari mengalami pembengkakan kaki, Lydia akhirnya sembuh total dan dapat menjalani aktivitasnya. Sekarang please jangan pernah bahas tentang Reza lagi. Kalau membahas Reza terus menerus akan membuat Lydia baper dan galau.
Terpaksa kita harus mengetahui cerita tentang Reza beberapa hari lalu setelah insiden sakit kaki Lydia. Beberapa hari lalu Reza mulai berjarak dengan Lydia, meningat ancaman dari teman-teman dekat Lydia. Teman-teman Lydia memang patut berterima kasih karena Reza sudah menolong Lydia, tetapi mereka yakin Reza memiliki tujuan tertentu. Rido dan Hilman lah yang berpikiran bahwa Reza memiliki maksud tertentu. Toh, Reza datang tiba-tiba baik padahal awalnya menghina Lydia.
Reza mulai menjauhi Lydia, mungkin juga kelas dua belas menjelang ujian nasional. Lydia sebenarnya merindukan Reza yang tiba-tiba datang ke kelas, tetapi mau bagaimana lagi? Mereka tidak mempunyai hubungan satu sama lain.
Hari ini Lydia tidak terlalu aktif di kelas. Guru juga sedang rapat menjelang ujian tengah semester nanti. Lydia hanya menopang dagu di mejanya sambil duduk malas. Buku puisinya masih terbuka lebar. Kalau mau membuka halaman selanjutnya cukup meniup kertasnya supaya terbuka. Sungguh kasian Lydia, dilanda gabut dikala free class. Siswa mana sih yang tidak suka free class? Nah ini Lydia malah lebih suka belajar.
Pintu tiba-tiba didobrak menggunakan kaki oleh seseorang. Semua kaget ketika Seli yang mendobrak pintu itu. Muka Seli tampak menyeramkan dan menakutkan.
"Eh, biasa aja kali. Gak usah dobrak pintu. Gila lo," kata Bimo kesal.
Seli langsung menghampiri Bimo dan menatapnya. "Diem lo. Gue gak ada urusan sama lo!" Tatapannya sungguh menohok.
Lydia hanya diam dan tidak tahu apa masalah Seli. Lydia melanjutkan membaca buku puisinya. Ketika melanjutkan membaca, tiba-tiba buku itu disingkirkan kasar. Dan ketika Lydia menatapi orang tersebut, ternyata Seli! Lydia langsung kaget ketika Seli menyingkirkan bukunya. Mungkin Seli kebawa emosi, teman sendiri jadi kena emosi juga. Ternyata salah, Seli menggeprak meja Lydia dengan keras dan marah.
"Lo ngapa si Sel, kalo ada masalah jangan bawa emosinya ke gue, tenangin diri lo," kata Lydia.
"Lo tega ya Lya!" Suara Seli serak dan penuh emosi.
"Tega apa sih? Gue gak ngerti," Lydia masih menanggapinya dengan tenang.
Desy yang berada di depan Lydia langsung ikut andil. "Tenangin diri lo dulu Sel, jelasin masalahnya apa?"
"Liat Instagram lo Lya. Ngapa lo ngepost kaya gitu? Lo udah bikin gue sakit hati. Gue gak percaya, ternyata lo jahat," Seli langsung berlari dan menangis meninggalkan kelas.
"Ada apasih?"
"Ada apa?" Rido dan Hilman masuk ke dalam kelas. Yang tadinya lagi main mobile legend di teras kelas.
"Gak tau tiba-tiba Seli marah ke gue. Perasaan gue gak ngapa-ngapain," kata Lydia masih shock dengan keadaan tadi.
"Tadi dia bilang di Instagram lo. Coba liat deh," kata Desy.
__ADS_1
Mereka semua melihat HP masing-masing. Betapa kagetnya mereka ketika melihat postingan Lydia yang terbaru. Terdapat aib foto Seli dan caption yang jelas-jelas sangat menghina dan tak patut dibaca.
"Cabe-cabean kelas bahkan di Bandung. Murahan mau aja sama cowok manapun. Sering dipake. Mukanya juga buruk rupa tapi keganjenan."
Sudah jelas caption itu sangat mencemarkan nama baik. Dan lebih buruknya followers Instagram Lydia yang banyak menjadi saksi matanya.
"Jangan bilang ini lo buat untuk keisengan semata. Kalo emang lo yang buat itu keterlaluan. Jelasin ke kita," Hilman mulai dongkol juga.
"Itu bukan gue. Gue belom main Instagram. Gue gak akan melakukan hal keji kaya gitu. Seli teman baik gue. Apa untungnya gue bikin kaya gitu? Percayalah kalian, gue gak akan sudi menghina orang lain," jelas Lydia panjang lebar.
"Iya gak mungkin Lya melakukan itu. Gue selalu percaya sama Lydia. Mungkin akun Lydia di hack apalagi akunnya banyak banget followersnya, pasti jadi incaran hacker," kata Desy sambil berpikir.
"Nah iya bener. Ada yang ngehack tuh. Gue selalu percaya kok sama lo," kata Rido sambil senyum dan memeluk Lydia yang masih gundah.
"Lo malah nyari kesempatan dalam kesempitan," kata Lydia sambil melepas pelukan Rido.
"Ayo kita cari hacker yang kurang kerjaan itu," kata Wendi yang tiba-tiba datang. Semua langsung kaget.
Semuanya langsung menggabungkan meja menjadi dua untuk membuat konferensi meja kotak. Tujannya untuk mendiskusikan tentang hackernya.
"Teman-teman, kita akan membahas siapa hacker yang sudah membuat kekacauan ini. Ada yang bisa berpendapat?" kata Hilman sok serius dan memulai diskusi.
"Gimana kalo nama gengnya Tensmart?" kali ini Desy yang berpendapat.
"Emang maksudnya apa des?" Lydia bingung sambil menggaruk kepala.
"Maksudnya ten itu sepuluh, kita kelas sepuluh. Dan smart itu pintar, kita kan pintar-pintar. Terbukti geng kita masuk enam besar," jelas Desy panjang lebar. Benar juga sih Lydia rangking satu, Desy rangking dua, Wendi rangking tiga, Rido rangking empat, Hilman rangking lima, dan Seli rangking enam. Itu fakta menarik yang harus kalian ketahui.
"Setuju, nama geng kita Tensmart. Oh iya kita lagi bahas hacker bukan nama geng. Udah balik ke topik lagi ya," kata Hilman.
"Kalo menurut gue hacker itu berasal dari kelas kita dan orang terdekat kita. Coba kalian pikir. Seli itu gak terlalu famous. Yang tau Seli hanya anak kelas sepuluh satu. Dan mungkin hacker itu ingin merusak hubungan Lydia dengan Seli. Gak mungkin orang luar membuat postingan keburukan Seli kalau tidak tahu menahu tentang Seli," kata Wendi panjang kali lebar kali tinggi, oke itu lebay. Tapi kalau mau tahu itu rumus volume balok.
"Ya, gue setuju. Dan kalian ingat ketika Lydia cerita tentang buku tulis Bahasa Indonesia hilang dan uang kas yang hilang. Menurut gue ada sangkut pautnya dengan kejadian ini. Sebelumnya tidak ada kejadian seperti ini setelah Reza muncul," tukas Rido.
"Tapi Reza gak ngelakuin waktu itu gue yang lihat sendiri kok. Dan mana mungkin dia tau password instagram gue," kata Lydia masih bingung.
"Coba lo pikir lagi. Semua terjadi ketika munculnya dia. Gue yakin seratus persen kalo Reza pelakunya," kata Wendi serius.
"Emangnya Reza kenal sama Seli? Setahu gue enggak deh," tanya Desy.
__ADS_1
"Tentu saja kenal. Kita kan pernah ketemu dia di UKS pas kaki Lya sakit. Dan kita juga bicara sama dia kan. Oh iya waktu itu Seli juga memaki Reza akibat terlalu khawatir dengan sakit kaki Lya. Itu sudah menjadi poin tersangka. Bisa jadi Reza dendam dengan Seli yang negatif thingking terhadapnya," jelas Hilman.
"Final. Tersangka akurat Reza. Sekarang bagaimana cara serbu dia?" tanya Rido.
"Tapi gue masih ragu. Kayaknya gak mungkin Reza yang melakukannya. Coba kita pikir lagi orang yang dekat sama gue," kata Lydia.
"Udah jelas Reza. Orang terdekat lo ya kita-kita. Lo boleh ngecek HP kita satu-satu kok kalo gak percaya. Apa mungkin Tama yang melakukannya?" kata Wendi tambah rumit lagi jadinya.
"Gue percaya sama kalian. Kalian gak mungkin melakukan ini. Kalau Tama apa lagi gak mungkin banget," jawab Lydia.
"Nah udah pasti Reza. Tapi kemingkinan kecil Tama. Dia yang nyuruh lo buat Instagram kan?" tanya Desy.
"Gak mungkin banget Tama. Dia baik banget sama gue," jawab Lydia.
"Udah... hasil diskusi kita Reza pelakunya. Kita harus samperin Reza pas istirahat nanti. Kita juga tanya Tama nanti," sahut Rido.
Seli yang sedari tadi meninggalkan kelas, lalu kembali ke ke kelas. Seli duduk di kursinya tanpa menatap Lydia sedikitpun. Seli benar-benar marah.
Lydia langsung menghampiri Seli dengan gugup. Semua akn kembali lagi jika dijelaskan baik-baik.
"Sel, tolong dengerin penjelasan gue. Itu bukan gue yang ngepost di IG. Percaya sama gue ya Sel," kata Lydia dengan memelas.
"Udah jelas lo yang ngepost. Gak usah ngelak. Gue benci lo. Gue tau kalo gue itu murahan dan kaya *******. Puas lo!" tegas Seli.
"Tapi sel—"
"Udah gak usah nyari ribut lagi sama gue. Dari pada kita adu fisik. Mending lo jauhin gue," suara Seli serak dan parau.
❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇
MENURUT KALIAN SIAPA PELAKUNYA?
VOTE DAN KOMENTAR YA
KASIH SEMANGAT SAYA YA BIAR BISA LANJUT TERUS CERITA INI.
BERSAMBUNG...
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1