
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah. Penantian panjang selama libur sekolah. Bosan juga dengan moment lama. Maka dari itu kita buka kisah baru. Kisah yang menarik, penuh canda tawa pastinya, dan kisah cinta Komedi baru. Mari kita ukir masa sekolah dengan menuntut ilmu tentunya dengan bumbu cinta.
Lydia masih sibuk menggosok pakaian di pagi hari. Mukanya kalang-kabut. Ia baru ingat hanya seragam yang belum ia sentuh untuk persiapan sekolah, sedangkan semua alat tulis serta buku sudah siap. Lydia terus menggosok secepat flash dan secepat super Dede.
"Bu, bantuin Lya... Roknya belum digosok!" teriak Lydia sampai terdengar ke dapur.
Lina tiba-tiba lari masih membawa ricecooker dan centong nasinya. "Ya ampun, Ibu kira kamu udah siapin. Setengah jam lagi kamu harus berangkat loh! Eh ini ngapa ibu bawa magikkom!"
Lina dan Lydia menggosok secara cepat. Beruntung strika ada dua. Lydia sudah menyelesaikan sedangkan Lina masih menggosok Roknya yang masih lusuh.
"Yaudah Bu, bodo amat dah lecek dikit. Sini Lydia mau mandi dulu."
"Ok! lagian kamu juga paling lari-larian. Rok kamu aja sering ibu jahit. Lagian kamu tuh jalan suka banget jatuh. entah kepeleset bungkus seblak, batu, atau kepleset angin!"
Lydia langsung ke kamar mandi. Ia harus buru-buru. Takutnya Desi sudah menjemput dan menunggu di pertigaan Jalan Asik. Dalam waktu dua menit Lydia selesai mandi dan rapih menggunakan seragam. Jangan heran, menjadi pelajar harus mempunyai keterampilan dalam berseragam.
Lydia mengambil roti dua ribuan yang sudah ditaruh di meja. Lalu memakannya sambil berlari. Masih ada waktu lima belas menit menuju sekolah. Mari kita ubah genre novel ini sementara menuju genre adventure, action!
Mulai! Tolong baca ini dengan keadaan tegang dan cepat! Lyida mulai berlari melintasi rintangan yaitu comberan dan genangan air akibat hujan semalam. Lalu Lydia melompati kayu jati yang tumbang akibat badai semalam. Lydia melewati badai pasir dan badai polusi, ia tetap berlari menghempasnya. Lalu ada segerombolan orang berlari marathon di sana. Lydia ikut berlari mengalahkannya.
"Ah! disana ada sekumpulan emak-emak belanja di pasar! gue harus lewati!" Lydia berlari. Tenaga emak-emak adalah sumber kekuatan di bumi. Ia tidak akan mampu melewatinya dengan sekejap. "Ah tolong gue gak bisa!" Seketika tangan Lydia ada yang menarik.
Ketika dilihat yaitu gadis dengan rambut sebahu. Menggunakan kacamata jengkol, poni yang menutupi mata, dengan muka mengenaskan. Masih ingat? Masih? Dia Desi!
"Terima kasih Desi temanku sejagat raya," kelebayan Lydia mulai kumat.
"Ayo masih ada waktu 9 menit lagi. Pintu bakal ditutup sama Pak tukul."
"Siap! Kita lari!"
Kembali lagi genre Adventure action. Lyida dan Desi berlari beriringan. Ia tidak akan jatuh oleh bungkus seblak atau bungkus apapun. Ia berlari secepat mungkin. Sudah tampak terlihat dan bersinar sekolah SMAN Haru Biru. Akhirnya mereka selamat lahir dan batin. Pintu tidak terkunci. Tetapi ketika mereka melihat kebelakang...
"Tolong gue dikunciin! Pak Tukul bukain!" Hilman teriak histeris seperti orang yang tertangkap dan terjerat di jeruji besi. Masih ingat Hilman? Masih? Ah sudahlah pasti kalian ingat.
Rambut kribo Hilman masih bergelora di pagar. Mukanya tampak lusuh karena hanya selisih 50 detik pintu gerbang sudah ditutup. Pak Tukul sepertinya tidak bisa memaafkannya. Pak Tukul hanya tersenyum bahagia melihat ada murid yang akhrinya terkunci gerbang.
Dengan aura hitam, muka tampan yang sedikit menakutkan. Sambil komat-kamit waktu berjalan. Tau siapa? Dia adalah Wendi. Wendi menghampiri Lydia dan Desi.
"Ada apa ini? Mengapa kalian pada berdiri di depan sekolah? Terus itu ngapa Hilman terkunci gerbang?" Wendi kebingungan sendiri.
"Kita selamat dari terlambat, tetapi Hilman tuh terlambat 50 detik," tunjuk Lydia ke arah Hilman yang tertekuk lutut di depan pagar.
__ADS_1
"Oke biar gue yang bicara sama Pak Tukul. Dia teman spiritual gue," kata Wendi dengan nada menakutkannya.
Wendi berbisik ke Pak Tukul. Ternyata Pak Tukul menurut dengan ajakan Wendi. Akhirnya Hilman selamat. Sekarang mereka menuju kelas. Pengumuman pembagian kelas pasti sudah di tempel di Mading sekolah.
~•~
Mading sekolah sudah dipenuhi jutaan umat. Semua berdesakan demi melihat kelasnya. Mading sekolah sudah dipenuhi kumpulan cewek gosip, kumpulin anak profesor, kumpulan gamers, dan kumpulan anak yang tidak mempunyai geng, bahkan jomblo, kasiannn.
"Desi kita mengandalkanmu! Lihatlah dan foto nama-nama kelasnya!" Desi mengangguk. Selalu ia yang menjadi bahan uji coba.
Keringat yang sudah membasahi muka Desi. Badannya bahkan lebih lemas seperti lari sprint. Ia tersenyum bangga dan memperlihatkan hasil fotonya.
"Mana fotonya?" kata Lydia.
"Gue gak foto hehe," kata Desi sambil menutupi wajahnya. Sedangkan yang lain ingin menampol Desi satu-persatu.
"Ah percuma dong tadi loh ngantri. Ayo semua kita tampol berjamaah!" Komando dari Hilman.
"Tunggu dulu!" Semua yang sudah siap ingin melemparkan tampolannya jadi ngefreez.
"Kita semua sekelas lagi!" lanjut Desi. Yang lain masih tidak bergerak juga.
"Gue sekelas lagi sama kalian. Yang ada menderita," kata Rido menangis histeris.
"Aura jahat kalian selalu terpancar, gue pengen ketemu aura indah. eh Aura kasih," Wendi malah nangis juga.
"Dasar MAKHLUK ALAY!!!!" Teriak Desi, Lydia, dan Seli.
"Oh iya ada satu lagi hal yang perlu kalian tahu. Kita tetap sama kelasnya seperti kelas 10. Tapi ada satu nama baru diurutan terakhir. Kayaknya anak baru," Desi ahli dalam dunia pergosipan antusias menyampaikannya.
"Oh ya? Siapa namanya?" tanya Lydia penasaran.
"Zidan Alatas, seingat gue sih itu," kata Desi.
Seketika cowok dengan tinggi badan 177, muka blasteran. Rambutnya sedikit cokelat. Kulitnya yang putih bersih. Dan senyumannya yang manis. Dia melewati geng Lydia yang sedang tiduran di teras kelas.
"Lagi pada ngomongin gue ya?" Cowok itu terus berjalan sambil tebar pesona.
"Yeu siapa juga yang ngomongin lo!" teriak Lydia.
__ADS_1
Cowok itu berbalik badan. Lalu tersenyum sok tampan. "Oh iya kenalin gue. Gue Zidan. Murid yang bakal hits. Bakal terkenal, dan tentunya tertampan. Gak akan ada yang bisa menandingi kepopuleran gue!"
Lydia langsung menganga. Ternyata ada orang lagi yang ingin menandingi kepopulerannya. Sungguh menantang adrenalin. Awas aja anak baru, kamu belum melihat pesona Lydia. Bahkan semua penghuni sekolah tahu Lydia. Mulai dari Kepala sekolah, guru, staf tata usaha, satpam, penjaga sekolah, orang kantin, tumbuhan, dan barang-barang tidak terpakai tahu Lydia.
Cowok itu berjalan dengan cool meninggalkan geng Lydia. Di gantikan dengan cowok tampan lagi. Dengan senyuman indah. Wajah riang gembira. Selalu membawa kebahagiaan. Ayo siapa? Pada kangen kan?
Kita sambut tokoh yang paling kita tunggu-tunggu sejak awal mulai episode ini. Yaitu Rivan Pratama. TAMA! sekali lagi TAMA!!!
"Lya, apa kabar? gue kangen sama lo," kata Tama membawa kesan sweet.
"Tama! sayangku! sandaran hatiku, imamku!" Lydia langsung memeluk Tama dari samping. Seperti orang belum bertemu bertahun-tahun. Padahal kemarin sudah jalan bareng.
"Sayangnya kita gak sekelas ya. Tapi gak apa-apa walaupun beda kelas. Hati kita tetap bersatu," dasar gombalan receh ala Tama.
"Oh iya kelas kamu ada murid barukah? Kelas aku ada murid baru juga namanya Zifa Alatas." kata Tama.
"Oh aku juga ada namanya Zidan Alatas. Ternyata banyak murid baru ya," kata Lydia masih memeluk Tama.
"Eh jangan mesra terus dong. Kita jomblo ngiri!" kata Hildan. Sedangkan Lydia langsung melepaskan pelukannya dan memeletkan lidah menggoda Hilman.
Tiba-tiba cewek dengan rambut bergelombang, rambutnya sedikit berwarna coklat. Kulitnya putih bersih dan cantik. "Lagi pada ngomongin gue ya? Cewek itu terus berjalan.
"Siapa juga yang ngomongin lo!" kata Lydia dengan nada biasa saja.
Cewek itu berbalik dan menghadap ke geng Lydia dan Tama. "Oh iya kenalin nama gue Zifa Alatas. Cewek paling tercantik segalaksi. Paling terhits, dan berbakat. Dan akan menjadi murid paling terpopuler di sini. Gak akan ada yang menandingi,"
Semua hanya melotot mendengar ocehan cewek itu.
~•~•~•~•~•~•~•~•~
Hallooooo halooo kembali lagi di season dua! yeayyyy pada seneng dong. Terus baca ya guys. Semoga kalian tambah suka.
Kalian bisa kirimkan komentar, vote, dan like nya. Terima kasih semua!
SINOPSIS SEASON 2
Cinta Komedi ini belum berakhir. Setelah resmi pacaran. Lydia dan Tama akan dihadapkan tantangan sebagai sesama kekasih. Cinta Komedi bisa saja berubah menjadi Cinta Sakit. Kedatangan sepasang murid baru yang berusaha menandinginya bahkan berhubungan dengan cinta.
Yang tidak akan pernah kita lupakan yaitu Hilman, Desi, Ridho, Wendi, dan Seli. Mereka juga dihadapkan kisah cinta menariknya. Mungkin sudah saatnya mereka melepaskan status jomblonya.
__ADS_1
Untuk membuat dirinya lebih populer Lydia dan Tama mencalonkan diri menjadi Ketua OSIS!