
"Semuanya dengar ini. Besok adalah hari yang besar. Hari yang bersejarah sepanjang hidup kalian. Hari terpenting dari lahirnya sang bintang. Yaitu hari berojolnya Lydia. Dia adalah lambang kebanggaan kelas kita. Lydia selalu ada di hati kita," pidato dari Hilman yang lantang ke semua murid di kelas.
"Sekarang Lydia sudah di bawa Desy pulang duluan. Jadi ini saatnya kita merencanakan kejutan besar untuk Lydia. Dan tentunya harus berhasil!" Lanjut Hilman.
Semua murid kelas XII IPS 1 masih tetap di kelas. Sekarang seharusnya sudah jam pulang. Tapi mengingat besok adalah hari ulang tahun Lydia. Teman sekelas ingin memberikan kejutan untuk Lydia. Mereka sangat antusias ingin merayakannya.
"Jadi rencananya apa?" tanya Ridho.
"Kalian tahukan. Lydia bukanlah murid yang bodoh. Dia genius. Akan susah kalau memberikan kejutan ke dia. Jadi kita butuh rencana matang," balas Hilman.
"Jadi kita harus ngapain? Gua rasa lebih baik surprise yang Simple. Kalau rencana besar Lydia akan curiga," kata Seli.
"Gak, kita harus buat Lydia mengingat hari ulang tahunnya hari besok. Dia harus terkejut luar biasa." kata Hilman.
"Jadi rencananya adalah..." Hilman kemudian menjelaskan panjang lebay.
~•~
Lydia berjalan menuju sekolah dengan suka ria. Ia bisa mencium aroma gas kendaraan di pagi hari. Tukang nasi uduk dan gorengan sudah berjajar di pinggir jalan. Lydia senang dengan hari ini.
Lydia masih membayangkan apa yang akan terjadi ketika mencapai kelas. Semoga ia dapat kejutan luar biasa.
"Gak sabar menggagalkan rencana teman sekelas. Pasti mereka lagi berusaha membodohi gua. Kemaren gua tau tuh, gua emang gak liat apa. Kemaren masih pada di kelas aja, terus Desy berusaha membujuk gua. Oke guys kita lihat kejutan dari mereka ketika gua masuk ke kelas," batin Lydia.
Lydia memasuki kelas. Ia melihat keadaan kelas seperti biasa saja. Kemudian Lydia tersenyum lagi. Pasti mereka pura-pura akting.
"Pasti mereka lagi akting. Terus nanti mereka bakal surprise bawa kue. Dia bakal bikin gua nangis gitu. Udah kebaca yau!" batin Lydia.
Lydia duduk di kursinya. Ia melihat Desy masih membaca bukunya. Hilman disebelahnya masih menggaruk rambut kribonya. Dan Ridho di sebelah Desy masih jelalatan ngeliatin cewek-cewek.
"Des, sekarang hari apa ya?" tanya Lydia mengetes.
"Sekarang hari apa ya. Oh iya hari Rabu. Kan kita pake seragam Pramuka," balas Desy sambil membaca bukunya.
"Oh iya.... sekarang hari ulang tahun Lydia!" Teriak Hilman.
"Wahh iya ultahnya Lydia." Sorak Ridho ikut-ikutan.
"Guys ayo nyanyiin lagu ulang tahun untuk Lydia!" Kata Hilman.
"Selamat ulang tahun, kami ucapkan..." semua murid bernyanyi kompak. Lalu Hilman mengeluarkan kue ulang tahunnya di dalam tasnya. Kuenya masih di bungkus.
"Selamat ulang tahun Lydia. Kita seneng banget. Semoga panjang umur!" Hilman memberikan kuenya.
Setelah itu Bu Hayama masuk kelas untuk memulai pelajaran. Semua langsung kembali seperti semula lagi. Semua langsung tidak menghiraukan tentang ulang tahun Lydia.
"Hah, bagus rencana. Lumayanlah. Gua apresiasi. Lumayan terkejutlah," kata Lydia dalam hati.
Bu Hayama ke depan kelas. "Anak-anak hari ini ibu sedang ada rapat bersama kepala sekolah. Jadi selama pelajaran jangan ada yang berisik, kerjain tugasnya. Saya minta tugas kumpul di Lydia. Semua harus ngumpulin. Kalau satu tidak ada yang kumpulin salah Lydia."
__ADS_1
"Kok saya Bu. Ibu lagi adain rencana kan? Ibu kerjasama dengan murid sekelas. Terus nanti ada yang gak ngerjain. Terus saya di salahin. Terus ibu hukum saya. Terus saya nangis. Eh dikasih kejutan ultah. Gitukan rencananya?" Lydia memang manusia cerdas. Ia tidak bisa ditipu.
"Oh kamu ultah hari ini? Wah selamat ulang tahun ya Lydia. Rencana apa ya? Ibu pilih kamu karena Hilman ada acara seminar ketua kelas. Jadi ibu pilih kamu. Kamu kan wakil ketua kelasnya." kata Bu Hayama.
"Oh gitu ya. Maaf ya bu, saya kira rencana gitu," kata Lydia. "Tapi gua masih curiga. Jarang ada acara seminar ketua kelas. Ngapa harus hari ini? Curiga gua."
Ketika Bu Hayama keluar kelas. Semua murid sibuk mengerjakan tugasnya masing-masing. Lydia pun juga mengerjakan tugasnya yang lumayan banyak. Semua terlihat khusyuk dengan tugas dari Bu Hayama.
Suasana hening tiba-tiba berubah ketika dari pojok seorang siswi bernama Ghina membanting mejanya. "AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH" jeritan dari Ghina.
Semua mata langsung tertuju ke pojok belakang. Ghina melotot sambil menjerit kencang. Badannya mulai kejang-kejang. Tatapannya sangat tajam seperti dendam 1000 tahun.
Semua anak di kelas langsung ketakutan. Tapi sesuai peraturan tidak boleh keluar kelas. Dan tidak boleh berisik. Sedangkan anak cewek malah lari-larian sambil teriak ketakutan.
"Wendi... kayaknya dianya kesurupan. Bantu," kata Lydia yang sebenarnya gemetaran ketakutan.
Geng Lydia langsung menahan tangan dan kaki Ghina. Ghina seakan memiliki kekuatan dalam.
"Kemarin kalian mengganggu gua dan teman-teman gua. Kalian membuat kebisingan. Kemarin seharusnya adalah waktu berkumpul gua dan teman gua!" kata Ghina sambil melotot dan kejang-kejang.
"Maksudnya apa sih?" kata Lydia bingung.
"Kemarin kan kita gunain kelas setelah pulang sekolah buat kegiatan ekskul," jelas Hilman.
"Ngapain lu gunain kelas. Lagian ekskul apa sih?" Lydia tambah bingung.
"Lihat pembalasan dendam gua. Teman-teman gua akan merasuki semua murid yang ada disini!" teriak Ghina yang kerasukan.
"Wendi bantu! Gua gak bisa. Lu kan bisa komunikasi sama teman lu," kata Lydia keringat dingin.
"Mereka termasuk teman gua. Gua gak bisa. Mereka udah marah!" kata Wendi.
"Gua pengen mencekik kepala lu!" tunjuk Ghina kepada Lydia. Semua yang kesurupan pun langsung tertuju ke arah Lydia.
"Ah gua harus lari!" Lydia berusaha lari menuju pintu depan untuk meminta pertolongan ke guru agama.
"Semuanya serbu Lydia!" komando dari Ghina yang dirasuki ketua geng hantu. Semua murid seperti zombi mendekati ke arah Lydia.
"Ahhhhh!" Teriak Lydia. Lydia langsung menarik tangan Wendi. "Ayo Wen, kita harus selamatkan diri kita!"
"Apa lu kata? Gua juga pengen bunuh diri lu!" tatapan Wendi berubah juga. Dia sepertinya sudah kesurupan.
"Yahhh, tinggal gua. Sisa hantunya janganlah rasuki tubuh gua! Awas aja!" Lydia langsung berlari kearah pintu kelas. Tetapi pintu kelas di cegah oleh Desy.
Jalan satu-satunya adalah melewati jendela. Lydia langsung melompat ke jendela. Ketika ingin keluar jendela kaki Lydia langsung di tahan oleh semua murid.
"Jangan bunuh gua!!! Gua masih ingin hidup. Ada Ibu gua. Gua pengen kuliah juga. Terus nanti gimana nasib pacar dan teman-temanku tercinta!" Lydia menangis kencang.
"Lu harus mati!" kata semua murid kompak!
__ADS_1
"TOLONG!!!!!!!!!!! SESEORANG TOLONG!!!!!!!!!!" teriak Lydia keluar jendela.
Seketika pintu kelas ada yang dobrak. Dan dia adalah... TAMA! Lydia langsung menjerit sambil menangis ke arah Tama.
"Tama tolong gua, mereka ingin bunuh gua!" Lydia menangis sambil ketakutan.
"Gak!" tolak Tama dengan muka jahat.
"Kenapa? Tama tolong!"
"Kita putus sekarang!" kata Tama menohok.
"Please apa salah gua! Maafin gua. Please tolongin gua. Jangan ngomong yang aneh-aneh dulu!" Lydia menangis dan memohon.
1
2
3
Hilman dan Bu Hayama membawa nasi tumpeng Segede gaban. Tama dan semua murid di kelas langsung tersenyum. "SURPRISE!!!!"
"SELAMAT HARI LAHIRAN LYDIA! WE LOVE YOU!" Semua kompak memberikan ucapan selamat.
"Jadi... jadi.... ohh jadiiii!" kata Lydia sambil berpikir.
"Iya iya semoga ulang tahun lu ini berkesan sepanjang sejarah. Rencana kita berhasil!" kata Hilman sang ketua kelas.
"Ah gua tertipu... lumayan lah rencananya. Ketebak!" kata Lydia sok pintar.
"Yeu bilang aja tadi mewek ketakutan. Gak nyangka kalo ini rencana dari kita-kita," kata Desy.
"Iya deh rencana kalian the besto!" Lydia mengacungkan jempol.
"Ayo potong tumpengnya!" kata Ridho.
Lydia memotong tumpengnya. Lalu memberikan kepada pacar satu-satunya tercinta.
"Ini untuk orang kesayangan Lydia. Pacar terbaik di dunia," Lydia memberikan tumpengnya ke Tama.
"Terima kasih Lydia. Semoga kamu sehat selalu. Dan selalu dicintai semua orang. Tetap jadi Lydia yang ceria, lebay, dan baik hati," kata Tama.
Ketika momen romantis berubah. Bu Hayama masih membawa kue ulang tahunnya. Bu Hayama langsung menempelkan kue ulang tahunnya ke muka Lydia.
Ekspresi Lydia 😑
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
**Wah Lumayan lama juga ya gak update. Maaf banget ya para readers. Jadi aku nulis Part ini, nah kehapus dong. akhirnya aku males banget nulisnya. Sekarang lagi mood nulis. Semoga kalian suka sama Part ini. Jangan lupa kalian vote, like, komentar, dan pencet lovenya berkali-kali.
__ADS_1
Tunggu bab berikutnya yang lebih seru dan tentunya lucu. Love you guys!😘**