Cinta Komedi

Cinta Komedi
SEASON 2 | EPISODE 2 SELINGKUH


__ADS_3

"Jeng... Jeng...Jeng! Jeng! Welcome to my class! Tepuk tangan semua," sambut wali kelas baru dengan antusias. Wali kelas itu sangat antusias dan alay, sedangkan seluruh murid hanya tercengang.


"Anyeong Haseyo semua. Ibu yang bakal jadi Wali kelas kalian. Perkenalkan nama Ibu Hayama Sawayama. Ibu asal Jepang. Tetapi tinggal di Indonesia sejak kecil. Ibu yang mengajar Bahasa Indonesia. Ibu suka banget Korea. Muka ibu katanya kayak orang Belanda. Kebetulan Ayah saya itu dari Turki. Salam kenal semua," mendengar cerita dari Bu Hayama yang lain hanya menggaruk kepala.


Terlintas di benak Lydia. "Ngajar Indonesia, asal Jepang, muka western, sukanya Korea, keturunan Turki. Bingung Hotel Trivago!"


"Karena kalian itu dari kelas sepuluh yang sama. Mungkin kalian belum kenal dengan anak baru. Kita kedatangan murid baru nih. Dia dari Amerika. Silahkan masuk."


Murid dengan muka Amerikanya. Tinggi badannya memang mencolok. Warna kulitnya putih. Dia memang tampan. Dia berjalan dengan sok keren depan kelas. Ketika berjalan tangannya disaku, mungkin agar terlihat cool. Tampangnya memang seperti ice boy. Kayaknya dia bakal jadi incaran semua makhluk di sekolah, bahkan makhluk halus dan benda tak bernyawa.


"Ayo perkenalan dirinya muridku tertampan," kata Bu Hayama kayak lagi fangirlan.


"Halo semua. Perkenalkan diri gue yang tampan seantero jagat raya. Kesempurnaan gue tiada tandingnya. Semua cewek pasti suka gak ada yang gak suka. Gue berbakat dan baik hati serta tidak sombong. Terima kasih," kata cowok itu kemudian diam.


"Boleh saya duduk Bu?" tanya cowok itu.


"LO BELUM KASIH TAU NAMA!!!" teriak seluruh murid kompak. Sedangkan cowok itu langsung menggaruk kepalanya malu.


"Oh iya lupa. Dan satu lagi sebagai tambahan. Gue bakal terkenal disini. Gak akan ada yang menyaingi. Terima kasih." lanjutnya.


"Ayo kita tampol berjamaah yukkk!" Kata murid sekelas tambah kesal.


"Oh iya maap gue lupa. Perkenalkan nama gue Zidan Alatas. Terima kasih. Boleh saya duduk Bu? Dengan siapa?"


"Hemmm... tuh sama Lydia. Dia duduk sendirian." kata Bu Hayama.


"Bu, saya duduk sama Hilman. Dia lagi di kamar mandi," penolakan dari Lydia.


"Pindahin tas dia aja ke belakang. Ibu merestui kamu sama Zidan. Kalian cocok." Kata Bu Hayama.


"Ih Ibu saya kan udah punya pacar. Lagian juga saya gak suka duduk sama cowok lebay! Ih manusia lebay!" Oceh Lydia.


"Selingkuh aja sih. Si doi juga gak liat. Udah cepat duduk sana sama Lydia," Bu Hayama mendorong paksa Zidan untuk duduk sama Lydia. Mohon jangan ditiru kelakuan Bu Hayama ini.


Ketika Zidan duduk di samping Lydia. Lydia hanya cemberut. Ia tidak suka dengan kehadiran Zidan. Karena Zidan memiliki kepedean melebihi dirinya sendiri. Lydia tidak boleh kena hasutan ketampanan Zidan. Dan jangan sampai ia tergoda imannya.


"Hai Lya salam kenal gue Zidan. Sekarang kita teman sebangku. Tolong kerja samanya ya," sambutan hangat dari Zidan.


"Iya, duduk sama gue harus ada persyaratannya," kata Lydia.


"Apa tuh?" tanya Zidan penasaran.


"1. Jangan sentuh gua setitik pun kulit gua. 2. Jangan naruh peralatan apapun di area meja gue. 3. Jangan minjem peralatan tulis gue. Bolehnya gue yang minjem. 4. Tidak boleh meminta makan gue. Bolehnya gue yang minta. 5. Jangan ngobrol ketika gue fokus belajar. 6. Tidak boleh buang air disini," Lydia menjelaskan sampai 100 peraturannya.

__ADS_1


"Bu Hayama... boleh gak saya pindah!" teriak Zidan menyerah.


"Tidak boleh wleee," kata Bu Hayama.


Selama jam pelajaran pertama yang membosankan. Keadaan Lydia dan Zidan sangatlah canggung. Mereka tidak berbicara sepatah katapun.


Zidan melirik ke arah Lydia dengan hati-hati. "Eh Lydia itu ada serangga di pipi kanan kamu."


"Mana? Sebelah mana?" Lydia berusaha mengambilnya. Tetapi tetap tidak bisa mengambilnya. "Mana sih kok gak keambil. Ambilin dong."


Zidan mengambil semut itu dengan mendekatkan diri nya supaya jelas. Dari depan terlihat seperti orang ciuman. Yang lain hanya menyaksikan dengan seksama.


"Eh kalian baru kenal udah cium-cium aja ya," kata Bu Hayama.


"Nah nih semutnya. Gue buang ya." kata Zidan.


"Oh makasih. Semutnya kita injek yuk. Dia udah menginjek kepala gua. Gak sopan." Kata Lydia tidak berperikehewanan.


"Oh dikirain lagi ngapain." kata Bu Hayama.


Bel istirahat berbunyi. Menandakan seluruh siswa harus menghentikan kegiatan belajar. Lydia biasanya menunggu Desy untuk meminta bekalnya. Semoga Desy membawa lauk yang banyak.


"Lo gak ke kantin?" tanya Zidan.


"Kok gak modal sih," kata Zidan sinis.


"Lah terserah gue. Gue kan emang miskin." Jawab Lydia ikut sewot.


"Mau gue traktir kantin aja?" tawaran dari Zidan.


"Okeeee," kata Lydia nyengir. Makan gratis!


Mereka berdua berjalan ke kantin bersamaan. Mereka banyak digosipin oleh cabe-cabean, makhluk halus, dan tumbuhan. Pesona mereka memang luar biasa. Lydia yang memang sudah terkenal pasti tidak heran. Ditambah lagi Zidan yang menjadi bibit emas sekolah. Sekolah diguncang oleh makhluk terkenal.


"Lo makan apa? Bebas milih kok," tanya Zidan.


"Ah beneran. Gratis kan? Hm gue mau satu-satu dari nasi uduk Mak Ijah sampe batagor Mas Igor."


"Ok! Gue ini kan kaya raya. Jadi tenang aja," kata Zidan.


"Eh, tapi nanti pacar gue marah kalo gue makan sama cowok lain," pikir Lydia.


"Lo juga punya temen cowok kan di kelas. Anggap aja gue temen lo juga. Masa iya pacar lo gak bolehin kamu main sama temen."

__ADS_1


"Oh iya juga ya. Kan gua juga punya temen kayak Hilman, Wendi, sama Rido. Ketika gua main sama mereka pacar gua gak marah. Yaudah kita berarti bebas jalan berduaan," kata Lydia polos.


Mereka duduk di kursi tempat lapak nasi uduk Mak Ijah. Senang sekali Lydia bisa makan gratis hari ini. Ternyata Zidan anak yang baik. Kita harus manfaatkan kebaikan Zidan.


"Nasi uduk Mak Ijah itu paling enak loh. Lo harus sering deh mampir disini," kata Lydia yang mengunyah nasi uduk.


"Oh gitu. Nanti gue sering kesini deh. Sama lo juga ya. Gue kan belum punya temen di sekolah ini."


"Oh iya lo itu asal sekolahnya dimana?" tanya Lydia sok akrab.


"Gue dari Amerika. Kebetulan Ayah gue ada urusan bisnis di Indonesia. Gue jadi ikut juga."


"Wah... can you speak English?" Lydia sok bisa bahasa Inggris.


"Oh of course, I can speak English very well. But I can speak Indonesian too. Now I learn so many languages, Korean, Japan, and Chinese. I'm so interested with languages."


"Wow.... ternyata asli, bukan bule KW," Lydia hanya tepuk tangan melihat Zidan yang fasih berbahasa Inggris.


"Lydia itu keringat kamu mau menetes. Nanti kena makanan," kata Zidan yang melihat keringat di pipi Lydia.


"Mana?" Lydia meraba-raba kulit wajahnya.


"Nih biar gue yang bersihin." Zidan menghapus tetes keringat di wajah Lydia.


Tiba-tiba Tama yang sedang membawa batagor melihat keberadaan Lydia dan Zidan. Tama melihatnya dengan melotot. Mengapa mereka bisa berduaan, mesra banget lagi. Pakai ada acara pegang-pegang muka lagi.


"Hmmmmmmm," Tama berdehem panjang untuk menghentikan aktivitas Lydia dan Zidan. Mereka berdua terciduk.


"Ah pacar gua Tama. ****** gua," kata Lydia pelan ke arah Zidan.


"Lya, ngapain lo berduaan sama dia?" tanya Tama.


"Dia mau traktir. Kan enak makanan gratis. Jadi harus terima dong," kata Lydia.


"Tapi lo taukan kalo lo punya pacar. Sama aja lo anggap gue gak bisa traktir lo!" Kata Tama. Sehingga membuat semua murid di kantin menyaksikan drama ini.


"Tapi kan dia anak baru. Dia sama aja kayak Hilman, Wendi, sama Rido. Cuma temen aja. Kita juga harus sambut anak baru," Lydia memang tidak peka.


"Lo gak paham juga ya... yaudah gue mau ke kelas. Nikmati makan berduaannya," kata Tama dengan nada penekanannya di kalimat akhir.


"Tama tunggu!" Teriak Lydia.


~•~•~•

__ADS_1


Drama ini masih berlanjut! Tunggu episode berikutnya!


__ADS_2