Cinta Komedi

Cinta Komedi
SEASON 2 | EPISODE 9 KELAS RAHASIA


__ADS_3

Halo semuanya. Sebelumnya perkenalkan dulu diri aku. Nama aku adalah Fino. Aku adalah murid dari SMAN Haru Biru. Aku itu bagian dari ekskul jurnalistik. Aku itu ngefans banget sama Kakak Kelas aku. Coba kalian tebak aja.


Jadi aku itu pemeran figuran. Kalian nanti lupain aja aku. Karena aku akan hempas di episode berikutnya. Aku hanyalah pemeran bayaran sehari aja.


Jadi sebenarnya gini. Aku dapat tugas untuk meliput kelas terbaik di sekolah ini. Kelas XI IPS 1 adalah kelas paling unggul dibandingkan kelas lain. Mereka memiliki nilai di atas rata-rata. Belum lagi dikabarkan banyak murid terkenal di dalamnya. Aku ingin meliput kegiatan apa yang mereka lakukan selama pelajaran.


Aku ngefans banget sama salah satu murid dari kelas tersebut. Dia murid paling terkenal. Murid paling tercantik sejagad raya. Semua makhluk mengenal dirinya. Manusia, hewan, benda, dan makhluk halus mengenal dirinya. Siapa lagi kalau bukan Lydia. Aku menganggumi Lydia. Sayangnya dia udah punya pacar :(


Ini akan menjadi pengalaman menarik meliput dan mewawancarai kelas unggulan. Sempat ada rumor mengatakan mereka itu murid berbakat.  Bahkan mereka memiliki potensi luar biasa dalam memajukan sekolah. Kalian tahu series 'The Gifted'? Mungkin saja mereka seperti itu.


Kelas XI IPS 1 memiliki Lydia. Lydia sepertinya memiliki kekuatan mistis, kecerdasan setara dengan Bill Gates, kekuatan seperti Avangers, dan kecantikan seperti bintang Hollywood. Bahkan murid yang lain juga hebat-hebat.


Kebetulan sebelum jam pelajaran mulai aku akan mengunjungi kelas tersebut. Dan beruntung aku sudah izin ke wali kelasnya untuk mengambil waktu 20 menitnya. Semua berjalan lancar. Aku pasti dapat berita menarik mengenai kelas unggulan itu.


Sebelumnya aku menaruh tas aku dahulu di kelasku. Lalu aku menuju kelas XI di gedung sebelah. Lumayan memakan waktu untuk mencapai gedung sebelah. Oh iya biar aku jelaskan mengenai sekolah Haru Biru ini.


Jadi Sekolah Haru Biru ini letaknya di Bandung. Gak usah spesifik nanti kepo. Haru Biru adalah SMA Negeri. Kita memiliki tingkat tiga. Dan gedung terbagi menjadi tiga. Bentuknya U. Gedung sebelah kanan khusus untuk kelas IPA. Dan gedung kiri khusus untuk kelas IPS. Sedangkan gedung depan adalah gedung utama seperti kantor, ruang TU, ruang OSIS, Perpustakaan, dan lain-lainnya. Kalau kantin ada di belakang gedung masing-masing.


Sekarang aku mau menyebrang ke gedung IPS. Aku ini jurusan IPA. Aku sebenarnya jarang menginjakkan kaki ke gedung IPS. Kata anak IPA, IPS itu gudangnya anak bandel. Kita sebagai anak IPA yang alim jadi takut menemui anak IPS yang katanya bandel itu. Tapi nyatanya kelas XI IPS 1 menjadi kelas terunggul dan terfavorit.


Ketika aku menginjakan kaki ke gedung IPS. Aku bisa merasakan sensasi berbeda. Ternyata suasana berbeda ketika memasuki gedung IPS. Aku bisa melihat mereka terlihat ramah, mereka mudah berbaur. Bahkan mereka bersosialisasi dengan baik. Memang IPS banget. Bahkan ada yang jualan keliling. IPS banget!


Kelas XI IPS 1 ada di lantai dua. Jadi aku harus menaiki tangga ke lantai dua dulu, sayangnya tidak ada lift disini (Lu kira mall😂) Aku tinggal lurus saja hingga dipojok sana.


Dari sini terlihat sekali pemandangan kelas XI IPS 1 sangat damai. Tidak ada murid yang keliaran keluar kelas. Sepertinya mereka sibuk dengan urusan belajar mereka yang ketat. Kita patut mencontohnya ya. Memang luar biasa kelas unggulan ini.


Kemarin aku dengar ada kabar kalau Lydia ingin ikut serta dalam pemilihan Ketua OSIS yang akan diselenggarakan Minggu depan. Tapi belum ada kabar kalau Lydia sudah mengirimkan formulirnya. Yang aku dengar ada anak IPA dari kelas XI IPA 1 bernama Ziva mendaftarkan juga. Mungkin akan menjadi pertarungan yang sengit.


Aku sudah mencapai pintu depan kelas XI IPS 1. Aku bisa membayangkan wajah-wajah berseri dan rupawan. Lalu sikap mereka yang baik hati. Dan kecerdasan mereka dalam menyikapi liputan dari aku. Tidak sabar menunggunya.


Aku mendorong pintu sambil memutar gagang pintunya. Suasana kelasnya...


"Ehhhhhhh lu jangan lempar skincare gue!!!! Mahal bodoh!"


"Majalah Bobo edisi baru keluar guys. Kita bisa baca berjamaah nih guys!"


"Tau gak guys gorengan Mbah lagi diskon dong. Jangan lupa di serbu."


"Eh nanti pas pelajaran olahraga ganti baju bareng yuk!"


"Woy, Tipe-X gua ilang. Gua udah ganti berkali-kali!"


"Gua besok mau bolos ah. Katanya ada obralan di pasar. Sendal jepit murah."


"Eh nyetel film di proyektor yuk. Mumpung lagi free class."


"Gua kemarin liat Kunti guys di belakang sekolah. Gua yakin temennya si Wendi tuh."


"Nyontek PR Sosiologi woyyy! Habis jam kedua tuh guru Dateng!"


Aku tidak bisa menahan ini. Inikah kelas unggulan itu. Mereka sangat liar! Aku dibodohi oleh rumor itu. Mereka cuma murid gila!


Kalian bisa bayangkan. Ada yang lagi main petak umpet. Ada yang lempar-lemparan skincare. Ada yang lagi ritual. Ada yang lagi bikin tutorial make up. Ada yang jungkir balik dan ada yang bengong! Ini kelas gila!


"Eh guys kita kedatangan adek kelas tuh," kata si rambut kribo.


Si rambut kribo langsung menghampiri ku ke depan kelas.

__ADS_1


"Ada apa dek? Kamu lagi nyari pacar kamu? Nih tinggal pilih aja," kata si Kribo.


"Oh perkenalkan nama aku Fino dari kelas X IPA 1. Aku dari ekskul jurnalistik. Ingin meliput kelas ini."


"Oh gitu. Nama gua Hilman. Ketua kelas XI IPS 1. Mau liput kita-kita ya. Ayo videoin aja," kata Hilman.


"Guys kita mau di videoin sama anak jurnalistik nih. Dandan dulu gih. Gaya yang cakep. Seragamnya gosok dulu. Ambil strikaannya di tas gua," lanjut Hilman.


"Kakak-kakak semua yang disini sudah membohongi semua murid di sekolah!" kataku menyuarakan kebenaran.


"Hah bohong apa?" tanya si cewek yang lagi make up.


"Kalian ini murid unggulan kan? Kalian punya kekuatan atau potensi? Terus kalian itu memiliki kecerdasan seperti Albert Einstein. Ngapa kalian kayak orang gila?" tanyaku lantang.


"Eh ambil golok guys. Kita hempaskan adek kelas itu!" kata si cewek yang bikin tutorial make up.


"Eh tunggu dulu guys. Jangan emosi. Emangnya siapa yang bilang kayak gitu?" tanya Kak Hilman.


"Aku denger rumor dari anak IPA. Kalian semua itu murid berbakat. Jadi kalian itu istimewa. Makannya kalian kelas unggulan," kataku.


Hilman langsung tersenyum. Ia langsung menghampiri cewek yang sedang membaca buku di sana. Dan ketika bukunya dibuka. Ternyata dia Lydia. Wah cantik sekali. Dia berbisik ke Lydia.


Lydia langsung memanggil gengnya yang terdiri dari cewek berkacamata, cowok ganteng, si Kribo tadi, cowok misterius, dan cewek kayak cabe-cabean. Mereka sepertinya lagi berdiskusi


Mereka langsung menghampiriku ke depan kelas.


"Perkenalkan dulu teman-teman gua. Gua udah taukan tadi. Inilah mereka!" Kata Hilman.


"Hai nama gua Rido. Salam kenal." Kata si cowok ganteng itu.


"Hai nama gua Seli," kata si cewek kayak cabe-cabean.


"Hai nama gue Desy," kata si cewek berkacamata.


"Nama gua udah Taulah," kata si Cantik Lydia.


"Salam kenal Kak, aku Fino."


Hilman langsung menatapku. Sepertinya dia ingin menyampaikan sesuatu. "Jadi gini. Ini adalah rahasia besar. Tidak ada yang tahu tentang kekuatan kita. Sebenarnya kita berpura-pura jadi gila tadi. Kita harus menyimpan rahasia ini."


"Rahasia apa itu Kak?" Tanyaku penasaran.


"Jadi kita memang seperti yang di rumorkan. Kita memiliki kekuatan masing-masing. Tapi sebelumnya kamu harus berjanji merahasiakan ini," ucap Hilman.


"Tapi kak, aku butuh buat berita harian. Aku harus beri tahu kebenaran tentang kelas ini. Aku itukkan mulutnya ember," kata Fino.


"Yaudah kalau gitu. Kita gak akan izinin lu ngeliput kelas ini. Dan kita gak akan pernah ngasih tahu rahasianya. Ini rahasia menarik sekali. Tidak ada yang mengetahuinya. Oke lu boleh keluar sekarang!" kata Hilman.


"Oke... oke aku akan jaga rahasia ini. Aku janji. Aku gak akan ganti isu beritanya. Tapi kasih tau aku rahasianya."


"Oke kalau gitu. Jadi kepala sekolah adalah dalang dari semua ini. Beliau menyuntikkan cairan kimia ke diri kita. Kita kira awalnya cuma vaksin rubella, taunya cairan potensi kekuatan. Kita disuruh menjaga rahasia ini. Kita awalnya mengelak. Tapi kita tahu pasti potensi ini untuk masa depan kita dan kemajuan sekolah. Jadi kita manfaatkan." Kata Hilman serius.


"Wah jadi kekuatan Kakak semua pasti beda-beda ya. Hebat!" kataku mengagumi rahasia besar itu.


"Gua Ridho. Gua memiliki kemampuan telekinesis. Yup gua bisa menggerakan benda dari jarak tertentu. Mau liat," Kak Ridho langsung menjatuhkan buku di pojok bangku sana.


"Wah hebattttt!" aku memberikan tepuk tangan apresiasi.

__ADS_1


"Kalau gua Wendi. Kemampuan berkomunikasi jarak jauh. Mau lihat?" Kak Wendi yang dari tadi komat-kamit langsung komat-kamit lagi.


"Iya Wen, nanti gua beliin bakso!" kata murid diujung sana.


"Wahhh... kakak bisa komunikasi lewat pikiran ya. Hebattttt...."


"Gua Seli. Kemampuan gua yaitu bisa melihat dari jarak jauh. Mau lihat?" Kak Seli melotot.


"Bimo lu pake ****** warna kuning ya?" tanya Serli.


"Eh tau dari mana lu?" jawab Bimo.


"Wahhhhhhhhh hebattttt banget Kak Seli. Bisa melihat daleman pula."


"Kalau gua Desy. Gua bisa melihat keadaan cinta mereka dengan kacamata super ini. Mau liat?" Kak Desy sekarang yang beraksi.


"Eh Ronald, lu lagi suka sama Susi kan?" tanya Desy.


"Eh lu mah jangan di bongkar dong rahasia gua." kata anak yang bernama Ronald.


"Wah hebat bangetttt....." aku sangat kagum. Terakhir tinggal Lydia. Sepertinya dia yang paling hebat.


"Gua Lyida. Kemampuan gua adalah meniru kekuatan mereka semua. Mau liat?"


Kak Lydia menirukan kekuatan dari sebelumnya. Dia ternyata bisa. Hebat sekali.


"Wah Kak Lydia hebat banget. Aku kagum banget. Aku tambah ngefans sama Kak Lydia."


"Nah sekarang udah taukan rahasia kita? Kalau gua sih memiliki kekuatan menjadi pemimpin. Semua yang gua perintahkan akan nurut. Jadi hati-hati ya. Yaudah lu boleh ke kelas sekarang. Kita juga bakal ada guru masuk sebentar lagi."


"Oke terima kasih kak. Beritanya nanti aku ganti jadi berita Kak Lydia daftar OSIS. Aku akan jaga rahasia ini. Kakak semua hebat. Aku pamit ya."


Aku meninggalkan kelas istimewa itu. Walaupun aku tidak bisa mengungkapkan kebenarannya. Tapi aku senang bisa mengetahuinya. Aku bangga menjadi pemeran figuran.


~•~


Suasana kelas tiba-tiba kembali menjadi tawaan. Semua tertawa mengakak ketika Fino keluar kelas.


"Dia gampang ditipu guys," kata Hilman sambil tertawa.


"Tapi kasian juga dia. Tapi seru banget ngerjain dia. Dia percaya aja sama kekuatan super😂 Haha" kata Lydia ketawa ngakak.


"Mukanya polos banget. Aku tidak tega. Ternyata ada yang masih percaya kekuatan super," kata Seli.


"Bagus Wen, atas bantuin supranatural lu kita jadi bisa ngerjain tuh bocah😂" kata Hilman.


"Eh tunggu dulu. Bukannya Wendi itu real punya kekuatan supernatural?" tanya Lydia sambil berpikir.


"Oh iya juga ya?" semua langsung berpikir berjamaah.


~•~•~•~•


Hai kembali lagi dengan Author kece ini. Gimana nih sama Part ini? suka?


Btw guys, kalo mau tanya-tanya kalian bisa dm. Terutama follow Instagram aku @ghoni_adim.


Jangan lupa like dan votenya.

__ADS_1


__ADS_2