Cinta Komedi

Cinta Komedi
EPISODE 9 SUKA SAMA LO!


__ADS_3

Semua bisa berubah dalam waktu sekejab


-Lydia


***


CAHAYA sinar matahari pagi menyoroti tempat tidur Lydia. Lydia bangun dalam keadaan kusut dan kumal. Dia langsung beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil seragamnya yang sudah dilipat rapih. Lalu ia ke kamar mandi membersihkan diri.


Sekarang penampilan Lydia sudah perfect. Syalnya sudah dibuang, walaupun butuh waktu yang lama untuk memikirkannya. Seragamnya sudah rapih dan baru. Rambutnya lurus dan tidak acak-acak. Lydia sudah sangat siap!


Lydia ke meja makannya untuk sarapan bersama ibunya. Sekarang keadaan ekonomi keluarganya membaik, meskipun ibunya masih buruh tani. Duit hasil lomba Lydia digunakan untuk buka usaha kecil-kecilan disekitar perkebunan tempat ibunya berkebun. Sekarang untuk makan sudah berkecukupan.


"Jualannya laku kan bu?" tanya Lydia sambil mengunyah nasi goreng.


"Alhamdullilah laku. Temen kerja ibu mau beli gorengan. Katanya enak."


"Maaf ya bu, Lya belum bisa bantu jualan."


"Modal jualan dari hasil lomba kamu. Seharusnya ibu berterima kasih sama kamu."


"Lya udah selesai. Lya berangkat ya Bu," Lydia lalu salam ke ibunya dan berangkat sekolah.


📝📝📝


Lydia berjalan sambil membaca buku puisi. Inilah tingkat kesulitan Lydia, ia harus berfokus membaca dan melihat jalan. Untung jalannya hanya lurus dan tidak terlalu banyak kendaraan lewat.


"Itukan Lya ...."


"Itu Lya ... yang lagi viral!"


"Cantik banget ternyata ...."


Semua menatap Lydia yang lagi berjalan sambil membaca buku. Dari tukang bubur, tukang parkir, sampai bapak-bapak yang lagi nongkrong sibuk membicaran Lydia. Lydia tetap saja fokus membaca tanpa mengubris banyak orang.


Tidak disadari Lydia sudah sampai di depan gerbang sekolah. Ia masih membaca buku puisinya sambil berjalan ke dalam sekolah.


Ada yang menghalangi Lydia berjalan. Lydia ke kiri orang itu mengikutinya. Lydia ke kanan tetap sama. Lydia menutup bukunya dan menatap orang tersebut.


"Lo??? Ngapain ngalangin gue? Udah puas ngejelekin gue kemarin?" orang itu yang kemarin dihalangi Lydia saat bermain petak umpet.


"Gue mau minta maaf," jelas orang itu.


"Udah gue maafin minggir!"


"Nama gue Reza."


"Oke, minggir!" Lydia masih gondok dengan Reza.


Lydia berjalan melewatinya. Reza masih tetap mengikutinya dan berusaha berbicara dengan Lydia.


"Lya, minta nomer lo," kata Reza.


"Cih, gak usah sok kenal sama gue. Kemarin lo hina gue. Sekarang minta nomer. Gak jelas!" Lydia tetap berjalan menuju kelas.


"Lya, please, gue minta maaf banget, gue suka sama lo," bujuk Reza langsung terang-terangan.


"Apaan sih, udah gue maafin. Gue mau ke kelas dulu."


"Nanti istirahat ke kantin bareng ya, sekalian mau menebus kesalahan gue," kata Reza.


"Dikit lagi masuk nih. Udah ya ikutin guenya," Lydia mulai kesal karena Reza masih saja menghalanginya.


"Jawab dulu, lo mau ke kantin bareng gue gak?"

__ADS_1


"Gak!" Lydia menolak mentah-mentah.


"Yaudah nanti istirahat gue jemput. Gue akan berusaha."


Sungguh aneh tapi nyata. Reza tiba-tiba datang dengan sikap yang aneh. Dalam sehari Reza bisa berubah menjadi suka dengan Lydia.


Lydia masuk ke dalam kelasnya. Semua murid langsung menyambutnya antusias. Lydia tidak menyangka memiliki teman sekelas yang kompak dan selaku mendukung satu sama lain.


"Selamat ya Lya, lo udah viral! Lo udah terkenal di seluruh Indonesia," sambut Hilman.


"Yeayyy! Gue seneng temen gue udah terkenal," teriak Rido.


"Terima kasih semua, gue gak akan pernah melupakan kalian semua," Lydia tampak berseri dan senang sekali.


Lydia duduk di kursinya lalu menaruh tasnya. Sebentar lagi jam pelajaran pertama. Masih ada sedikit waktu untuk membaca buku.


"Hai Lya ...."


Lydia langsung menoleh ke arah suara. "Lo! Ngapain lagi kesini?"


"Gue minta nomer hp boleh?" kata Reza.


"Gak!"


"Gue suka sama lo, mau jadi pacar gue?" kata Reza.


Semua murid di kelas langsung kaget. Mereka malah kepo melihat Reza yang tiba-tiba menembak Lydia.


"Gak!" gertak Lydia.


"Gue akan terus berjuang. Yaudah minta nomer HP lo ya."


"Gak! Sana dikit lagi jam pelajaran pertama," bentak Lydia dingin.


Reza dengan muka yang lemas dan pasrah meninggalkan kelas Lydia. Semua murid di kelas X-1 masih sibuk membicarakannya. Sungguh malang nasib Reza yang ditolak mentah-mentah dengan cara yang dingin dan mengenaskan.


📝📝📝


"Selamat pagi anak-anak. Keluarkan PR cerpen kemarin ya."


"Kumpulkan sekarang."


Semua murid mengumpulkan buku tulisnya. Lydia masih sibuk mengorek tasnya. Buku tulisnya tidak ada. Pasti dia akan kena hukuman.


Bu Tari menghitung jumlah buku tulis. "Ini kurang satu. siapa yang tidak mengerjakan tugas?"


"Saya Bu ...." Lydia mengangkat tangan pasrah. Semua yang ada di dalam kelas kaget dan tidak percaya.


"Tugas membuat cerpen sangat mudah. Tapi sekarang kamu jadi malas. Cepat berdiri di depan kelas sambil mengerjakan cerpennya."


Lydia berjalan keluar kelas tidak semangat. Mana mungkin buku yang sudah ia siapkan bisa hilang begitu cepat. Lydia hanya pasrah menjalani hukumannya.


Selang beberapa jam Lydia selesai mengerjakan tugasnya dan masuk ke dalam kelas. Lalu Lydia duduk lega di kursi kesayangannya.


"Iuran buat bayar kipasnya mana Hana?" Bu Tari menagih duit iuran ke bendahara.


"Sebentar Bu," Hana mencari ke dalam tasnya. Kelihatannya Hana panik, karena tidak menemukan duitnya.


"Duitnya hilang Bu, tadi ada di tas saya. Saksinya Seli teman sebangku saya."


"Iya Bu tadi ada kok pas belum jam pertama," kata Seli.


"Bagaimana kalo kita cek tas semua yang ada di kelas?" kata Hana.

__ADS_1


"Semuanya Ibu akan cek satu-satu tas kal-"


"Nih ketemu ada di tas saya," Lydia menemukan duit tersebut.


"Kok ada di lo sih, kok bisa?" Hana masih kebingungan.


"Lya, Ikut saya ke kantor," kata Bu Tari.


"Tapi ... tapi ...."


"Tidak ada tapi-tapian cepat ke kantor," kata Bu Tari yang mulai tegas.


📝📝📝


Pulang sekolah Lydia dalam keadaan gundah dan kurang semangat. Energinya seperti sudah habis. Hari ini sangat sial sekali bagi Lydia. Desy hanya melihat kasihan terhadap Lydia.


"Ngapa hari ini sial banget. Kurang kerjaan banget orang yang jahilin gue. Awas aja sampe ketahuan, bonyok tuh orang," ujar Lydia.


"Sabar ya Lya, ini hanya cobaan. Kita harus mencari tahu orang yang jahilin lo," kata Desy.


"Gimana gue gak sabar. Dia udah bikin gue dimarahin Bu Tari. Untung aja Bu Tari maafin gue tadi."


"Menurut lo siapa pelakunya Des?"


"Kalo menurut gue ya, temen sekelas kitalah. Kalo gak orang yang masuk ke dalam kelas kita pagi tadi."


"Temen sekelas kita gak mungkin banget. Mereka semua sayang gue. Oh iya, si Reza tadikan ngintilin gue."


"Nahh.. Kayaknya tuh," jelas Desy.


Lydia dan Desy melanjutkan jalannya sambil membaca buku bersama. Biasanya satu buku satu orang, tetapi mereka membaca satu buku untuk bersama.


Mereka sangat kompak berjalan bersama sambil membaca buku. Inilah namanya konsentrasi tingkat tinggi. Dimana harus konsentrasi membaca, berjalan, dan mengatur keseimbangan.


"Lya ...." suara laki-laki yang sudah sangat khas dan baru-baru ini didengar yaitu Reza.


Lydia dan Desy kompak menatap Reza. "NGAPAIN LO!"


"Minta nomer lo. Gue suka sama lo Lya," kata Reza.


"Hilih ... lo mau nyari ribut lagi sama gue? Lo yang nyuri buku tulis gue kan? Lo juga yang naruh duit iuran kan?" gertak Lydia.


"Nggak kok, lo kan liat sendiri pagi gue cuma ngomong sama lo, gue gak ngambil buku lo kok. Terus gue gak naruh duit iuran ke dalam tas lo. Kan lo liat sendiri."


"Iya juga ya. Lo kan pas pagi fokusnya ke gue doang," Lydia mulai berpikir keras.


"Yaudah awas! Gue buru-buru nih mau pulang."


Reza mencegah Lydia berjalan. "Please minta nomer lo. Gue suka sama lo. Siapa tau gue bisa deket sama lo."


"Lo mau nomer gue?" tanya Lydia demgan nada menantang.


"Mau banget!"


"Lo harus mencari dengan cara lo sendiri. Kalo lo mau gue terima jadi pacar gue. Lo harus berjuang dong, buat hati gue suka sama lo."


"Oke gue akan berjuang," Reza menjawab dengan semangat merdeka.


TERIMA KASIH YANG SUDAH MEMBACA


TERUS VOTE DAN KOMENTAR


WAH BANYAK TOKOH BARU NIH PADA HAFAL GAK?

__ADS_1


JIKA VOTENYA BANYAK INSHA ALLAH AKAN LANJUT.


SEMOGA LANCAR DAN BANYAK YANG BACA.


__ADS_2