Cinta Komedi

Cinta Komedi
SEASON 2 | EPISODE 4 AKU JELEK!!!


__ADS_3

Hallo apa kabar? Seneng gak nih langsung updatenya cepet. Kalian jangan lupa komentarnya ya. Like. Doain authornya agar lancar kuliahnya ya. Semoga kalian tetap suka sama novel receh ini. Selamat membaca!😉


~•~


KETIKA memulai pelajaran Lydia masih terus menangis. Bu Hayama malah kepo untuk menghampiri Lydia. Begitupun semua murid langsung ikut nimbrung menghampiri Lydia.


"Lydia kamu kenapa? Jangan sedih terus. Kita mau lanjut pelajaran nih," kata Bu Hayama.


"Dia selingkuh. Tama selingkuh. Sama cewek cantik banget lagi!" Teriak Lydia.


"Tuhkan apa ibu kata. Pasti pacaran itu ada yang namanya selingkuh. Kayak kamu kemarin sama Zidan. Impas tuh," kata Bu Hayama kejam.


"Ah ibu malah bikin tambah sedih," balas Lydia.


"Oh iya ngapa ini bangku kosong? Kok gak ada orang nya?" Bu Sawayama penasaran. Karena bangku yang ia duduki tidak ada orang sebelumnya.


"Itu bangkunya Desy. Dia lagi ke kamar mandi kali hiks," jawab Lydia masih sambil menangis.


Bu Hayama berpikir kembali. "Ngapa lama amat? Hampir setengah jam loh!"


"Wen, minta bantuan temen makhluk halus lo. Coba liat keadaan Desy. Hiks," kata Lydia masih menyeka ingusnya.


Tunggu dulu sebentar. Wendi langsung komat-kamit. Matanya merem melek. Tiba-tiba Wendi melotot sambil mengangkat tangannya. Masih sambil komat-kamit. Semua murid yang lihat hanya menganga.


"Kata temen gue. Desy di kamar mandi lagi nangis. Terus siram kepalanya. Dia hampir nyelupin kepalanya ke ember," terawang dari Wendi.


"Wah... ayo cepet samperin Desy," kata Ridho.


"Gengnya Lydia, kalian silahkan urus teman kalian. Ibu minta bantuan kalian. Ayo..." kata Bu Hayama.


Lydia, Wendi, Hilman, Ridho, dan Seli bergegas ke kamar mandi. Untuk sesaat Lydia berusaha tidak sedih dulu. Demi teman satu-satunya. Tidak biasanya Desy melakukan hal aneh seperti ini. Pasti ada hal yang tidak-tidak.


"Kalian yang cowok tunggu sini. Kita yang cewek aja yang masuk kamar mandi. Bantu doa aja," kata Lydia.


"Siap BOS!" kata para cowok kompak.


Lydia menggedor satu persatu pintu kamar mandi cewek sambil teriak nama Desy. Hingga pintu terakhir. Pintu yang terkunci dan suara air keran yang masih menyala. Lydia langsung menggedor dengan kuat.


"Des, lu disitukan ayo keluar. Kita bahas bersama. Jangan sedih lagi. Kita teman," kata Lydia teriak dari pintu kamar mandi.


"Gue sakit hati... gue butuh sendiri please! Hiks hiks," Desy sesenggukan ketika menanggapi Lydia.


"Yang sabar Des. Kita bisa bantu nenangin. Kita teman. Ingat! Teman tetap teman. Baca lagi deh di episode 18. Waktu itu lu juga mewek!" ujar Seli jujur.


"Tinggalin gue disini. Gue mau mati aja. Gak guna gue hidup begini!" Desy masih menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


Lydia membisikkan sesuatu ke Seli. "Gak ada cara lain. Kita dobrak pintunya. Ayo Sel dobrak dengan kekuatan super lo!"


Seli langsung menendang pintu kamar mandi. Dan pintu langsung terbuka. Di dalam Desy sedang menangis sambil menutupi wajahnya dilulut. Sungguh kasihan Desy. Lydia dan Seli terpaksa membopong Desy ke depan kamar mandi untuk bicara.


Geng tensmart duduk melingkari Desy. Desy siap untuk diinterogasi. Masalah akan terpecahkan.


"Ayo bicara aja sama kita semua. Kita temen. Gak ada yang harus ditutupi. Kita selesaikan bersama," kata Lydia.


"Iya Des, jangan memendam sendirian. Selagi punya teman," kata Hilman sambil menggaruk rambut kribonya.


Desy menarik napas lalu menghempaskannya. Ia siap menjelaskannya. "Jadi... hiks. Jadi kalian tahu kan, Beni. Cowok kesukaan gue. Waktu berangkat sekolah gue ketemu dia di kantin. Kebetulan kantin masih kosong. Gue gak bisa memendam rasa suka ini terus, gue gak boleh jadi stalker terus. Akhirnya gue memutuskan untuk menyatakan cinta gue. Tapi nyatanya dia malah ngatain gue jelek. Gue gak selevel sama dia. Gue sakit hati..."


"Emang ya tuh Beni. Bocah ingusan. Sok kecakapan. Awas aja!" kata Lydia kesal.


"Nah berarti keputusan lo untuk menyatakan cinta tepat. Akhirnya lo tau juga sifat asli Beni. Sekarang lo harus kuat. Lupain cowok jahat kaya dia," kata Seli. Sesama cewek pasti langsung saling memahami.


"Katakan Aku jelek dan aku bangga! Kaya di Spongebob," saran dari Ridho.


"Jelek kok dibanggain. Cantik baru bangga!" kata Desy sewot.


"Jadi lo gak bangga sama muka lo?" tanya Ridho balik.


"Jadi maksud lo muka gue jelek?" Tanya balik Desy.


"Iya hehe. Jangan marah," jujur apa adanya dari Ridho.


"Bagus. Apapun yang terjadi. Kita harus mencintai diri kita sendiri sebelum kita bisa mencintai orang lain," nasihat dari Lydia.


"Tapi gue gak mau hidup gue sengsara terus. Gue dulu sering dibully karena jelek. Bahkan gak ada satupun cowok yang mau sama gue. Apakah gue harus seperti ini terus? Hidup susah dan jelek selamanya?" Desy termenung kembali.


"Oh iya gimana kalo lu ubah penampilan dan ikut perawatan." Kata Hilman.


"Nah betul tuh. Tapi siapa ya yang jago perawatan, jago dandan, modis, kekinian. Kalo Lydia dia emang cantik natural dan apa adanya. Dan Seli..." kata Ridho. Semua langsung melirik ke arah Seli. Yup, betul sekali. Disini Seli yang paling kekinian. Kecantikan ala remaja zaman sekarang.


"Oke, oke. Gue bantu sebisa gue." Gumam Seli terpaksa.


~•~


Lydia dan Desy sedang berada di rumah Seli. Seli masih maskeran dengan masker organiknya. Habis pulang sekolah mereka berniat untuk mengubah penampilan Desy.


Ayo mengingat kembali penampilan Desy.


Before:~~~


Desy adalah murid SMA dengan muka mengenaskan. Poninya hampir menutupi mata. Kacamata tebal seperti jengkol. Dan style kutu bukunya selalu menjadi ciri khasnya. Sekarang sudah ingat?

__ADS_1


"Oh iya guys. Kita sambil vlog di youtube channel gue ya. Sekalian bikin konten seru tentang tutorialnya menjadi cantik." kata Seli yang sudah mencuci mukanya.


Seli menyalakan kamera dan mic-nya. Ia akan memulai vlog pribadinya. "Hallo viewersku tercinta. Kembali lagi di channel unyu dan terhits. Gue Seli. Dan hari ini kita bakal bikin blog tentang tutorial menjadi cantik. Dan kebetulan gue membawa teman-teman tercintaku. Ada Lydia dan Desy. Say Hai guy!"


"Haiii" Lydia dan Desy kompak ikut bikin videonya.


"Nah guys. Kita akan merubah penampilan Desy nih. Kalo Lydia sudah cantik natural. Kalian masih inget Lydia kan, yang waktu itu viral? Hayo hayo lupa ya. Coba cek episode 8!" kata Seli.


"Nah pertama gue mau merubah dari wajahnya dulu nih. Kita akan merombak. Sebenarnya kulit Desy tuh udah halus dan putih. Cuma banyak yang harus dibedah," lanjut Serli.


"Pertama kita harus ubah tata rambut Serli. Rambut dia harus digerai ya. Kalo diuntel-untel kayak gini, kesannya kayak pembantu," Seli membuka kunciran Desy. Ia merapihkan rambut Desy yang bergelombang panjang. Poninya ia potong sedikit.


"Nah kalo kayak gini kan enak dilihatnya. Sekarang kita harus mencopot kacamata Desy. Kacamata nya ganggu banget," lanjut Seli.


"Tapi kan Sel, kalo gue copot. Nanti gue rabun." kata Desy polos.


"Desy, Desy, ketinggalan berapa abad sih. Nih pake softlens. Bisa loh untuk mata minus. Sini gue pakein"


"Aww aww jangan colok mata gue! Nanti kalo buta gimana?!" ujar Desy alay.


"Nah udah sepasang. Gak sakit kan. Sekarang butuh polesan sedikit. Supaya wajah tidak kusam dan tampak lebih segar!" lanjut Seli.


"Lya, ambilin liptintnya," suruh Seli.


"Oh oke," Lydia mengorek tas make up Seli.


"Nih," Lydia menyerahkannya.


"Aduh itu lipstick. Jangan-jangan lu juga gak tau tentang make up ya. Yaudah kapan-kapan gue ajarin deh."


Seli mengaplikasikan liptint di bibir pucat Desy. Sekarang bibir Desy sudah segar kembali. Jadi gak kayak mayat hidup bibirnya.


"Sentuhan terakhir yaitu. Pondation dan bedak tipis aja. Karena muka Desy udah lumayan putih. Dan sedikit tebalin alisnya dengan warna cokelat." Sambil menjelaskan Seli mengaplikasikan make upnya.


"Oke sudah selesai waktunya lihat ke kaca. Nih kacanya." Seli memberikan kacanya.


~•~


Satu sekolah menatap Desy ketika berjalan di koridor. Penampilan baru Desy menjadi sorotan. Semua mata tertuju ke Desy. Desy sangat percaya diri sekarang. Semua tutorial dari Seli sudah ia terapkan.


Ketika berjalan Desy menabrak cowok. "Maaf gak sengaja..." Desy melihat ke arah cowok itu. Dan ternyata ia adalah Beni.


"Kamu murid baru disini?" Mata Beni berbinar melihat Desy.


"Gue murid lama disini. Emang kenapa?"

__ADS_1


"Gue baru pertama kali liat. Cantik banget!" kata Beni.


"Oh iya kenalin. Nama gue Desy. Cewek yang kemarin lo tolak dan ngatain gue jelek! Byee!" Desy berjalan meninggalkan Beni yang masih menganga.


__ADS_2