Cinta Komedi

Cinta Komedi
SEASON 2 | EPISODE 7 UJIAN DADAKAN


__ADS_3

Gimana nih senang gak di update. Part ini gua buat seru juga sih. Semoga kalian suka....


~•~


Kemarin adalah hal yang paling tidak dilupakan. Ternyata Pak Gani mengetahui rencana Lydia dan teman sekelasnya. Beruntung Pak Gani memaafkannya, dan meminta agar mereka tidak melakukan hal berdosa seperti itu. Jadi murid sekelas tidak akan dihukum.


Hari ini Lydia berniat menghampiri Tama untuk meminta maaf. Lydia seharusnya tidak cemburu buta. Sudah dua hari Lydia memblokir nomor Tama. Bahkan menghindari Tama. Tapi sekarang Lydia sadar, hal yang dilakukannya hanya sia-sia.


       Lydia sudah di depan kelas Tama. Tama yang melihat Lydia langsung menghampiri ke depan ke kelas.


      "Tama, maafin aku ya. Aku yang salah. Aku seharusnya gak cemburu sama kamu," Lydia menunduk bersalah.


       "Iya, gak apa-apa. Waktu itu aku juga cemburu buta. Anggap aja sekarang kita impas. Gak boleh ada salah paham lagi. Harus saling percaya ya," kata Tama.


"Makasih Tama kesayanganku selalu. Yaudah aku harus ke kelas. Nanti pulang bareng loh. Love you!" Lydia memeluk Tama, lalu bergegas ke kelas.


~•~


Jam pelajaran pertama masih belum dimulai. Ada waktu sekitar 15 menit lagi. Hal gabut pasti dilakukan semua murid. Apalagi ketika tidak ada PR. Ada yang main HP, ada yang ngerumpi, ada yang dandan, ada yang makan nasi uduk, dan ada yang bengong.


Tiba-tiba Hilman berlarian menuju depan kelas. Ia berkeringat dan ngos-ngosan. Sepertinya ada yang ingin ia sampaikan.


"Guys, ada hal penting banget! Kita bakal ulangan harian geografi." kata Hilman.


"Hah!" Satu kelas kaget.


"Tapikan kita baru satu kali pertemuan. Ngapa langsung ulangan dadakan?" tanya Ridho.


"Gua udah jelasin. Kata Pak Surip, dia kan pengen cuti. Jadi dia mau ngejar materinya." kata Hilman.


"Kita mana inget pelajaran kemarin. Lo taukan bab 1 itu banyak banget. Materi Biosfer banyak banget Ya Allah," kata Seli.


"Tenang aja kita nyontek berjamaah ke Lydia. Dia sang profesor kelas," kata Hilman.


Lydia langsung memasang muka bingung😃 "Sayangnya gua juga lupa materinya. Soalnya lumayan banyak. Gua butuh baca beberapa menit. Tapi ini udah mau masuk."


"Sudahlah nasib kita. Nilai kita bakal jelek sekelas," ucap Desi.


"Kita gak boleh nyerah. Ingat kita kelas unggulan. Nama kelas kita dipertaruhkan. Kalau nilai kita jelek, rapot kita pasti bakal jelek. Kita harus dapat nilai bagus," kata Hilman sang ketua kelas.


"Udah pasrah aja. Lagian juga sekali-kali nilai jelek. Kita kerjain aja seingat dan semampu kita," kata Ridho.


Lydia langsung berdiri. Mukanya langsung serius. "Kita baru aja masuk kelas 11. Gua gak mau nilai gua ternodai. Dan kita kelas unggulan. Gua punya rencana."

__ADS_1


"Rencana kita pasti gagal. Ingat kejadian kemarin. Lagian juga waktu kita tinggal 10 menit lagi." kata Hilman.


"Kali ini akan berhasil. Dan lawan kita bukan ahli spiritual, lawan kita Pak Surip guru Geografi, manusia normal." ucap Lydia.


"Ngomong-ngomong ngapa gak kita gunain kekuatan Wendi. Wendi kan bisa menerawang. Dia pasti bisa nerawang ulangannya," kata Ridho.


Wendi lalu angkat bicara, "Gua punya beberapa janji yang harus ditepati. Ini janji antara leluhur dan orang tua gua. Ilmu spiritual gua hanya boleh digunakan untuk hal baik. Kalau hal negatif gua akan kena masalah."


"Berarti jalan satu-satunya rencana Lydia. Waktu kita 5 menit lagi. Cepat Ly, kita butuh penjelasannya."


"Sebelumnya gua butuh 3 orang. Karena gua gak bisa melakukannya sendiri. Kalian tahukan kalau ciri-ciri soal ujian Pak Surip itu selalu mengambil 100 soal pilihan ganda di buku geografi. Biasanya di akhir bab.


Nah gua akan menghafal 25 soal pertama. Setelah itu 3 orang berikutnya juga menghafal masing-masing 25 soal."


Hilman ikut beropini, "Tapikan kita belum isi 100 soal itu. Emang lu ada waktu kerjain tuh soal?"


"Hilman, sayangnya ada buku bekas kakak kelas yang udah diisi. Tuh punyanya Sifa. Jadi tinggal di gua isi sebentar di buku gua dan yang lain," kata Lydia.


"Yes bagus. Yaudah kalian isi dulu. Oh iya siapa aja yang ikut hafalin?" tanya Hilman.


"Gua, Desy, Wendi, sama Ridho. Murid dengan rangking teratas."


"Terus gimana caranya ngahafalin. Terus sebarin jawabannya ke yang lain?" tanya Wendi ikut penasaran.


"Jadi gua bakal bawa buku ke kamar mandi. Buku bakal di taruh di balik seragam kita supaya tidak ketahuan. Setiap penghafal harus menghafal dalam waktu 10 menit. Setelah itu menyebarkan jawabannya 5 menit." kata Lydia.


"Gua yakin lu bisa hapalinnya. Karena soal Pak Surip pasti urutannya sama kayak di buku. Dan kita gak ada waktu lagi. Ulangan hanya 60 menit." jawab Lydia.


"Cara ngasih contekan ke yang lain yaitu. Tanda soal akan dimulai yaitu ketika gua menjentikkan jari. Lalu jawaban A gua gerakan kepala ke kanan, B ke kiri, C kebelakang, D ke depan. Gerakan kecil supaya tidak ketahuan. Ngertikan?" lanjut Lydia.


"Oke kita setuju. Tapi ingat Kalian yang diberikan contekan tidak boleh menjawab benar semua. Kalian harus salah satu atau dua. Kalau mau berkorban kalian bisa salahin tiga. Jangan egois," kata Hilman.


"Pak Surip udah otw ke kelas!" kata Wendi.


Lydia, Desy, Wendi, dan Ridho langsung memasukan bukunya ke dalam seragamnya. sepuluh menit pertama Lydia harus beraksi.


"Anak-anak ulangan akan dimulai. LJK akan saya bagikan. Kerjakan dengan serius dan teliti. Jangan mencontek."


Lydia mengangkat tangan. Yang lain langsung kompak menghadap ke Lydia. Suasana tegang mulai mencekam.


"Pak saya boleh izin ke kamar mandi?" tanya Lydia.


"Silahkan," Pak Surip mempersilahkan Lydia.

__ADS_1


Lydia langsung berlari ke kamar mandi. Lydia sudah berkeringat dingin. Semoga ia bisa menghafal jawabannya dengan cepat. Ia menghafal alfabet demi alfabet. Sudah sepuluh menit Lydia menghafalnya. Ia sudah hafal, sekarang waktunya kembali ke kelas.


Lydia menganggukkan kepala sebagai isyarat ia berhasil menghafalnya. Lydia duduk di kursinya. Lalu ia menjentikkan jarinya sebagai tanda jawaban no 1 akan di mulai. Nomor 1.B Lydia memiringkan kepalanya ke kiri. Semua langsung kompak menjawab. Hingga soal ke 25.


Sekarang giliran Wendi. Giliran Wendi pun ikut berjalan lancar seperti Lydia. Hingga Ridho pun juga ikut lancar. Tinggal 25 soal terakhir. sekarang giliran Desy.


Desy terus menarik dan membuang nafas. Ia sangat gugup dan khawatir. Semoga ia bisa menjalankannya seperti yang lain.


Desy mengangkat tangannya. "Pak saya izin ke kamar mandi."


"Dari tadi banyak juga ya yang ke kamar mandi. Tadi juga lumayan padat lama di kamar mandi. Kalian punya masalah pencernaan? Untuk kali ini saya kasih waktu 5 menit!" Kata pak Surip. Seluruh murid langsung melotot. Desy pun ikut gemetaran.


Lydia menatap Desy. Ia ingin agar Desy tetap tenang. Semoga dalam 5 menit ia bisa.


Desy berlari ke kamar mandi. Ia langsung membuka bukunya. Ia menghafal sambil gemetaran. Ia menjambak rambutnya karena susah menghafal dengan cepat. Desy menghela nafas. Ia mulai menghafalkannya. Akhirnya dalam 5 menit ia menghafalkan soalnya.


Ia langsung berlari sambil menitikkan air matanya karena baru kali ini ia berhasil di keadaan darurat.


Desy tersenyum gugup sambil mengacungkan jempol ke seluruh murid tanda ia berhasil. Seluruh murid langsung lega.


Desy menjentikkan jarinya tanda soal nomor 75 akan segera dimulai. Ia no.75. A ia menggerakkan kepalanya ke kanan. Hingga nomor berikutnya.


"Hei kamu yang habis dari kamar mandi," kata Pak Surip. Semua murid jadi tegang kembali. Apakah rencananya gagal lagi?


"Iya Pak," jawab Desy gugup.


"Kepala kamu sakit? Dari tadi di gerakin terus. Saya gak nyaman lihatnya," tanya Pak Surip.


"Kepala saya lumayan pegal Pak," jawab Desy.


"Oh.." kata Pak Surip. Yang lain ikut lega mendengarnya.


Ulangan telah selesai. Pak Surip keluar kelas. Semua murid ketika Pak Surip keluar langsung bersorak gembira. Rencana Lydia berjalan lancar. Akhirnya nilai ujian akan bagus.


"Yess kita berhasil! Ayo semua kita rayakan keberhasilan kita." komando dari Hilman.


"Tepuk tangan untuk 4 orang yang berjasa ini, Lydia, Desy, Ridho, dan Wendi. Sebagai rasa terima kasih. Kalian harus mentraktir mereka ya."


"Kita berhasil!"


Desy terdiam sejenak. Lain jadi ikut penasaran. "Kayaknya buku geografi gua ketinggalan di kamar mandi!"😭


Seluruh murid langsung berlarian menuju kamar mandi untuk mengambil bukunya😂

__ADS_1


~•~


Yaampun likenya mana nihhhhh😭


__ADS_2