
Mohon maaf semua. Siapkan mental kalian untuk Part ini. Kalau punya tisu juga boleh disiapkan. Karena ini merupakan Part paling teremosional di cerita ini.
Selamat Membaca π
~β’~β’
Baru saja pulang sekolah Lydia langsung lari ke kamarnya. Ia langsung membuka lemarinya. Pokoknya Lydia harus pakai baju yang elegan untuk nanti malam. Lydia langsung mengacak-acak baju di lemarinya.
Sebenarnya apa sih yang membuat Lydia sangat antusias? Jadi nanti malam Lydia akan menghadiri makan malam bersama orang tua Tama. Sekalian ada kejutan dari Tama. Katanya ada seseorang yang sangat ingin ia kenalkan kepada Lydia. Jadi Lydia harus menyiapkan penampilan untuk nanti malam.
Handphonenya Lydia berdering menandakan ada panggilan. Ketika dilihat ternyata panggilan dari Tama. Lydia langsung mengangkat teleponnya.
"Kamu udah siapin outfitnya? Atau aku beliin aja. Nanti aku kirim ke rumah kamu," kata Tama.
"Nanti aku cari. Aku masih punya dress bagus kok. Yaudah kamu siap-siap jemput aku ya nanti," balas Lydia.
"Oke. Bye sayangku," ucap Tama lembut.
"Dah, muahhhhhhhh!" balas Lydia lebay.
Ketika Lydia mengacak bajunya. Akhirnya dress putihnya ketemu. Ia langsung mencobanya. Ternyata masih cocok untuk dipakai. Itu salah satu dress dari ibunya yang dibeli ketika lebaran, murah diskon.
Ibu Lydia membuka kamar Lydia. Baru pulang dari pasar tapi mukanya senyum-senyum gak jelas. Tiba-tiba Lina menarik Lydia untuk duduk. Ia ingin menyampaikan sesuatu untuk bahan gibahnya.
"Ibu nih baru datang udah rusuh!" kata Lydia sinis.
"Gak usah marah deh. Nih jadi ibu punya bahan gibah nih."
"Apa tuhhh," ucap Lydia kepo.
"Kan abis pulang dari pasar tuh. Nah Ibu mau ke Alfamart. Ibu mau beli minuman dingin. Eh pas ibu mau bayar Ibu lupa taruh dompetnya dimana. Ibu panik mau bayar tapi gak ada uangnya," kata Lina.
"Wah terus terus gimana lagi?"
"Nah tau gak ternyata yang antri dibelakang Ibu yang mau bayarin. Dia bayarin minuman Ibu. So sweet banget! Dan dia itu gans parah! Kayaknya orang kayak deh. Terus nih Ibu tadi pulang naik mobil dia!π"
"Ih seriusan Bu? So sweet banget. Ibu sih lagian masih cantik aja. Jadi masih ada yang godain!" Ucap Lydia.
"Katanya dia udah cerai sama istrinya. Anak dia udah meninggal beberapa tahun yang lalu. Katanya seumur juga sama kamu. Ibu sedikit kasian juga. Nasib kita hampir sama. Dia juga ganteng. Ibu juga cantik."
"Yaudah kalo Ibu yakin. Ibu boleh PDKT sama dia. Ok! Deketin terus dan kuras kekayaannya,"π kata Lydia.
"Eh gak boleh gitu dong. Ibu mau nikah karena cinta. Ingat itu cinta! Ibu gak mau terulang lagi yang seperti masa laluπ" kata Lina tiba-tiba termenung mengingat ayah Lydia yang brengsek.
"Iya, aku yakin ibu akan dapat seseorang yang sangat mencintai ibu sampai akhir hayat. Aku yakin itu. Jangan sedih lagi ya. Lupain dia yang sudah pergi ke katulistiwa," Lydia menggenggam tangan ibunya untuk menenangkan.
Tiba-tiba pintu ada yang mengetuk. Sudah pasti Tama. Tama pasti ingin menjemput Lydia. Lydia langsung bergegas membuka pintunya.
__ADS_1
"Assalamualaikum Lya, dan Tante tercantik!" kata Tama.
"Wah! Gans parah. Pacarnya anak ibu ganteng banget!" Lina memuji penampilan Tama. Tama yang menggunakan jas hitam serta celana berbahan warna hitam. Rambut cokelatnya berkilau seperti berlian. Penampilannya seperti Leonardo Dicaprio di film Titanic.
"Oh iya Tante yakin gak mau ikut makan malam?" tanya Tama.
"Iya sibuk banget. Besok Tante masih harus jualan. Harus siapin bahan-bahannya. Biar Lya aja yang menikmati makan malamnya."
"Semangat ya Tante. Yaudah aku mau berangkat dulu ya," Tama bersalaman ke Lina.
"Iya. Oh iya jaga Lya ya. Dan salam ke Mama kamu. Maaf ibu gak bisa gabung. Mungkin lain kali ya. Di acara pernikahan kalian hihiπ"
"Amin... aku jaga Lya sebaik mungkin. Aku jalan ya!" kata Tama.
"Aku pergi ya Bu. Jangan kangen aku terus. Nanti Lya bungkusin kok makanannya. Nih Lya udah bawa kresek. Dah Ibu tercinta!" Lyida memeluk Lina lalu pergi.
~β’~
Ketika sampai rumah Tama. Di meja makan sudah banyak orang yang duduk. Sudah ada Mama dan Papanya Tama. Dan ada beberapa orang yang tidak dikenal Lydia. Semoga keadaan tidak canggung. Sepertinya makan malam ini sangat formal sekali. Lydia sih udah belajar lewat internet cara makan malam. Prakteknya pakai nasi uduk.
"Eh Lya. Aduh cantiknya. Kangen banget Tante sama kamu," kata Ella Ibu dari Tama sambil memeluk Lydia.
"Silahkan duduk kalian berdua," ucap Papa Tama.
Lydia duduk dekat dengan Tama. Di kursi utama ada Papa Tama. Disamping Kanan Lydia ada Mama Tama. Dan disamping Kanan ada Tama. Lalu di depan terlihat seperti keluarga dan Lydia tidak kenal. Sedangkan di kursi utama satunya ada wanita tua yang juga tidak dikenal Lydia.
"Iya. Aku ingin memperkenalkan seseorang yang sama-sama spesial dalam hidup aku," ucap Tama. "Jadi aku ingin memperkenalkan nenek aku tercinta. Lya ini nenek aku. Dan nenek, ini Lydia pacar aku. Senang bisa memperkenalkan pacar aku ke nenek aku."
"Oh, nama kamu Lydia ya. Kamu cantik sekali. Nenek senang bisa mengenal kamu," kata Nenek Tama yang lemah lembut dan agak lama bicaranya.
"Senang juga bisa kenal nenek. Ini pertama kalinya aku lihat nenek secara langsung. Waktu itu Tama pernah cerita tentang nenek. Pulpen kupu-kupu yang sering dipakai Tama." kata Lydia. Coba kalian ingat. Episode berapa Tama menggunakan pulpen itu!π
"Oh. Wow. Tama masih simpan itu ya. Bahkan Nenek sudah lama tidak lihatnya. Terima kasih ya Tama cucu nenek, sudah menjaga barang dari nenek," kata Nenek sambil tersenyum ramah. Nenek Tama memang sangat baik hati. Ucapannya yang sangat lemah lembut. Seperti nenek itu orang yang penyayang.
"Oh iya Lya. Kalau itu Om Pandu. Beliau Papa dari Fina," kata Tama. Ayoh masih pada ingat gak Fina? Yang suka pergi ke salon. Terus waktu itu pengen banget deket sama Tama.
"Oh ngomong-ngomong kemana Fina?" tanya Lydia kepo dengan cewek ngeselin itu.
"Fina sekarang sekolah di Jakarta. Kan Om Pandu itu bisnisnya di Jakarta. Beliau rekan bisnisnya Papa," ucap Tama.
"Oh. Tunggu dulu. Siapa nama Om tadi?" tanya Lydia. Pikiran Lydia seakan ganjal.
"Nama Om Pan, hmm Pandu. Kamu Lydia?" tanya Pandu yang kelihatannya grogi.
"Pandu? Aku kayak pernah denger nama itu. Atau cuma kebetulan ya," ucap Lydia.
"Gua gak bisa berasumsi secepat ini. Tapi gua yakin dia orangnya. Mukanya tidak banyak berubah. Bahkan suaranya gua masih inget. Walaupun gua masih kecil ditinggal dia. Kayaknya emang dia," batin Lydia seakan meronta.
__ADS_1
"Om tinggal dimana kalau boleh tau? Asal mana Om?" tanya Lydia memancing Pandu.
"Om tinggal di Jakarta sekarang. Dari dulu tinggal di Jakarta. Om asli sini. Dan pernah tinggal disini ketika bisnis. Fina waktu itukan tinggal disini," ucap Pandu tenang.
"Oh gitu. Atau memang sudah lama tinggal disini? Oh iya Om kenal aku sebelumnya? Oh atau mungkin lupa ingatan kali ya," ucap Lydia sinis.
Pandu tiba-tiba tidak bisa bicara apa-apa. Perkataan Lydia seakan menusuk dadanya. Skakmat!
"Lya kamu ngomong apa ya?" tanya Tama yang kebingungan. Begitupun yang lain.
"Oh gak apa-apa. Aku seakan deja vu aja gitu sama Om Pandu. Atau emang nyata ya," sindir Lydia lagi.
"Cukup kamu!" bentak Pandu sambil menunjuk ke arah Lydia. Semua langsung kebingungan.
"Apa yang cukup! Hah!? Dari dulu sikapnya gak pernah berubah!" Ucapan dari Lydia yang menohok.
"Sini ikut saya!" Pandu menarik Lydia keluar.
Ketika keluar Lydia langsung melepaskan tangannya dengan kasar. Manusia sampah itu masih sama seperti dulu. Tapi sekarang tampak sudah kaya raya. Tapi tetap saja perilakunya busuk.
"Kamu masih menuntut saya untuk menafkahi kalian? Kamu butuh duit hah!? Biar saya transfer atau saya langsung lempar duitnya ke kamu! Sial sekali bisa ketemu kamu lagi!" kata Pandu kurang ajar.
Lydia akhirnya mengeluarkan air mata nya yang ia bendung selama ini. Selama ini akhirnya ia bertemu lagi dengan manusia hina itu.
"Aku gak tau mau nyebut kamu apa. Tapi jangan harap aku panggil kamu ayah! Biarpun aku jelasin ke kamu. Kamu gak akan tahu penderitaan Ibu," kata Lydia lirih dengan intonasi yang tinggi.
"Saya juga menderita. Hidup miskin sama keluarga kamu! Yang ada sial terus!" ucap Pandu.
"Ok... aku juga bisa bilang menderita kamu gak salah! Tapi apa yang kamu lakukan sebagai seorang 'ayah' hanyalah perusak hidup! Betapa menyedihkannya ibu melalui semua ini. Kamu meninggalkan ibu begitu saja. Hidup tidak berguna lalu pergi begitu saja. Kamu tauuuu!!!? Ibu hidupin aku seorang diri! Dengan hidup apa adanya!" Ucap Lydia tidak bisa menahan rasa sedihnya.
"Dan apa yang kamu lakukan selama berpuluh tahun? Nol! Lupa semuanya. Lagian aku sama ibu juga gak berharap kamu datang lagi. Dan ya aku senang sih liat kamu bisa hidup kaya. Punya istri lagi sama anak. Bagus banget hidup senang tetapi meninggalkan masa lalu yang kelam," sambung Lydia.
Pandu hanya termenung dengan perkataan Lydia. Dia tidak bisa berbuat apa-apa. Perkataan Lydia seakan menghantam dan menusuk di tubuh Pandu.
"Biar aku perjelas lagi. Sekarang aku sudah bahagia hidup sama Ibu. Walaupun ibu sudah berjuang mati-matian. Mulai dari nol! Bahkan negatif kali ya jatuhnya hutang juga. Tapi dengan tabah aku dan Ibu bisa hidup yang layak. Walau tanpa seorang 'ayah'!"
"Dan satu lagi. Biar masalah selesai. Tanpa perpanjangan apapun. Tanpa ada konflik lebay. Tanpa tuntutan apapun. Dan aku tidak menerima sepeserpun uang walaupun segunung. Mulai sekarang kita gak ada hubungan apapun. Kita hidup masing-masing. Karena kamu juga sudah punya keluarga yang harus dinafkahi. Dan aku juga punya Ibu yang bisa menghidupi aku. Ingat kita gak ada apa-apa lagi. Yaudah aku pamit pulang. Sampai jumpa. Dan lupain aku seperti bertahun-tahun lalu."
"Tunggu Lya..." panggil Pandu sambil meneteskan air matanya. Tetapi tetap saja Lydia tidak menghiraukannya.
Sekarang Pandu tahu bagaimana rasa sakitnya hati Lydia. Sudah bertahun-tahun ia meninggalkan nya. Dengan perbuatan bejatnya. Pandu akhirnya sadar betapa menderita Lina menghidupi Lydia seorang diri. Sedangkan dia malah hidup berlimpah dan menikmati tanpa dosa.
Terkadang kita tidak tahu perbuatan kita salah atau tidak. Dan kita akhirnya menyesal di masa depan. Mulai sekarang mulailah kita memikirkan perasaan orang lain. Berbuatlah baik supaya kalian tidak pernah merasa bersalah akan hari yang lalu.
~β’~β’~β’~β’~β’~β’~β’~β’~β’~β’~β’~β’~β’~β’~β’~
Terima kasih banyak! Terus baca. vote, komentar dan like!
__ADS_1