Cinta Komedi

Cinta Komedi
EPISODE 13 TAWURAN ANTAR KELAS


__ADS_3

Konflik tidak hanya negatif, tetapi bisa saja mengarah ke positif


(Sebenarnya dalam pelajaran sosiologi juga ada teorinya)


-Bu Miska


❇❇❇


     ISTIRAHAT ini digunakan dengan sebaiknya oleh geng Tensmart untuk menyerbu Reza. Tapi mereka juga akan ke Tama sebentar untuk bertanya sedikit.


     "Bel istirahat sudah berbunyi. Ayo kita beraksi," suara Hilman dibuat seperti mata-mata yang sedang memecahkan kasus.


     "Oh iya kelasnya Reza dimana sih?" tanya Hilman.


     "Yah gue kira lo tau. Tadi semangat banget," kata Rido.


     "Gue tau kelasnya. Ayo kesana!" teriak Lydia keras.


     "Ayo!!!!!" satu kelas kompak dan semangat.


     "Kok jadi sekelas. Emang mau tawuran antar kelas? Ini urusan geng Tensmart aja ya," sahut Lydia.


      "Yahhhhhh," semua murid kelas sepuluh satu kecewa. Seli masih berdiam diri saja di kelas tanpa berkutik.


     Mereka beriringan menuju pintu kelas. Bukannya berjalan satu-satu untuk keluar kelas malah langsung semuanya keluar pintu, sehingga membuat berdempetan untuk keluar pintu. Pintunya cuma satu tapi langsung semuanya keluar. Emang gak jelas banget nih geng.


     "Aduhhh sakittt, ngapain sih yang keluar langsung seabrek. Satu-satu!" Desy masih diapit Lydia dan Hilman. Sengsaranya rambut kribo Hilman menghalangi wajah Desy, beberapa rambut mungkin ada yang masuk ke mulutnya.


     "Tau nih gak jelas banget. Ayo kita dorong badan kita ke depan. Gue hitung ya. 1 ... 2 ... 3 ..." ketika aba-aba dari Lydia, mereka langsung ambruk ke depan.


     "Ayo kita ke kelas XII IPS 3. Liat aja nanti," Wendi masih geram ditambah semangat juangnya.


📝📝📝


    


     Mereka berjalan bersama menuju kelasnya Reza. Melewati lapangan luas yang sedang digunakan untuk berolahraga oleh kelas sebelas. Kelas sebelas lagi olahraga skipping.


      "Hei, Hilman, jangan liatin cewek lagi skipping mulu. Dosa woi," Wendi menyadarkan Hilman yang sedari tadi melihat anak cewek main skipping. Kalian tahulah kalau cewek main skipping ada sesuatu yang bergoyang.


     "Nggak kok hehe. Gue lagi liat Bu Meri kok," Bu Meri—guru olahraga kelas sebelas.


     "Sama aja. Udah jangan liatin cewek mulu. Ayo cepet," Rido berbicara sambil melangkahkan kaki lebih cepat.


     Hilman menyusul lebih cepat. "Bodo, dari pada liatin cowok mulu. Gue normal gaes ...."


     Mereka sudah sampai di kelas dua belas. Kelas Reza berada di dekat gang kecil. Waktu itu gang ini tempat mengumpat Lydia saat bermain petak umpat. Tanpa ragu mereka memasuki kelas.

__ADS_1


     Mereka masuk secara perlahan dan pasti. Sekarang pemikiran mereka berubah. Ternyata masuk kelas dua belas sangat mengerikan. Tatapan kakak kelas yang sinis dan menakutkan. Apalagi banyak anak cowok yang menyeramlan dan cewek yang lebih sangar dari Seli.


     "Ternyata kakak kelas kita serem," bisik Lydia.


     "Iya serem sih, tapi beberapa ada yang ganteng. Termasuk Reza tuh ada dibelakang," bisik Desy.


     "Ngapain lo bisik-bisik?! Ada urusan apa lo rame-rame ke kelas sini? Mau tawuran?" kata kakak kelas yang cantik namun sok galak.


     Rido menghampiri kakak kelas itu. "Gue gak ada urusan sama lo. Jangan ikut campur."


     "Rido lo jangan gitu sama kakak kelas. Dia cuma nanya aja kok," kata Lydia khawatir.


     "Urusan kelas. Termasuk urusan gue. Adek kelas aja songong," balas kakak kelas.


     Tiba-tiba cowok yang sedang berkumpul di belakang menghampiri geng Tensmart dan kakak kelas tadi. "Ada apa Rin?" tanya salah satu cowok.


    "Ini yang, ada adek kelas songong," kata Rini.


     "Mau ngapain lo kesini? Nyari ribut?" kata pacarnya Rini.


     "Aduh, ****** ngapa jadi bikin masalah," bisik Lydia ke Rido dan Desy.


     "Ayo ke Reza. Kita gak ada urusan sama mereka," kata Wendi tenang.


     Geng Tensmart langsung berjalan menuju ke Reza. Tiba-tiba dicegah oleh pacarnya Rini. Tujuan utama untuk bertemu Reza malah menjadi masalah lagi.


     "Maaf kak, kita hanya ingin bertemu Reza aja kok sebentar. Nanti kita balik ke kelas lagi," kata Lydia.


    "Kok lo jadi nyolot! Lya udah ngomong baik malah ngeselin. Jangan mentang-mentang kakak kelas sok berkuasa," Rido mulai emosi.


     "Lo mau ngajak ribut? Dari tadi songong banget," kata pacarnya Rini yang diketahui bernama Fikri.


     "Kita mau ketemu Reza. Awas!" Hilman langsung mendorong kakak kelas dan melewatinya. Emang dari awal kayaknya mereka mau nyari ribut nih geng Tensmart.


     Reza lagi duduk di belakang sambil tidur. Reza tidak tahu kalau sekarang keadaannya lagi kacau.


     "Et dah, emang mau nyari ribut nih. Serang mereka," kata Fikri mengomando perkumpulannya.


     Mereka langsung bergulat ria. Lima lawan sepuluh. Masing masing melawan dua kakak kelas. Lydia dan Desy melawan satu cewek satu Cowok. Mereka malah seperti tawuran.Yang masih duduk bukannya melerai perkelahian malah menyoraki dan memberi semangat.


    Pintu kelas terbuka. Tanpa mereka sadari bel istirahat sudah berbunyi dari tadi. Jam pelajaran sudah dimulai. Guru sudah memasuki kelas.


     "Ada apa ini?!" teriak Bu Miska—guru BK kelas sepuluh dan sebelas. Ngapa bisa kebetulan guru BK. Sial banget hari ini.


    "Ayo semua yang ada di depan kelas ke ruang BK," Bu Miska mendapatkan mangsa baru. Sekolah terkenal dan terfavorit jarang ada yang masuk ruang BK. Sekarang Bu Miska antara senang dan marah bercampur aduk, karena baru pertama kali ada yang ke ruang BK karena masalah.


📝📝📝

__ADS_1


     "Kalian mau tawuran di kelas? Hebat banget ya tawuran di sekolah langsung. Dan menantangnya saat jam pelajaran saya. Dan kalian kelas sepuluh ngapain ngelakuan hal yang gak berfaedah banget. Kelas sepuluh, saya tahu kalian kan termasuk eman besar di kelas dan murid terpintar di kelas sepuluh. Dan Lya, kamu ini role murid, ngapain sih buat masalah. Untuk kelas dua belas, kalian mau ujian nasional ngapain bikin masalah?" kata Bu Miska panjang banget.


    "Kita gak buat masalah kok bu, kita lagi ngadain pertemuan antar kelas yang pintar kok," kata Fikri yang jelas bohongnya ketahuan.


    "Haruskah ada perkelahian? Lihat penampilan kalian yang sudah berantakan," dibilang juga Bu Miska tidak akan percaya.


     "Sekalian latihan bela diri bu, serius kok," kata Rini. Dasar pasangan yang kompak bohongnya.


     "Kalian gak usah bohong gak jelas segala. Untung kalian kelas dua belas, saya tidak akan memberikan point karena kalian ujian nasional. Dan kelas sepuluh, beruntung kalian termasuk jajaran anak pintar jadi saya bebaskan. Saya harap tidak ada masalah lagi. Kalau masih terulang lagi di sekolah atau diluar. Kelas dua belas, kalian jangan harap bisa ikut UN. Dan kelas sepuluh, kalian juga jangan harap bisa ikut UTS," ancaman Bu Miska cukup mengerikan. Lagian juga geng Lydia tidak bermaksud untuk mencari masalah.


    "Yaudah kalian boleh ke kelas lagi. Semuanya bersalaman dulu dan berdamai," kata Bu Miska.


     Semuanya bersalaman dan saling menjelaskan masalahnya. Akhirnya mereka bisa berdamai satu sama lain. Kalau emosi ditambah emosi pasti begini jadinya. Mereka menyesali perbuatan yang tidak baik itu.


    "Maaf ya, Gue orangnya emosian dari dulu," kata Hilman meminta maaf.


     "Iya sama. Maaf juga ya. Kapan-kapan main ke kelas ya," kata Fikri.


     "Maaf ya semuanya. Gue lagi PMS jadinya marah-marah gak jelas. Maafin semuanya," Rini memeluk Lydia dan Desy. Ternyata kakak kelas dua belas baik-baik gara-gara emosi saja jadi berontak.


     Bu Miska langsung tersenyum. "Nah kaya gitu damai. Saya senang melihatnya. Apalagi kalian bisa jadi teman. Ini pelajaran buat kalian. Semoga tidak terulang lagi ya."


    Teori yang kita dapat bahwa mendapatkan teman dari konflik. Ternyata konflik bisa membuahkan hasil. Tapi jelas jangan pernah tiru teori sesat ini. Konflik sangat berbahaya. Yang harus kita pelajari bahwa sebelum bertindak jangan pakai emosi.


     "Namanya juga remaja labil. Dasar teen jaman now," kata Bu Miska dalam hati.


📝📝📝


     Sekarang tujuan mereka untuk melabrak Reza gagal. Malah dipanggil guru BK. Beruntung bisa mendapatkan hikmah dari kejadian tadi. Geng Tensmart langsung masuk ke kelas. Sudah ada Bu Sari wali kelas yang mengajar dari tadi, mengingat seharusnya sudah jam pelajaran terakhir.


     "Wahhh, lima serangkai sudah ke kelas. Ayo ke depan kelas dulu," kata Bu Sari.


     Lydia, Desy, Rido, Hilman, dan Wendi berdiri di depan kelas. Sungguh menakjubkan murid peringkat teratas harus dihukum berdiri di depan kelas sampai bel pulang berbunyi.


     "Hebat ya, para petinggi sepuluh satu berjuang melawan kakak kelas. Jangan ulangi lagi," kata Bu Tari menggoda dan menahan tawa. Bu Sari guru yang baik. Dia tahu kalau perbuatan ini pasti ada maksud terntentu. Mana mungkin murid pintar berbuat masalah tidak jelas.


     Bukannya mendapatkan hasil siapa hackernya, malah mendapat hukuman. Nasib-nasib. Besok mereka akan beraksi lagi untuk melabrak Reza. Dan mungkin kakak kelas tadi bisa membantu mengintrogasi Reza.


❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇


SUKA SAMA PART INI?


ADA-ADA AJA GENG TENSMART? DI SEKOLAH KALIAN ADA KEJADIAN ANEH KAYA TADI?


AYO TERUS BACA DAN VOTE YA


KIRIMKAN KOMENTAR ANDA UNTUK MEMBERIKAN MASUKAN DAN HAL LAINNYA.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


TUNGGU KELANJUTANNYA...


__ADS_2