Cinta kontrak dengan Lim

Cinta kontrak dengan Lim
episode 01


__ADS_3

(CERITA SEDIHKU)


Pada awal bulan desember ayahku meninggal dikarenakan sakit jantung. Pada saat ayahku sedang ada di rumah sakit aku sedang berada di club malam bersama teman teman ku.


Dengan dengar keadaan itu aku langsung bergegas untuk ke sana dan sesampainya ayahku tidak dapat tertolong lagi. aku merasa bersalah, aku tidak tau apa yang aku lakukan saat ini. Pikiranku kosong saat itu dan sejak saat itu aku selalu saja menyalahkan diriku atas kematian ayahku.


Perusahaan ayahku bangkrut dan aku tak punya siapa siapa lagi di dunia ini. Ibuku sudah meninggal saat aku berumur 5 tahun, teman teman yang aku angap mereka sibuk dengan keadaan nya masing masing mereka tidak memperdulikan aku. Mereka hanya memperdulikan uang ku saja.


Dan saat itu aku tinggal bersama dengan sepupuku mina dia yang tau penderiaan yang aku alami saat ini. Dan pada saat itu aku berfikir diriku harus bangkit. Dan pada saat itu juga aku akan kembali ke kuliah agar aku bisa bekerja dan menpunyai uang.


Pagi datang “ mia bangun kau harus kuliah” teriaknya dari luar kamar. Teriak “iya” kataku.


Dan keluarnya aku dari kamar dengan mengacak ngacak rambutku.


“kenapa kau selalu saja bangun siang sekali bukanya kau harus kuliah hari ini” tanyanya sambil menaru makanan di meja makan.


Pada saat itu aku langsung menutupi telingaku dan berjalan ke kamarku dangan mulut yang penuh.


Gumannya “dia selalu saja seperti itu” sambil mengeleng kepala.


“Aku pergi dulu” kataku sambil mebuka pintu. Aku berjalan dengan meloncat loncat riangnya saat aku melihat ke bawah ada uang 10 sen dan aku menengok kanan kiri tidak ada orang.


Mengambilnya dengan tersenyum “walaupun aku beginikan, aku kan juga manusia” .


(BERTEMU DENGANMU)


Saat aku berjalan aku berhenti di sebuah butiq dan masuk di ke butiq tersebut. Aku melihat lihat dan terdengarnya suara dari belakang telinganku.


“seseorang yang miskin tidak dapat membeli barang seperti itu”. Membalikan tubuhku ke belakang teryata terlihatnya dua orang rina dan linda yang berada di butiq itu. Rina dan linda adalah salah satu teman yang pernah memanfaatkan ku pada saat itu.


aku menghela nafas


“kenapa tidak bisa aku tidak miskin tapi hanya belum cukup uang, sedangkan kalian ke sini pasti ada orang yang kalian manfaatkan iya kan” sambil menujuk kearah dua wanita tsb,


“kalau begitu aku juga ada” sambil mencari seseorang ke manapun dan aku berharap ada seseorang yang bisa iya jadikan umpannya.


Dan pada saat itu aku melihat seorang laki laki tampan tanpa berfikir langsung mehampiri laki laki tampan tersebut dan aku pun tidak bisa berfikir apa apa selain melakukan kejadian memalukan itu.


Menghampiri dan langsung memegang tangan laki laki tampan tersebut. “sayang aku ingin baju yang itu” menunjuknya kearah baju mahal tersebut. aku bergumang kepada laki laki itu (“kumohon bantu aku”).Sambil mengedipkan mata kepada laki laki tersebut.


“apapun yang kau inginkan kau bisa mengambilnya” kata laki laki tersebut. Rina dan linda langsung meninggalkan ku dan laki laki tersebut dan keluar dari butiq itu dengan rasa malu mungkin.


Kemudian aku melihat kearah laki laki itu


“maaf sudah merepotkanmu dan terima


kasih atas bantuanya maaf sudah mengganggumu aku harus pergi” sambil membalikan badanku kearah pintu.


Pada saat aku keluar dari butiq itu laki laki itu menatapku dengan heran dan mungkin menganggapku gila.

__ADS_1


Kata laki laki itu “wanita aneh” sambil menaikan bibir tipisnya.


[SAHABATKU BELLA]


“Ring” bell berbunyi. Aku keluar dari ruangan itu. Saatnya makan siang dan aku datang ke kantin dengan bella teman yang dulunya aku bully saat SMA tapi sekarang di malahan menjadi temanku yang paling setia di kampus.


Berawal pada saat aku kehilangan segalanya dalam hidupku bella mendatangiku dengan sebotol susu di tanganya. Dia memberikan susu itu padaku dan memberiku motivasi agar lebih maju dari yang dulu.


Dan pada saat itu aku heran kepada bella kenapa yang dulu aku sering bully sekarang malah menjadi temanku. Itulah saat aku pertama kali berteman dengan bella.


“kenapa kau makan sedikit sekali” Tanya bella.


“aku tak suka menaikan berat badanku nanti aku terlihat gemuk itu akan menjadi lelucon buat anak kamus” bisikku di telinga bella.


“hahaha……” tawa bella lepas.


“kenapa kau tertawa mereka itu mencari cari kesalahku agar bisa mengejeku” sambil memasukan sendok ke dalam mulutku.


“iya iya aku percaya padamu” tersenyum tipis dari bibir bella seakan mengejek.


“Bella apa kau tau tadi, aku bertemu dengan rina dan linda. Mereka tadi mengejekku di dalam butiq untung saja ada laki laki itu” kata ku


“laki laki apa” jawab bella.


“ iya laki laki itu aku jadikan dramaku” sambil tersenyum membayangkan. “eh tapi kau tau laki laki dia sangat tampat tapi dia bukan tipeku, dia terlalu kaku saat berbicara” kata ku.


“ aku lupa” mengebrak meja dengan pelan.


“malam ini kan aku harus pergi” kata ku.


“pergi ke mana” Tanya bella.


“apa kau tau aku di uandang di acara peresmian pabrik parfum. pada saat itu memang ayahku memberikan bantuan kepada pabrik itu jadi aku di undang ke sana sebagai perwakilanya” kata ku.


“Jadi baju apa yang aku pakai untuk malam nanti” meliriknya aku ke arah bella sambil tersenyum.


“baik aku tau maksud mu” jawab bella sedikit kesal.


[JADILAH ISTRIKU??]


Malam tiba, aku menggunakan gaun merah sehingga aku terlihat sangat anggun. Baik aku tau gaun ini milik bella aku meminjamnya hanya untuk malam ini saja.


“baik ayah aku akan membuat bangga padaku suatu hari” kataku pada diri sendiri.


Masuknya aku dalam acara tersebut, dan tebak aku di tatap oleh seribu mata di depanku. Bisik demi bisik itu sedang mebicaraka ku.


“apakah itu anak dari keluarga yang bangkrut itu “ terdengarnya dari telinga ku dari salah satu tamu di sana.


“ah lagi lagi” berjalanya aku seakan tak mendengar.

__ADS_1


“BAIKLAH PARA TAMU YANG DATANG TERIMA KASIH ATAS KEDATANGANYA BLABLABLA” suara dari pangung acara.


Saat aku melihat sekitarnya sambil berjalan pelan aku tak menyangka aku melihat laki laki di butiq itu datang ke acara tersebut. aku pun terkejut dengan itu.


“kenapa dia juga datang, ah itu bukan urusanku” kataku pada diri sendirinya.


Dan disisi lain aku melihat rina dan linda ke arahku “haaaa sekarang ini urusanku kenapa pada situasi ini sih, SIAL” sambil berbalik dan menutupi mukanya dengan tanganku.


Dan aku berjalan sambil menghidari rina dan linda dan akhirnya ia sendiri menabrak seseorang di depanku. Saat aku mengangkat kepalaku, aku menemukan seorang laki laki itu berdiri di depaku sendiri. Tercenganya aku sampai aku sendiri tidak tau harus apa. “ah maafkan aku” kataku sendiri.


“Mia kau ada di sini bersama kekasihmu” terdengar suara dari belakangku. Saat aku melihat ke belakang terdapat dua orang yaitu rina dan linda.


“ah ada kalian” jawabnya ku kepada dua orang tersebut sambil mengibaskan rambutku.


“kalian kenapa di sini tapi kenapa kalian terlihat seperti orang asing saja, apa jangan jangan dia bukan kekasihmu iyakan mia” kata rina kepada mia.


“iya, tadi aku melihatmu ke sini datang sendirian” Tanya lagi dari linda mengejek ku.


aku melipat tanganya di perut “kami sudah putus” kataku sendiri sambil mengangkat kepalaku.


Mereka terkejut “apakah iya” tanyanya linda kepada laki laki itu.


Tiba tiba laki laki itu memegang tanganku dengan lembut “apakah kau masih marah padaku” Tanya laki laki itu padaku. “eh” kataku


“maafkan aku dia memang sering marah kepadaku jadi memang sudah biasa kami bertengkar ” jawabnya laki laki itu kepada rina dan linda dan aku hanya bisa diam terkejut melihanya.


Langsungnya dia menarik tanganku ke suatu tempat. dan masuknya kami di dalam lift. Lalu dia memojokanku di dalam lift itu dengan kedua tangan di samping kedua telingaku.


“A..a..apa yang kau inginkan” gagapku sambil menaruh tangan di dadaku.


“dari semua itu harus ada imbalanya” kata laki laki itu.


“A..a…apa yang kau inginkan” jawabku dengan gagap lagi. Mendekatnya laki laki itu ke samping telingaku


“baiklah, aku ingin kau menjadi ISTRIKU” kata laki laki.


“apa!!! dasar laki laki cabul, kita baru saja bertemu hari ini sekarang kau bilang kau ingin menikah denganku” sambil mendorongnya dan menekan tombol keluar liftnya. Dan keluarnya aku dari lift itu segera.


Mengumpatnya aku dalam hati sambil berjalan “dasar laki laki cabul, dia pikir aku wanita murahan yang hanya bisa di permaikan begitu saja semua laki laki sama saja” dalam hatiku.


Aku berjalan dengan mengumpat dalam hati ku ini dengan apa yang terjadi tadi. dan terdengar bunyi suara klakson mobil dari belakangku. Mobil itu berhenti di sampingku dan membuka kaca mobil. Ternyata itu adalah laki laki cabul itu.


“apakah kau butuh tumpangan nona” tanyanya sambil membuka kacamata hitam di wajahnya.


“tidak perlu dan terima kasih” jawabku dengan sombong dan meninggalkan mobil itu.


“Baiklah kalau begitu nona sampai bertemu lain waktu” dengan menjalankan mobilnya di sampingku dan pergi meninggalkan aku.


“dasar laki laki cabul” teriak ku di jalan raya tersebut.

__ADS_1


bersambung.......


__ADS_2