
[SAKIT]
Bagaimana ini, tiba tiba saja ada Guntur yang sangat besar “DUAAARRR……”terdengar suara Guntur sangat keras di sana.
“Aaaaaaaa……”teriakku di sana sambil menutup telingaku. Dan yang kedua kalinya.
“DUAAAARRR…..” lalu aku menjongkok sambil menutup telingaku.
Aku sangat takut di sana dan tidak ada siapa siapa di sana. Lalu aku menangis sambil menjongkok di sana. Tiba tiba terdengar suara hentakan kaki. Dan saat aku melihat seseorang di depanku.
“Lim…” kataku langsung memeluknya di sana.
“Lim aku sangat takut” kataku lagi terhadapnya.
“tidak apa apa aku di sini bersamamu sekarang” katanya samabil mengusap kepalaku yang basah. Dan saat itu juga dia langsung membawaku pulang ke rumah.
Di rumah….
“HACIUW” aku bersin sambil menutup mulutku. “HACIUW….HACIUW” berkali kali aku bersin di sana.
“apa kau tidak apa apa” berjalan ke arahku dan memegang keningku. “sepertinya kau demam” katanya lagi kepadaku.
“aku tidak apa apa ini hanya demam bisa” kataku sambil melepaskan tangan yang ada di keningku.
“ baiklah kalau begitu tidurlah” kata Lim sambil menuntunku ke tempat tidur, lalu dia menyelimuti badanku dengan selimut.
“Jika demammu belum turun kau tidak boleh kemana mana besok” katanya.
Pagi tiba, dan di saat aku bangun demamku bukanya turun malah naik. Jadi aku tidak bisa kemana mana hari ini.
__ADS_1
“tok tok tok” seseorang mengetuk pintu dan lalu masuk. “nyonya kata tuan nyonya harus meminum obat ini” katanya sambil memberikan obat itu kepadaku. “obat lagi” jawabku.
[MALAM YANG INDAH]
Hari sudah malam tapi Lim belum pulang sedangkan demamku sudah turun tadi sore.
(“kenapa Lim belum pulang”) kataku dalam hati sambil menatap bintang dan bulan di depan jendela.
Lalu tiba tiba tanpa aku sadari seseorang menyelimutiku dari belakang.
“Lim…” kataku sambil menoleh ke belakang.
“kenapa kau duduk di sini dengan jendela yang terbuka, bagaimana jika kau sakit lagi” Tanya nya kepadaku sambil duduk di sebelahku.
“aku sedang menunggumu” kataku sambil menatap matanya.
Kemudian tangan Lim menyentuh kepalaku dan turun perlahan hingga mendarat di pipiku, dia menyentuhku dengan sangat lembut kemudian dia mendekatkan dirinya kepadaku. Perlahan dia mencium keningku dan malam itu adalah menjadi malam yang panjang bagi kami kami berdua.
Dan takkan pernah ku lupakan saat malam itu.
Lalu Lim terbangun dan melihat ke arahku. Dan di situ kami saling menatap. “selamat pagi” kata Lim kepadaku sambil tersenyum.
“selamat pagi” jawabku.
“bagaimana apakah tidurmu nyenyak” Tanya nya kepadaku. Dan aku hanya Aku mengaguk lembut kepadanya.
Kemudian aku kembali dalam pekerjaanku, dan semua ini berkat Lim yang menjagaku hingga sembuh.
“Mia kau sudah sembuh” kata selly kepadaku.
“ iya aku sudah sembuh” kataku sambil membereskan barang make up yang ada di meja rias.
__ADS_1
“oke baiklah kalau begitu, oh iya aku hampir lupa hari ini kan waktu pemotretan Kristina sarrah kau tau kan model yang terkenal itu dia itu sangat galak jadi kau hati hati ya terhadapnya” katanya itu kepadaku.
“baiklah aku akan bekerja dengan semampuku” jawabku balik kepada selly.
Saat aku masuk ke ruangan itu tak disangka model yang selly bilang kepadaku emang dia benar benar sangat cantik.
“Mia kau ada di sini, katanya kau kemarin sakit. Apa sekarang sakit mu sudah sembuh” kata seseorang di sampingku dan memegang keningku.
“aku tidak perlu simpatimu” kataku sambil menepis tangannya dari keningku.
”Leo siapa dia kenapa kau tidak memperkenalkanya padaku” kata model cantik itu pada leo sambil melihat ke arahku.
“oh perkenalkan ini Mia dia adalah mantan kekasihku dulu” katanya sambil menunjukku.
Kemudian seseorang mengetuk dan masuk diruangan itu nona sarah bersiaplah, sebentar lagi adalah giliranmu. “baiklah” kata sarah kepada sekertarisnya.
Beberapa saat kemudian, aku sudah merias wajah nona sarah semapuku dan saat aku berjalan jalan aku melihat Lim sedang berbincang dengan direktur perusahaan.
“Lim… kenapa dia ada di sini” kataku dari jauh menatapnya. Lalu tiba tiba saja dia melihat ke arahku sambil tersenyum. Lalu melanjutkan perbincanganya denga direktur disana. kemudian tiba tiba sarah datang mendekatinya.
“Hai, Lim lama tak bertemu” kata sarah kepada lim.
“Hai sarah” katanya kepada sarah.
Aku hanya bisa memandang mereka dari kejauhan. Dan tiba tiba saja Lim berjalan ke arahku. “Mia…” teriak nya di sana.
“apa kau sudah makan” tanyanya kepadaku.
“belum” kataku.
“baiklah kalau begitu ayo kita makan siang bersama” sambil menggandeng tanganku. Dan aku hanya menurut saja apa yang dia katakan.
__ADS_1
Sesampainya di sana kami turun dari mobil dan menuju restoran. Dengan hangatnya tanganya masih menempel pada tanganku. Walaupundia sangat dingin aku baru merasakannya bahwa dia juga bisa sangat romantis kepadaku.
bersambung.....