
[ACARA]
Keesokan harinya, harris pergi kerumah sakit untuk bekerja dan aku hanya mengangguk sambil menunggu hari wisudaku. Dan harris bilang kepadaku bahwa nanti malam dia akan mengajaku ke pertemuan para dokter dan pengusaha. Pertemuan yang Harris maksud itu adalah peresmian rumah sakit di pulau juju.
Aku bersiap siap untuk pergi ke sana. Dan harris akan menjemput ku siang ini. Dia juga bilang kepadaku bahwa tempatnya sangat jauh, butuh waktu tiga jam untuk sampai ke sana.
Sesampainya di sana aku sangat gugup, biasanya saat aku gugup Lim selalu ada di samping ku. Hingga suatu saat aku melihat Lim di sana dengan seorang wanita yang menggandengnya.
“Harris, sebaiknya kita pulang?” kataku ketakutan sambil menarik tangan nya.
“Tidak, kita tidak akan pulang aku sengaja tidak memberitahu mu bahwa Lim juga ada di sini” jawabnya sambil menahan ku.
“Selamat Dr. Harris kau menjalankan tugasmu dengan benar di korea ini” kata seseorang kepada harris.
“Terima kasih Dr. Jang” jawabnya.
“Aku ingin memperkenalkan engkau dengan seseorang” sambil menujukan arah kepada harris dan Dr. Jang itu menunjuk kepada Lim.
“Mari” jawab harris kepadanya sambil memegang tanganku dengan kuat agar tidak lepas darinya.
“Harris kumohon” kataku dengan berbisik dan memohon. Dia tidak menggubris perkataanku kepadanya. Sesampainya di sana Lim melihat ku dengan harris.
“Tuan Lim perkenalkan ini Dr.Harris dan pasangannya” kata Dr. Jang kepada Lim.
“Hai, senang bertemu dengan kalian” jawab Lim sambil mengulurkan tangannya kepada Harris. Lalu harris menjabat tangannya dan berkata,
“Senang bertemu denganmu juga” jawab harris kepada Lim.
“Maaf aku harus ke toilet dulu” kataku kepada mereka sambil mencoba melepaskan tanganku dari genggaman harris.
“Silahkan nona” jawab Dr. Jang kepadaku dan aku pergi dari sana.
Sesampainya di toilet, aku benar benar merasa sangat pusing dan mual.
“Ada apa denganku?” tanyaku kepada diriku sambil melihat wajahku yang pucat. Kemudian setelah aku dari toilet aku menelusuri lorong terang itu dan aku melihat wanita yang tadinya bersama dengan Lim. Lalu dia melewatiku dan kemudian aku….
“ permisi nona?” kataku dengan keras ke arah wanita itu. Lalu wanita itu berbalik ke arahku.
“Iya, ada apa” jawabnya.
“Bolehkah ku tanya sesuatu padamu” kataku dengan memohon.
“Baiklah” jawabnya dengan ramah.
Lalu kami berbincang bincang di sebuah kursi panjang yang tidak jauh dari toilet.
__ADS_1
“Begini nona, apakah kau dan Lim mempunyai hubungan?” tanyaku dengan ragu. Lalu wanita itu tersenyum kepadaku dan berkata,
“Nona, Tuan Lim sudah menikah bagaimana aku memiliki hubungan dengan suami orang” jawabnya.
“Lalu kau?” tanyaku lagi.
“Aku hanya sekertarisnya yang lama, aku cuti beberapa bulan karena orang tua ku sedang sakit didesa” jawabnya.
(“Oh pantas saja dia tidak tau bahwa aku istrinya”) kataku dalam hati.
“Baiklah kalau begitu, terima kasih” kataku kepadanya.
“Iya sama sama” jawabnya dengan sopan. Lalu aku beranjak dari tempat duduku dan merasa sangat pusing dan kemudian terjatuh.
“nona apakah kau baik baik saja?” tanya wanita itu kepadaku sambil menolongku yang terjatuh dan mendudukanku di kursi itu lagi.
“Dina!!” panggil seseorang kepada wanita itu. Dan aku mengenali suaranya.
“Tuan Lim aku disini” jawabnya sambil berteriak.
“Kenapa kau lama se…” kata Lim hanya setengah kata kepada wanita itu setelah melihatku di sana.
“Tuan tolong nona ini dia sepertinya tidak enak badan” kata wanita itu kepadanya.
Lalu Lim mendekat ku dan aku hanya menundukan kepalaku dan merasakan sakit di perutku.
“Kau kenapa?” tanyanya kepadaku.
“Kau demam, ayo kita ke rumah sakit” katanya.
“Tidak, aku tidak ingin. Aku hanya ingin istirahat saja” jawabku dengan lemah.
“Dina pesankan kamar di hotel ini” kata Lim kepada sekertarisnya.
“Baiklah Tuan” jawabnya sambil bergegas pergi dan meninggalkan kami berdua.
Sesampainya di kamar hotel, lalu Lim menidurkan aku di tempat tidur. Lalu saat Lim ingin pergi aku memegang lengan bajunya.
“Jangan pergi” kataku.
“Aku tidak akan pergi, aku hanya ingin mengambilkan air hangat untikmu” jawabnya dengan lembut.
“Dina kau bisa bawakan bubur dari hotel ini” kata Lim kepadanya.
“Baiklah tuan” jawabnya dan pergi.
Lalu tiba tiba teleponku berdering.
__ADS_1
“Biarkan aku yang mengangkatnya” kata Lim kepadaku sambil mengambil telepon yang berdering di tas ku.
“Mia, kau dimana?” tanya harris di telepon itu.
“Dia bersama ku” jawab Lim kepadanya.
“Kenapa dia ada bersamamu, dimana dia sekarang” katanya lagi di telepon.
“Aku suaminya jadi kau tidak perlu khawatir” jawabnya sambil menutup teleponya dengan tiba tiba.
“Lim…” panggilku. Lalu dia mrndekat.
“Kau ingin apa, aku akan ambilkan buatmu” jawabnya. Aku menggelengkan kepalaku dan berkata, “Tidak apa apa” sambil tersenyum.
Lalu dina masuk dengan membawa bubur di tangannya.
“Ini tuan buburnya” kata dina kepada Lim sambil memberikan.
“Terima kasih” jawabnya sambil mengambilnya. Lalu Lim mendudukkan ku dan menyadarkan aku di pundaknya.
“Makanlah bubur agar perutmu lebih baik” katanya sambil menyuapiku.
“Aku tidak ingin makan” sambil memalingkan wajah.
“Maaf tuan sebelumnya, apakah tuan kenal dengan wanita ini” katanya sambil menyela pembicaraan.
“Dia istriku” jawabnya.
“Benarkah” kata Dina dengan terkejut.
“Dina sebaiknya kau pulang saja, aku akan di sini menjaganya” kata Lim kepadanya.
“Baiklah tuan” jawabnya sambil meninggalkan kami.
Lalu Lim mencoba untuk menyuapiku bubur lagi. Dan lagi lagi aku menolaknya.
“Mia jika kau tidak makan perutmu akan tambah sakit” katanya kepadaku. Lalu aku memeluk Lim dari samping.
“Aku tidak ingin makan, kumohon jangan paksa aku” jawabku sambil memeluknya dengan erat. Kemudian Lim meletakan buburnya dimeja.
“Baiklah jika kau tidak mau, jadi sekarang tidurlah” kata Lim sambil melepaskan pelukkanku dan membarikan aku di tempat tidur.
“Kau tidak akan kemana mana kan?” tanyaku kepadanya.
“Tidak aku akan tetap disini” jawabnya sambil menyentuh kepalaku.
“Tidurlah bersamaku Lim” kataku kepadanya, dan Lim hanya terdiam disana.
__ADS_1
Di saat itu dia tidak bisa menolak apa yang aku minta. Lim hanya menuruti semua kemauanku saat itu. Dan Malam itu aku sangat senang karena dia ada di sisiku dan menjagaku.
Bersambung….