
[BERTEMU DENGAN ORANG TUA LIM]
Saat pagi tiba kami sudah membereskan semua barang yang kami perlu dan menaruhnya di bagasi mobil.
“Lim kau sudah siap” kataku dengan keras. Lalu dia datang ke arahku dan memberikan tasnya kepadaku.
“bisakah kau bawa tass ku barangku masih ada yang tertinggal di kamar” katanya.
“baiklah” jawabku.
Beberapa saat kenapa Lim belum kembali.
“kenapa lim belum kembali juga” kataku sambil kawatir. Dan saat aku ingin masuk Lim keluar dari sana.
“Lim kenapa kau sangat lama” kataku sambil memegang lenganya.
“ada masalah kecil tapi sekarang sudah beres” jawabnya.
“baiklah” kataku.
Lalu akhirnya kami lepas landas dan tiba di kota yang orang tua angkat Lim tempati. Dan sesampainya kami di sana aku melihat rumahnya begitu besar dan mewah sama seperti rumah Lim yang tak lain itu adalah rumah dari orang tua angkatnya.
Lalu kami masuk ke rumah tersebut dan seseorang menyambut kami saat kami tiba di sana.
“kakak……” teriak seseorang di sana sambil berlari dan memeluk Lim dengan kuat.
“oho kau sudah besar ya” katanya sambil memeluknya dengan erat.
Lalu aku melihat orang tua angkat dan anak laki laki muda Lim disana. Aku hanya tersenyum kepada meraka.
“Lim kenapa kau baru datang sekarang ibu dan ayah sangat merindukanmu” sambil memeluk Lim dengan lembut.
“ibu maafkan aku ya” kata Lim sambil membujuk.
“oh iya ibu ayah perkenalkan ini istriku Mia” kata Lim sambil memegang pundakku. Dan aku seketika menundukan kepalaku denga sopan.
“dia istrimu Lim” Tanya ibunya kepada Lim. Dan Lim hanya mengangguk kepada ibunya.
__ADS_1
“wah nak kau sangat cantik ya” kata ibu Lim kepadaku. Dan aku hanya tersenyum sambil menudukan kepala.
“ sudah Lim pasti sangat lelah sekarang biarkan mereka istirahat dulu” kata ayahnya lim kepada kami.
“ baiklah nak masuklah” kata ibu Lim kepada kami berdua dan kami masuk ke kamar Lim.
Saat kami masuk ke kamar aku melihat di sekitarnya dan menemukan foto Lim saat kecil.
“Lim kau sangat imut ya saat kau kecil” kataku sambil memegang foto Lim.
“Saat aku kecil emang imut saat besarnya sangat tampan kan” jawabnya dengan arogan.
“dasar kau ini ya” kataku sambil melempar baju kepadanya.
“Kakak!!” teriak seseorang dari belakang pintu.
Lalu seseorang itu membuka pintu kamarnya.
“Kakak aku disini ingin berbicara dengan mu aku sangat rindu padamu” kata anak perempuan itu pada Lim.
“jika kau rindu padaku aku sudah di sini” kata Lim sambil memegang kepala anak perempuan itu. Dan kenapa rasanya aku seperti cemburu pada anak perempuan itu. Dan tiba tiba saja anak perempuan itu menatap ku dan berjalan ke arah ku.
“ Hai! Aku Mia” kataku sambil menjabat tangan nya.
Lalu anak perempuan itu mendekat kepadaku dan berbisik di telingaku.
“Lim hanya miliki seorang” kata anak perempuan itu di telingaku. Berdirinya dia dan menatap sinis kepadaku.
Aku hanya melihatnya dengan heran dan agak sedikit takut jika perkataannya padaku adalah untuk merebut Lim dari ku. Dan aku sempat berpikir jika itu terjadi maka diriku mungkin sudah tidak ingin hidup lagi.
“ baiklah kakak aku pergi dulu” kata anak perempuan itu pada Lim dan meninggalkan kami berdua di sana.
(“ kenapa rasanya hatiku tidak tenang” ) kataku dalam hatiku.
Lalu aku meliha ke arah Lim dan berkata, “ Lim apakah kau akan meninggalkan aku” tanpa berpikir jernih.
“apa?” kata Lim padaku.
“Ah tidak jadi” kataku sambil menyesal mangataknya pada Lim karena aku mengatakan kata kata seperti itu tanpa berpikirnya.
__ADS_1
[MENCINTAIMU]
Hari pun sudah malam dan kami sudah membereskan semua barang barang kami di sana.
“Tok tok tok” suara seseorang mengetuk pintu.
“Tuan Lim makan malam sudah siap” kata seseorang itu di balik pintu.
“Baiklah kami akan turun” jawab Lim kepada seseorang yang ada di balik pintu. Lalu kami turun ke bawah untuk makan malam. Dan aku melihat mereka semua sudah berkumpul di ruang makan.
“duduklah nak” kata ibu Lim kepadaku dan Lim.dan kemudian kami duduk dan makan malam bersama.
“Nak Mia bagaimana kau bisa bertemu dengan Lim, Lim itu adalah tipe pria yang dingin kepada setiap wanita dan bagaimana kau bisa melehkanya” kata ibu Lim kepadaku sambil mengejek Lim. Dan aku hanya bisa tersenyum kepada Ibu Lim.
“tapi kakak dingin kepadaku” sahut seseorang disana.
“kakak sangat menyayangimu dia tidak Mungin dingin padaku iya kan kak” kata Lisa kepada Lim.
“Bagaimana aku bisa dingin terhadapmu kalau kau sangat menggemaskan seperti ini” kata Lim kepada Lisa dan lagi lagi tersenyum kepada Lisa. Lalu tiba tiba Lisa melihatku dan tersenyum seakan mengejek aku.
“Maaf ibu ayah aku sepertinya aku kurang sehat karena perjalan tadi, mungkin aku lelah jadi aku pamit dulu ke kamar” kataku sambil pergi ke kamar.
Aku membuka pintu kamar dan langsung menjatuhkan diriku di tempat tidur. “ada apa dengan ku kenapa aku merasa sangat panas melihat mereka berdua sangat dekat” kataku kepada diriku sendiri.
Lalu tiba tiba saja Lim masuk ke kamar dan aku seketika bangun dengan terkejut. “Lim??” kataku dengan pelan.
Lim berjalan ke arahku dan meletakan tangan ya di keningku, “apa kau sakit” katanya dengan khawatir.
“Tidak aku hanya lelah saja” kataku sambil menepis tangan ya dengan pelan.
“apa ada masalah ??” tanyanya lagi kepadaku. Dan aku hanya menggelengkan kepalaku kepadanya lalu aku memeluknya di sana dengan erat dan berkata,
“ Lim aku ingin memelukmu sekarang” kataku.
“peluklah aku sebanyak yang kamu mau” jawabnya kepadaku.
“Lim, apa kau mencintaiku?” tanyaku kepadanya.
Lalu Lim menatapku dengan serius dan berkata, “aku mencintaimu lebih dari apapun” sambil mencium kening ku dengan lembku dan memelukku dengan erat. Dan aku merasa jika mungkin ada wanita yang lebih dari aku Lim tidak akan pernah berpaling kepada ku.
__ADS_1
bersambung....