Cinta kontrak dengan Lim

Cinta kontrak dengan Lim
episode 11


__ADS_3


[OBAT APA?]


Pagi tiba dan aku membantu ibu di dapur menyiapkan makanan di sana.


“sudahlah nak kau duduk saja ibu akan menyiapkan semuanya” kata ibu kepadaku.


“ibu aku di sini bukan sebagai tamu tapi menatu jadi biarkan aku membantumu” kataku kepada ibu dan ibu hanya tersenyum melihat ku.


“ibu sebentar aku ingin melepon sebentar di kamar” kataku kepada ibu.


“Iya” jawab ibu kepadaku.


Dan aku berjalan menuju ke arah kamarku seseorang berlari kerahku dan tidak sengaja menabrak di sana.


“Ahh!!” kataku sambil terjatuh ke lantai dengan kuat. Dan seseorang itu juga ikut terjatuh di sana dan kami saling menatap satu sama lain. Ternyata yang menabraku adalah kevin adik Lim. Setelah itu Dia terbangun dan pergi meninggalkanku tanpa meminta maaf. Lalu aku bangkit perlahan dan memegang pungungku yang sakit.


“aduh sakit sekali, ada apa dengan nya dan kenapa dia tidak minta maaf kepadaku ladahal dia yang menabraku” kataku mengeluh.


Dan sesampainya aku di kamar, aku melihat Lim sedang meminum obat yang ingin aku tanyakan kepadanya dulu.


“ Lim??” kataku sambil terdiam. Dan lagi lagi dia menyembunyikan obatnya di belakang tubuhnya.


“ kau sedang apa obat apa yang kau minum tadi” kataku sambil mencoba mengambilnya di belakan tubuhnya.


“ ini hanya vitamin saja, bukan obat” jawabnya sambil menjauhkan obat itu dari ku. Dan kemudian menbawaku keluar dari kamar. Kenapa setiap aku tanya tentang obat itu dia selalu mencari alasan yang lain agar aku tidak menanyainya lagi.


[SAUDARA LIM MEMBENCIKU]


Sore ini orang orang di rumah sedang sibuk dengan pekerjaannya masing masing dan sedangkan aku tidak melakukan apa apa. Aku sangat bosan kemudian aku melihat kevin sedang bermain basket di halaman rumah.


Lalu aku mendatanginya dan hanya menonton nya saja disana. Kemudian setelah kevin melihatku dia langsung berhenti memainkannya. Dia menatapku dengan sangat sinis sehingga aku sedikit takut untuk menghadapinya, Lalu aku memberanikan diri untuk mendekatinya.

__ADS_1


“Dulu saat SMA aku sangat pintar tentang segala olahraga tapi masih ada satu yang aku belum bisa yaitu bola basket” kataku sambil mengambil bola basket dari tangan kevin dengan tiba tiba.


“kenapa kau mendekati kakakku? Apa kau ingin memerasnya atau kau hanya memanfaatkan wajahnya yang tampan” kata kevin kepadaku. Dengan mendengar itu aku lalu berhenti dan melihat ke arah kevin sambil terkejut. Apa yang dibicarakan oleh anak ini kepadaku, apa dia sangat membenciku.


Kemudian kevin pergi meninggalkanku di sini. “ kenapa dia berkata seperti itu?” kataku pada diriku sendiri.



Aku berjalan ke arah kamarku sambil merenungi apa yang terjadi barusan. dan tiba tiba Lisa berjalan ke arahku.


“Hai kakak !! Kau disini semua orang sedang mencarimu kau dari mana saja” katanya dengan sok manis.


“aku barusan dari depan” kataku.


“baiklah kalau begitu, oh iya…… kakak ada satu lagi, jika aku dan kakak Lim sedang bersama kumohon jangan ganggu kami ya” kata lisa kepadaku seakan Lim adalah miliknya.


“Kenapa kau seperti itu padahal dia adalah kakaku sendiri, kenapa kau sangat ingin merebutnya dari ku??” teriak ku kepadanya.


“Emangnya kenapa jika dia kakakku, jelas jelas kami tidak memiliki hubungan darah, dan aku berhak dong menyukainya” jawabnya kepadaku.


[KENAPA LIM BERBOHONG?]


Keesokan harinya kami berkemah di sebelah sungai di sana dan mendirikan tenda di sana. Aku melihat Lim sedang memancing ikan di sungai itu dan menghampirinya.


“Berapa yang akan kau berikan kepadaku ?” kataku sambil mengejeknya yang kesusahan di sana.


“Aku akan memberikan mu sebanyak yang kau mau” jawab Lim kepadaku sambil tersenyum manis kepadaku.


“Baikalah aku hanya ingin satu ikan ajaib” kataku sambil mengada ngada seakan ikan itu ada.


“Baiklah nona aku akan membawakannya untukmu seorang” jawabnya lagi dengan sombong.


“Oke oke..” kataku sambil pergi mengambilkan minum untuknya. Saat aku ingin memberikan ya minum tiba tiba Lisa sudah memberikan minum kepada Lim. Aku hanya berhenti di sana dan berpikir mungkin Lisa sengaja melakukannya untuk memanaskan ku.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian aku pergi ke arah hutan di sana aku berjalan mengikuti arus sungai di sana lalu aku melihat kevin sedang terluka di sana.


“Kevin? Apa yang kau lakukan disini” kataku sambil berlari ke arahnya dan melihat luka di tangannya.


“Jangan sentuh aku” jawabnya sambil menepiskan tanganku dengan keras.


“Apa kau bercanda?” kataku dengan memegang tangan ya lagi. Lalu aku mengeluarkan sapu tanganku dan membalut lukanya dengan paksa walaupun dia tidak ingin, tetapi aku harus melakukanya.


Setelah selesai membalutnya dengan kain aku langsung pergi meninggalkannya.


“kakak tunggu? “ teriaknya dari belakangku. Aku berhenti seketika ketika dia memanggilku. Lalu aku membalikkan badanku ke belakang.


“Ada apa lagi ?” jawabku.


“Apa kau tidak tau tentang penyakit yang di derita kakak Lim, sehingga kau tenang tenang saja saat bersamanya” tanyanya kepadaku.


“Apa maksudmu?” jawabku kepadanya sambil merasa tidak tau apa apa.


“Kakak sedang sakit” kata kevin sambil menangis di tempatnya.


“Apa maksudmu, katakan padaku. Apa yang terjadi sebenarnya. Dia hanya sakit biasa kan, tidak parah kan, katakan padaku!!” tanyaku sambil berteriak kepada kevin di sana.


“kangker otak” kata kevin sambil menatapku. Seketika pikiranku menjadi kosong dan tidak bisa melakukan apa apa selain menangis.


“Ini pasti bohong kan, iyakan” tanyaku lagi kepada kevin sambil mermas lengan nya dengan kuat. Tangisanku semakin menjadi jadi seketika aku lemas dan tidak berdaya di sana. Aku tidak bisa menerima kenyataan ini. “kenapa tuhan selalu tidak adil kepadaku?” kataku di sana sambil menangis.


Aku kembali ke perkemahan itu dengan keadaan syok. Dan disana aku melihat Lim sedang duduk berbicara dengan keluarganya di sana.


“Mia?” teriak Lim kepadaku dan berlari ke arahku. Seketika aku langsung memeluknya dengan erat sambil menangis terisak isak di sana dan orang orang yang ada di sekitar ku pun heran melihatku yang seperti itu.


“Ada apa Mia kenapa engkau menangis” tanya Lim kepadaku.


“Kau berbohong kepadaku” jawabku sambil memukulnya berkali kali di sana. Kemudian aku berlari menjauh darinya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2