
[JANGAN TAKUT AKU DI SINI]
Sesempainya di kamar itu dia memeriksa lututku dengan menyentuhnya perlahan.
“apa ini sakit” katanya dengan lembut.
Menganggukan kepala dengan pelan sambil menahan rasa sakit itu.
“aku akan ambilkan es batu sebentar” katanya sambil mencari es batu itu di kulkas.
Dengan membawa es batu itu ke hadapanku.
“jangan takut ada aku di sini, aku tidak akan membiarkanmu terluka” sambil memegang kepalaku dengan lembut. wajahku memerah dan detak jantung semakin berdegup dengan kencang. Sampai rasanya mati rasa.
“apakah kau juga mempermainkanku” kataku tanpa tersadar.
“apa” kata nya di depanku.
“emm maksudku aku harus pulang” kataku sambil berdiri dan melangkah keluar.
“tunggu aku akan mengantarmu ke rumah” katanya sambil memegang tanganku dengan lembut.
“aku akan pulang sendiri” kataku.
“kubilang aku akan mengantarmu” sambil mengambi jas yang ada di sofa lalu memegang tanganku dan menariku keluar kamar.
Sesampainya dia membawaku ke tempat parkir mobil. Dan dia sedang menelpon seseorang.
“menejer kim aku akan pulang, aku serahkan semua tanggung jawabku kepadamu….. Iya baiklah” katanya sambil menutup telpon itu.
“ apakah tidak apa apa jika kau meninggalkan acara ini ”kataku kepadanya.
“ tidak akan terjadi apa apa percayalah” katanya sambil mebuka pintu mobilnya.
“Tuan lim” kataku dari belakang tubuhnya.
“baiklah aku sudah memikirkan baik baik….(terdiam sebentar) aku akan menikah denganmu” kataku dengannya.
Dia hanya tersenyum tipis saat aku mengatakannya. Dan berjalan ke arahku.
“ baiklah kalau begitu”. katanya dengan manis.
(H-1)
Hari sebelum pernikahanku,
Aku berjalan bolak balik sambil memainkan tanganku.
“besok adalah pernikahanku aku harus bagaimana, tidak apa apa mia kau harus melakukanya lagi pula pernikahan ini adalah permaina saja” kataku dengan percaya diri.
__ADS_1
Ketuk seseorang dari balik pintu
“apakah aku boleh masuk” kata seseorang itu dari luar. Dan tidak lain dari seseorang itu adalah temanku sendiri yaitu bella.
“iya masuklah” kataku
“wah wah liat ini ada calon pengantin disini” ejeknya dari pintu. Aku hanya tersenyum dengan lebarnya.
“mia kenapa kau ini, bisa bisanya kau tidak cerita kepadaku. Sejak kapan kau bertemu denganya ” Tanya bella kepadaku.
“sudah jangan bahas itu” kataku mengelak bella.
“baik baik aku tidak akan bertanya itu lagi” kata bella kepadaku sambil memelukku.
“bella aku ingin bertanya kepadamu” kataku dengan ragu.
“ada apa” jawabnya kepadaku
“jika ada seorang pria tampan yang melamarmu tapi hanya untuk permaina saja apakah kau akan menerimanya” kataku sambil mengigit jari.
“apa!!!” teriaknya tidak mendengar karena sibuk mengacak ngacak kamar.
“ah tidak jadi “ kataku sambil kesal.
(HARI PERNIKAHAN)
Pada hari itu aku memakai gaun putih mewah dengan mahkota kecil di kepalaku. Aku membawa bunga di tanganku dan aku melihat diriku di cermin.
Tiba tiba seseorang masuk ke ruangan ku. “apakah kau sudah siap” tanyanya kepadaku.
Aku melihat ke arah cermin sambil menganggukan kepalaku.
Pada saat itu pintu di buka dan aku melihat banyak orang sedang menungguku dan akhirnya tiba. Mereka bertepuk tangan saat pintu dibuka.
Aku berjalan dengan pelan mengiringi di antara para tamu yang menghadiri acara. Sesampainya tepat di hadapanku ada seseorang pria menggunakan jas putih lalu berjalan kearahku, memegang tanganku dengan kuat dan kami berjalan beriringan.
Entah rasa apa yang aku rasakan sekarang senang, sedih, atau gugup. Karena aku tau, semua ini hanyalah permainan saja bagi kami berdua. Tidak ada seorangpun yang tau tentang ini kecuali kami.
Dan setelah itu kami bertukar cincin satu sama lain. Terdengar suara tepuk tangan yang sangat meriah dari para tamu.
Dan setelah itu kami duduk di sana hanya berdua saja tidak ada seseorang pun. kami sangat canggung dan diam satu sama lain. Aku melihat ke arahnya dan dia telihat seperti gunung es yang ada di kutub.
“apakah kau gugup” tanyanya kepadaku
“eh!! Tidak, maksudku sedikit” kataku sambil meminum air.
“baguslah, apa kau sudah baca semua kontraknya” katanya kepadaku.
__ADS_1
“iya sudah” kataku.
“masih ada yang belum aku beritau kepadamu” katanya.
“apa” kataku.
“jadi saat kau di rumahku kau akan tidur di kamarku” katanya kepadaku sambil menatap ke arahku.
“uhk….uhk….uhk….” batuk dan sepontannya aku tersedak. Aku terkejut dengan ucapanya.
“dan jangan panggil aku tuan lim lagi, panggil aku lim saja” katanya sambil memberi minum kepadaku dan tanpa menatapku.
Entah kenapa di berubah menjadi sangat dingin dan itu membuat ku takut saat ini. Pada awalanya sikapnya sangat manis terhadapku tapi kenapa dia berubah dengan sangat cepatnya.
[TINGGAL DENGANYA]
Pada hari itu tiba di rumahnya dan tidak disangka rumah ini sangatlah besar dan mewah. Aku melihat lihat sekitarku yang di penuhi barang barang glamour.
“ayo ikut aku” katanya sambil berjalan ke tangga.
Masuknya aku ke ruangan itu dan aku pikir emang itu adalah kamar lim.
“kau bisa menaruh baju mu di lemari ini dan ini adalah tempat untuk menyimpan barangmu” katanya sambil menujuk kearah lemari.
“baiklah jika kau butuh bantuan Tanya saja kepadaku, aku ingin mandi dulu” katanya kepadaku. Aku sepontan hanya menganggukan kepala ku.
“baiklah kita mulai dari yang ini dulu” kataku sambil mengambil baju dari koper.
Beberapa menit berlalu. Tiba tiba seseorang keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk. Betapa bagusnya tubuhnya, dengan otot di lenganya dan seperti roti sobek di perutnya.
Sepontan aku sangat terkejut akan hal itu. Aku langsung membalikan tubuhku ke lemari agar seperti tak melihat apa apa. Tiba tiba saja dia mendekat tanpa aku sadari. Dan mengambil bajunya di sampingku.
“aku sudah selesai memakai kamar mandinya jika kau ingin memakanya silahkan” katanya kepadaku sambil mencari baju di lemarinya.
Tanpa berpikir aku langsung mengambil baju ku dan jalan dengan cepat ke kamar mandi.
“ada apa denganku, kenapa aku seperti akan terkena jantungan” kataku dengan pelan di kamar mandi sambil mengacak ngacak rambutku.
Saat aku keluar kamar mandi dia sudah ada di kasur dengan membaca majalah di tangan nya. Aku berjalan menuju lemari dan menaruh handuk di sana.
“apa kau sudah selesai” katanya padaku.
“ah iya, masih sedikit barang yang belum aku bereskan” kataku dengan melipat baju di lemari.
“kalau begitu akan tidur duluan, selamat malam” katanya sambil menaruh majalahnya di meja.
“ ah iya selamat malam” kataku.
Tiba tiba saja kemudian kamar itu menjadi sangat sepi sehingga aku merasa sangat kesepian. Malam itu akan menjadi malam yang panjang bagiku…
Bersambung……
__ADS_1