
[ WAWANCARA ]
Waktu berjalan dengan cepatnya sehingga aku tidak menyadari bahwa hari ini aku seleksi masuk dalam pekerjaan yang aku inginkan. Pada hari itu aku bangun pagi sekali lalu aku menyiapkan diriku agar aku tidak gugup dalam wawancarnya.
“ jam berapa kau berangkat ” kata Lim sambil memakai dasi di lehernya.
“ jam 7 ” kataku sambil bersiap siap membawa barang apapun aku perlukan di sana.
“ ini kau bisa membeli apapun yang engkau perlukan di sana ” kata Lim sambil menyodorkan ATM nya ke arahku.
“ Aaaa… tidak perlu ” kataku sambil merasa tidak enak hati.
Lalu dia berjalan ke arahku dan memberikan ATM nya sesara paksa kepadaku.
“ kau harus menerimanya jika tidak aku takkan mengizinkan kau untuk berangkat ” katanya sambil memberi ATM nya.
“ Emm baiklah ” kataku.
“ aku akan mengatarmu ke sana ” katanya terhadapku.
“ tidak perlu aku naik buss saja kau juga kan ada rapat hari ini ” kataku sambil melambaikan tangan ku keduanya.
“ Rapat itu jam 10 sedangkan kau berangkat jam 7 ” kata Lim.
“ baiklah kalau begitu ” kataku mengalah.
Saat itu Lim mengantarku ke perusahan itu. “ sudah sampai sini saja ” kataku.
Lim memberhentikan mobilnya di sana.
“ baiklah kalau begitu aku pergi dulu ya ” kataku sambil mau membuka pintu mobilnya.
Tiba tiba saja Lim menahanku dengan tangannya, “ ingat ini, jika kau sudah sampai di sana kau harus ingat apa yang aku ajarkan padamu tadi malam ” katanya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku.
Saat itu aku mengangguk ke padanya sambil menatap matanya. wajahku tiba tiba saja memerah dan hatiku tiba tiba saja berdetak dengan cepatnya. Entah kenapa aku selalu saja begini jika jarakku terlalu dekat denganya.
__ADS_1
“kalau begitu semangat” kata Lim yang memberi semangat padaku.
“iya baiklah” kataku sambil membuka pintu mobil.
Aku melambaikan tanganku pada Lim sambil berjalan menuju ke perusahan itu. Sesampainya aku di sana ternyata bukan hanya aku saja yang mendaftar tetapi memang banyak sekali orang di sana yang ingin mendaftar seperti ku.
“baiklah kau bisa mia kau pasti bisa” kataku pada diriku sendiri.
Wawancaranya selesai pukul 8 malam, dan aku hanya bisa berharap semoga aku di terima di perusahaan ini.
Tiba tiba dari belakangku terdengar suara klakson mobil. Aku membalikan badanku dan melihat mobil Lim sudah ada di sana.
Tiba tiba Lim keluar dari mobilnya dan menuju ke arahku. “bagaimana wawancaranya” tanyanya kepadaku.
“cukup bagus” kataku sambil mengaruk kepalaku.
“apakah kau sudah makan” Tanya Lim kepadaku. Aku hanya menggelengkan kepalaku kepadanya.
“baiklah kita akan makan malam di retoran” katanya sambil meraih tanganku dan membawaku masuk ke mobilnya.
Hari itu sangat melelahkan bagiku dan untung saja Lim datang menjemputku dan mengajaku makan malam bersamanya jika dia tidak maka entah apa yang akan terjadi padaku selanjutnya. Mungkin aku akan kelelahan saat sampai di rumah.
Hasil wawancara sudah tiba hari ini dan aku sangat gugup apakah aku di terima atau tidak. aku hanya berfikir jika aku tidak di terima Lim mungkin akan memarahiku atau bersikap dingin lagi kepadaku.
Saat aku membuka hasilnya yess aku di terima. Aku meloncat loncat di atas kursi dengan senang sehingga aku jatuh ke lantai.
Tapi itu tidak masalah bagiku karena aku di terima jadi walaupun badai menerjangku aku tak akan keberatan dengan itu.
Saat malam tiba, aku belum berbicara apa apa tentang hasil wawancaraku kepada Lim.
“Lim” kataku di tempat tidur.
“hemm” katanya sambil membaca beberapa dokumen di kursi.
“aku di terima bekerja di perusahaan itu” kataku dengan senang.
“baguslah kalau begitu” katanya sambil tersenyum tipis saat mendengar.
__ADS_1
[HARI PERTAMA]
Keesokanya, aku bersiap siap untuk bekerja aku membawa semua alat yang akan aku butuhkan di sana. Sambil tergesah gesah aku pergi dar kamar menuju ke bawah. Aku tidak ingin di hari pertamaku aku terlambat.
Aku mamakan sarapanku dengan cepat dan saat aku sudah selesai sarapan segera bergegasnya aku untuk pergi. Tiba tiba….
“Mia” teriak suara itu dari belakangku. Berbaliknya aku melihat Lim membawa alat yang aku siapkan dari tadi. Ternyata aku meluakan alatku di dalam kamar.
“ah alatku” kataku sambil berlari ke arahnya.
“hari pertama saja sudah ceroboh bagaimana kedepanya” kata Lim kepadaku. Aku hanya tersenyum lebar dan tidak bisa berbicara apa apa.
“pergilah sopir akan mengantarmu” katanya kepadaku.
“dan satu lagi, semoga berhasil” sambil mengacak ngacak rambutku. Aku hanya menganguk kepadanya.
Sampainya aku di sana, aku langsung di pekerjakan di sana. Aku merias wajah wajah artis, Dan untungnya mereka puas dengan apa yang aku kerjakan hari itu.
Selesai sudah semua pekerjaan kami, dan kami di perbolehkan pulang dan pass pukul 7 malam kami pulang.
Aku mengemasi barang barangku dan seseorang datang ke arahku.
“hai, anak baru apakah harimu menyenangkan hari ini” kata salah satu seseorang di sana.
“iya, cukup menyenangkan” kataku sambil tersenyum.
“baiklah, perkenalkan namaku selly kau siapa” tanyanya kepadaku mengulurkan tangan untuk berjabat.
“ perkenalkan namaku Mia Jang, kau bisa memanggilku mia” sambil meraih tangannya.
“baiklah, Mia kau ingin di sini” tanyanya kepadaku.
“karena aku ingin mengisi waktu luangku” jawabnya aku kepadanya.
“aaa jadi begitu ya, baiklah kalau begitu aku pulang dulu ya” katanya ramah terhadapku.
“Iya hati hati” kataku.
__ADS_1
Aku pulang dengan menggunakan buss, dan aku sengaja tidak menelpon sopir yang akan menjemputku karena aku tidak ingin merepotkan seseorang lagi.
Bersambung…..