Cinta kontrak dengan Lim

Cinta kontrak dengan Lim
episode 09


__ADS_3


[HARI KERJA KERASMU]


Pada malam hari, Lim sedang berada di ruangan kerjanya. Dia bilang kepadaku bahwa malam ini dia lembur dan begadang karena besok adalah hari pentinya. Perusahanya akan bekerja sama dengan perusahaan tertinggi di korea.


“Tok tok tok” suara pintu mengetuk.


“apa aku boleh masuk” kataku sambil membawa camilan dan kopi untuk Lim.


“masuklah” katanya sambil menatap dokumen dokumen di sana dengan serius.


“aku membawakan kopi buat mu” kataku sambil menaruhnya di meja.


“terima kasih” jawabnya.


“jam brapa kau tidur nanti” Tanya ku.


“aku tidak tau, jika dokumenya selesai mungkin aku akan tidur. Jika kau ingin tidur tidurlah duluan” jawabnya dengan serius lagi.


“baiklah kalau begitu aku akan kembali ke kamar” kataku.


“Mia…”panggil Lim kepadaku.


“iya?” kataku.


“bisakah kau temani aku sebentar di sini ? aku ingin membicarakan sesuatu dengamu” tanya nya kepadaku. Aku hanya menganguk.


Beberapa menit setelah itu, kami duduk di depan jendela sambil melihat bintang dan bulan di sana.


“besok lusa aku akan membawamu ke rumah orang tuaku” kata Lim kepadaku.


“apa kau akan membawaku ke rumah orang tuamu” kataku sabil terkejut.


“iya besok lusa kita akan pergi” jawabnya kepadaku.


“tapi aku belum siap” kataku panik.


“mereka tidak akan memakanmu” jawabnya lagi kepadaku sambil tersenyum melihatku.


“tapi katanya orang tuamu…” kataku sambil ragu.


“iya orang tuaku kandungku sudah meninggal saat aku balita karena kecelakaan, mereka itu orang tua angkatku mereka yang membesarkan aku hingga sekarang” jawabnya lagi.


“terus kenapa, walaupun mereka bukan orang tua kandungmu tapi mereka pasti sangat sayang kepadamu” sambil memegang lenganya. Dia hanya tersenyum dan menyentuh kepalaku.


Saat aku bangun Lim sudah bersiap untuk pergi ke kantornya.“apa kau sudah bangun” tanyanya kepadaku. “hmm” kataku.


“baiklah kalau begitu aku pergi dulu, jaga dirimu baik baik” katanya sambil mengacak ngacak rambutku.


“Lim semoga berhasil” teriak ku. Dan Lim hanya tersenyum saja kepadaku.

__ADS_1


Beberapa menit setelah itu, aku selesai mandi. Aku melihat dokumen di atas meja.


“sepertinya tidak asing” kataku sambil berfikir keras.


“oh tidak Lim…..” kemudian aku turun ke bawah dengan cepat dan memanggil sopir untuk mengantarku. Kerana ini dokumen penting yang di buat Lim tertinggal.


Kami dengan cepat mengendarai mobil dan kami terjebak macet, “haduh aku harus bagaimana ini, dokumen inilah yang menetukan perusahanya untuk maju” dalam batinku.


“paman aku turun di sini saja, aku akan ke kantornya sekarang” kataku sambil membuka pintu mobil dan berlari menuju kantor Lim.


Dengan penuh tantanga aku berlari kemudian terjatuh di jalan, tapi aku bangkit kembali dan berlari lagi. Sesampainya aku di sana aku di tahan oleh dua satpam di sana.


“stop nona ada keperluan apa anda di sini” tanyanya kepadaku.


“aku perlu bertemu dengan tuan Lim” sambil kehabisan nafasku.


“maaf nona Tuan Lim sedang ada rapat sekarang jadi dimohon untuk tidak menggaunya” kata satpam itu sambil menujukan arah keluar gerbang.


“aku ini istrinya, aku hanya ingin memberikanya dokumen penting ini” kataku.


“maaf nona kejadian ini sering terjadi, banyak yang mengaku ngaku bahwa mereka itu adalah istri dari Tuan Lim dan engkau pasti mengada ngada” kata satpam itu padaku.


Aku hanya menghela nafas dan langsung menerobos dua satpam itu dan berlari di dalam.


“hey, nona jangan masuk” kata satpam itu sambil mengejarku.


Lalu aku naik lift yang kosong dan naik meninggalkan mereka, dan saat pintu liftnya di tutup aku menjulurkan lidahku kepada kedua satpam itu.


“apa tuan Lim ada di sini” kataku dengan sopan kepada perempuan di sana. Tiba tiba saja satpam itu menarik tanganku.


“maaf nona kau harus ikut kami” katanya sambil menarik kami.


“aku tidak mau aku mau berlemu dangan Lim sekarang lepas” kataku sambil memberontak.


Lalu Lim keluar dari ruangan dan melihat kearahku. “Mia??” katanya sambil berjalan cepat menuju ke arahku.


“lepaskan dia” kata Lim sambil menelepaskan tangang para satpam itu.


“Lim ini dokumen mu tertinggal” kataku sambil memberikan dokumenya.


“tuan sudah waktunya” kata menejer Kim di belakang Lim.


Lalu Lim mendudukan ku di salah satu kursi di sana sambil berkata. “tetap di sini aku akan pergi sebentar jangan kemana mana aku akan segera kembali” sambil memegang kepalaku dengan lembut dan mengambil dokumen yang ada di tanganku. Aku hanya mengangguk kepada dia dan hanya melihat dia masuk keruangan rapatnya.


Lalu aku melihat kepada kedua satpam itu dan berkata. “apa kalian percaya sekarang” sambil memalingkan wajahku. Kemudian satpam itu hanya pergi setelah aku berkata seperti itu kepadanya. Dan tak ku sangka semua orang yang ada di ruangan itu melihat ke arahku dan lagi lagi berbisik.


“siapa dia, aku belum pernah melihat Tuan Lim sangat lembut kepada wanita” bisik seseorang di sana. “liatlah penampilanya sangat kotor” bisik lagi seseorang di sana. Ya aku menyadari bahwa diriku sangatlah kotor dan aku bertanya pada seseorang di sana.


“toilet nya sebelah mana ya” sambil tersenyum dan dia hanya menunjukan kearah toilet. Tak bertanya lagi aku langsung menuju toilet itu dan membersihkan kotoran yang ada di tubuhku. “aku baru pertama ke sini tapi dengan keadaan seperti ini memalukan” kataku di depan kaca. Lalu aku keluar dari toilet dan duduk kembali di sana.


[KAU SANGAT MANIS HARI INI]

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Lim keluar dari ruangannya dan berjabat tangan dengan seseorang di sana. Kemudian seseorang itu pergi dan aku berpikir pasti Lim sukses menjalankanya.


Aku hanya terdiam di sana sambil melihat ke arahnya dan dia juga melihat ke arahku sambil tersenyum kepadaku. Lalu dia menuju ke arahku dan melihat lututku yang terluka.


“kenapa kau jadi seperti ini” katanya sambil melihat ke arahku.


‘tapi terima kasih sudah mengantar dokumenku ke sini” katanya lagi terhadapku.


Kemudian Lim memegang tanganku dan membawaku keluar dari katornya.


“kau mau membawaku kemana” tanyaku kepada Lim.


“membelikanmu baju” sambil berjalan kearah mobil.


“oh…” kataku sambil tersenyum melihatnya.


Sesampainya di toko aku hanya duduk diam di sana sambil melihat Lim mencarikan baju untuku. Dia bersikap sangat manis kepadaku aku sampai sampai aku tidak bisa menahan senyum yang ada di bibirku.


“coba pakai ini” katanya sambil memberikan baju yang ada di tanganya.


“hmmm baiklah” jawabku sambil mengambil baju di tanganya dan pergi ke ruang ganti.


Selesainya kami memilih baju Lim mengajaku ke suatu tempat yang sangat ramai yaitu taman bermain.


“wahhh….dari dulu aku ingin ke sini” sambil berputar putar.


“aku ingin naik yang itu” kataku lagi sambil menunjuk kearah wahana di sana.


Dan setelah kami memainkan semua wahananya kami memakan ice creem di sebelah toko dan duduk di sana.


“Lim, terima kasih ya kau sudah membawaku ke sini” kataku sambil memakan ice creem di tanganku.


“kenapa kau berterima kasih kepadaku, aku kesini karena keinginanku” katanya sambil tersenyum jahat kepadaku.


“Lim kau mengejekku…” jawabku sambil memukulnya berulang ulang.


“baiklah baiklah kalau begitu maafkan aku” katanya sambil mebujukku.


“tidak akan!!!” kataku sambil menjulurkan lidahku kepadanya dan berjalan meninggalkanya.


Lim hanya tersenyum lebar melihat ku yang bertindak seperti anak kecil disana. Aku sangat bahagia, karena Lim selalu disisiku dan aku akan menjaganya selagi aku bisa.


Tibanya kami di rumah, kami berkemas untuk pergi ke rumah orang tua angkat Lim.


“Lim kau di mana” kataku mencarinya dan aku melihatnya sedang meminum sesuatu seperti obat. Lalu aku menghampirinya.


“Lim kau sedang apa” kataku berjalan ke arahnya. Lalu tiba tiba saja dia menyembunyikan obatnya di belakang tubuhnya.


“kenapa kau belum tidur” jawabnya mengelak kepadaku.


“Lim kalau begitu ayo tidur” kataku sambil menarik tangannya.

__ADS_1


Dan aku tidak tau obat apa yang Lim minum tadi dan karena sudah malan jadi aku akan bertanya kapadanya besok.


__ADS_2