Cinta kontrak dengan Lim

Cinta kontrak dengan Lim
episode 21


__ADS_3

[BERSAMAMU]


Sesampainya di rumah sakit aku tertidur karena obat bius yang dokter berikan kepadaku. Entah kenapa aku merasa sangat tidak berdaya akan tubuhku. Sehingga saat aku bangun diriku masih tidak berdaya sama sekali. Dan di saat aku membuka mataku harris berada di sebelahku dan menggenggam tanganku dengan erat.


“Harris!! Maaf membuatmu khawatir” ucapku kepadanya.


“Sudah seharusnya aku khawatir” jawabnya dengan lembut sambil ngusap kepadaku. Lalu aku hanya tersenyum kepadanya.


Beberapa menit kemudian harris bertanya kepadaku, “ Mia kapan terakhir kali kau datang bulan”


“sudah terlambat satu bulan ini, tapi emangnya kenapa” jawabku.


“kau hamil” jawabnya dengan lirih. Sepontan aku melihat ke arah harris dengan terkejut.


“Apa, aku hamil” ucapku.


Entah pada keadaan itu aku harus merasa senang atau merasa sedih. Karena semua ini adalah hal dimana Lim tidak menganggap ku sebagai istrinya lagi. Aku senang jika memang anak ini lahir dan aku juga akan sedih jika anak yang aku kandung menanyakan ayah kandungnya kemana.


“Bagaimana kita beritaku Lim” kata harris kepadaku.


“Aku sendiri saja yang memberitahunga” jawabku.


“Baiklah” jawab harris dengan lembut.

__ADS_1


****


Kemudian keesokan harinya aku keluar dari rumah sakit dan pulang ke kotaku. Lalu aku akan memberitahu Lim tentang ini besok. Dan hari besok yang aku tunggu sudah tiba. Aku pergi ke kantor Lim dan pegawainya bilang kemungkinan Lim akan lama datang ke kantor. Soalnya Lim sedang rapat di perusahaan lain dan perlu mengecek semua keadaan di sana. Tapi aku akan tetap menunggunya disana.


Hingga malampun tiba, sedangkan orang yang aku tunggu belum datang juga. Lalu seorang pegawai di sana bilang padaku bahwa Lim tidak akan datang ke kantor hari ini. Seharian aku menunggu tapi semua itu sia sia.


Aku pulang dengan berjalan kaki karena ketinggalan biss. aku lapar sekali dan belum makan dari tadi siang. Rasanya tubuhku menjadi lemas dan lessu.


Kemudian tiba tiba saja hujan deras mengguyurku dan bukannya aku menghindari hujan itu tapi aku hanya terdiam di sana. Lalu aku berjongkok dan menangis disana. Entah kenapa hatiku sangat sedih jika aku seperti ini dengan Lim. Lalu seseorang dibelakang ku memayungiku dan berkata,


“Kenapa kau disini?” tanya nya kepadaku.


Lalu aku berbalik ke arahnya dan melihat seseorang yang aku ingin temui sekarang.


Kemudian Lim membantuku berdiri dan membawaku pergi dari sana. Dan sesampainya di suatu tempat, dia membawaku ke hotel terdekat. Mungkin dia tidak ingin diriku sakit dan langsung membawaku ke hotel untuk membersihkan diriku yang basah kehujanan.


Selesainya aku mandi,


“Apa kau sudah selesai?” tanyanya kepadaku sambil duduk di soffa.


“Emm…” jawabku sambil menganggukkan kepala.


“Kemarilah, biarkan aku membantumu” ucapnya sambil membawa handuk di tangannya. Lalu aku menuju ke arahnya dan duduk di bawahnya. Kemudian Lim mengeringkan rambutku dengan handuk di tangannya tadi.

__ADS_1


“Lim?” panggilku.


“Apa?” jawabnya.


“Aku ingin kau tau sesuatu, aku….” kataku kepadanya, dan tiba tiba ponselku berbunyi.


“Tidak apa apa angkat lah, aku akan menunggumu” jawabnya sambil berdiri dan duduk di kasur. Lalu kuangkat telepon itu dan berbicara di kamar mandi.


“Iya harris?” kataku di telepon.


“Kau dimana sekarang?” tanya nya kepadaku.


“aku sedang bersama Lim” jawabku di sana.


“Baiklah kalau begitu, jika dia memperlakukan mu dengan buruk katakan kepadaku Oke” ucapnya.


“Siap boss” jawabku dengan semangat.


“Aku tutup dulu” katanya.


“ oke” jawabku sambil menutup teleponnya.


Kemudian aku keluar dari kamar mandi dan Lim sudah tertidur pulas di kasur nya. Aku menghela nafasku dan berpikir, lebih baik aku beri tahu dia besok saja. Tak lama dari itu aku hanya tidur di sampingnya dan menatapnya disana.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2