
[MAAF]
Setelah ke kampus aku pergi kerumah mina sepupuku. Aku sudah lama tidak menemuinya, terakhir kali aku bertemu dengannya saat aku bekerja. Sesampainya di sana, kami berbincang bincang seperti bisanya.
“Bagaimana kabarmu?” tanya mina kepadaku.
“Aku baik, bagaimana denganmu?” tanyaku balik terhadapnya.
“Aku pun juga baik sepertimu, bagaimana dengan Lim apakah dia memperlakukan dengan buruk” tanyanya sambil mengejekku.
“Kau ini…..dia itu sangat baik kepadaku, bagaimana bisa dia memperlakukan ku dengan buruk” jawabku sambil memuji Lim.
“Iya iya baiklah terserah kau saja” katanya sambil menyerah menjahiliku.
Hari pun sudah malam dan aku masih berada dirumah mina. Kemudian karena sudah malam aku pamit kepada mina dan pulang ke rumah.
Saat aku berjalan di pinggir jalan tiba tiba mobil berhenti di samping ku dan membuka kaca jendelanya. Dan seseorang yang ada di dalam mobil itu adalah orang yang aku benci yaitu Leo.
“Hai mia?? Kenapa kau jalan sendirian disana, kemari lah aku akan mengatarmu pulang” katanya sambil membuka pintu mobilnya.
“Tidak perlu aku bisa pulang sendiri” jawabku dengan sombong kepadanya. Lalu dia turun dari mobilnya dan menghentikan aku di sana dengan berdiri di depanku.
“Mia aku ingin berbicara denganmu?” katanya sambil ragu.
“Maaf aku tidak punya waktu untukmu” jawabku sambil melewatinya disana.
“Mia aku masih mencintaiku sampai sekarang” teriaknya dia di belakangku. Lalu aku berbalik ke arahnya dan berkata.
“oh.. Jadi begitu kau masih mencintaiku? Jadi bagaimana dengan karirmu itu, dengan ingin memilih untuk menjadi model di sana dan kau seenaknya pergi begitu saja meninggalkanku sendirian di sini. Kau tau betapa menderitanya aku karena kau meninggalkan aku di sini sendirian. Dan bodohnya aku, kenapa dulu sangat mencintai orang sepertimu” jawabku kepada nya sambil menunjukan jari kepadanya.
“Maafkan aku Mia, Aku janji akuu akan memperbaiki semua kesalahanku tapi kumohon kembalilah kepadaku, Aku tidak bisa hidup tanpamu” katanya membujuku sambil memegang tanganku.
Aku menepiskan tanganku kepadanya dan berkata “Sudah terlambat” sambil pergi meninggalkan dia. Lalu dia masih saja menahan ku dengan meraih tanganku di sana.
__ADS_1
“Lepaskan aku!!” kataku kepadanya. Kemudian tiba tiba, sebuah tangan memukul wajah Leo dengan sangat keras.
“Ahh…” sambil terkejut melihatnya. Saat aku melihat ternyata itu adalah Lim suamiku.
“Jangan berani kau sentuh dia lagi atau kau tidak akan selamat” kata Lim kepada Leo. Lalu Lim menariku dari sana dan memasukanku k dalam mobilnya. Aku melihat wajahnya yang begitu marah disana. Sebelumnya aku belum pernah melihatnya semarah ini kepada seseorang ataupun kepadaku.
“Apakah kau terluka?” katanya dengan dingin sambil memegang setir mobilnya.
“Aku baik baik saja, kau tidak perlu terlalu khawatir kepadaku” jawabku dengan lembut. Lalu Lim memberhentikan mobilnya di samping jalan.
“Bagaimana aku tidak khawatir, jika terjadi sesuatu padamu bagaimana?” teriak Lim kepadaku dengan kesal dan aku hanya terdiam di sana.
Lalu Lim menghela nafasnya dan berkata padaku “ Maaf, aku terlalu terbawa suasana” sambil memegang kepalanya.
“ Tidak, seharusnya aku yang meminta maaf kepadamu” jawabku sambil menundukan kepala.
“kau tidak salah sama sekali” jawabnya sambil menyentuh kepalaku dengan lembut. Saat itu aku merasa bersalah kepada Lim karena sudah membuatnya khawatir kepadaku.
[AKU TIDAK BISA MEMBANTU]
Malam ini Lim tidak bisa menemaniku tidur di kamar. Dia bilang kepadaku bahwa dia akan lembur untuk malam ini di ruang kerjanya.
Disaat aku masuk aku terkejut melihat Lim duduk di lantai sambil merasa kesakitan di kepalanya.
“Lim apa yang terjadi?” kataku sambil lari menuju ke arah Lim. Aku sangat panik dan tidak tau harus apa. Lalu aku teringat akan rumah sakit.
“Tunggu sebentar Lim, aku akan menelpona ambulance” kata ku. Dan saat aku ingin berdiri Lim menahan ku dengan tangannya.
“Tidak, aku tidak ingin ke rumah sakit” jawabnya sambil merasa sangat kesakitan.
“tapi Lim?” jawabku. Lalu Lim meletakan kepalanya di atas pahaku. Dan dengan itu air mataku mulai menetes di pipiku. Saat itu juga aku hanya bisa melihatnya kesakitan dan tidak bisa menolongnya. Aku menahan tangisku sambil memegang kepala Lim yang kesakitan. Malam itu pertama kalinya aku Melihat Lim merasa sangat kesakitan.
Keesokan harinya, aku sengaja tidak membangunkan Lim. Dan aku bilang kepada menejer Kim untuk membatalkan semua pertemuan karena Lim sedang sakit. Dan aku tidak ingin Lim bekerja lebih keras dan membuat sakitnya menjadi parah.
“Lim aku akan merawatmu sampai sembuh” kataku sambil melihatnya sedang tertidur nyenyak disana. Kemudian aku mencium pipinya dengan lembut dan pergi meninggalnya untuk istirahat. Aku menutup pintu kamar dengan pelan agar Lim tidak terbangun. Hari ini aku akan pergi kuliah sedangkan Lim akan tetap di rumah.
__ADS_1
Seselesainya di kampus aku cepat cepat pulang ke rumah. Dan tiba tiba suara seseorang memanggilku. “Mia!!” sambil berlari kearahku lalu memelukku.
“Harris” jawabku di sana.
“Mia kau dari mana saja, aku mencarimu berhari hari? Saat aku pulang dari paris aku langsung menuju ke rumahmu tapi kata orang di sana rumahmu sudah di jual” katanya kepadaku.
“Harris, apa kau tidak tau ayahku meninggal dan perusahaan bangkrut?” tanyaku kepadanya.
“Bangkrut!!” jawabnya kepadaku.
Harris adalah teman kecil ku, kami berteman pada umur 5 tahun. Aku dan harris sangatlah dekat walaupun kami dulu sering bertengkar. Tapi kemudian dia pergi ke paris karena ayahnya yang di pindah kerjakan. Pada saat itulah terakhir kali kami bersama.
[TEMAN MASA KECIL]
Harris mengajakku ke sebuah caffe.
“Kau tau aku sibuk mencarimu kemana mana dan untung saja aku menemukan mu sekarang” kata harris kepadaku.
“Jadi sekarang kau dimana?” tanyaku kepadanya.
“Aku pindah kesini karena aku akan bekerja di rumah sakit hospital sedney” jawabnya.
“Dan kau tinggal dimana sekarang?” tanyanya kepadaku.
“Aku tinggal bersama Lim suamiku” jawabku.
“Apa!!! Kau sudah menikah?” katanya sambil terkejut mendengarnya.
“iya….harris aku arus pergi, ada sesuatu yang harus aku urus” jawabku lagi sambil beranjak dari tempat duduk.
“aku akan mengantarmu” katanya.
“Tida apa apa, aku akan pulang sendiri” jawabku.
“Kau ini adalah teman masa kecilku yang sudah aku anggap sebagai adikku. Kanapa sekarang aku tidak boleh berkunjung ke rumah suami mu. Padahal aku ingin melihat suamimu seperti apa?” katanya lagi kepadaku.
__ADS_1
“Baiklah kau boleh ikut” jawabku dengan pasrah.
bersambung.....