Cinta kontrak dengan Lim

Cinta kontrak dengan Lim
episode 20


__ADS_3


[TERINGAT SEMUA TENTANGMU]


Pagi pun datang, saat membuka mataku aku melihatnya tidur pulas di sampingku. Lalu aku menatapnya sebentar di sana.


“Lim aku mencintaiku” kata itu muncul dari mulutku tanpa aku sadari. Lalu tiba tiba dia membuka matanya dan kami saling menatap. Dan aku hanya membalikkan pandanganku kepadanya.


“Sejak kapan kau memandang ku seperti itu” katanya yang barusan terbangun.


Kemudian Lim bangkit dan duduk di tempat tidur sambil meletakan tangannya di keningku.


“Demammu sudah turun” katanya sambil turun dari tempat tidur.


“Kau mau kemana?” tanyaku.


“Mandi” jawabnya dengan singkat.


Aku hanya memandangnya yang membuka bajunya dan langsung masuk kamar mandi. Lalu aku mendengar suara dari ponsel Lim yang berdering. Dan aku lihat itu adalah sekretarisnya.


“Lim ponselmu berbunyi” teriakku di sana.


“Siapa?” tanyanya.


“Sekertarismu” jawabku dengan keras.


“Angakat lah” katanya. Lalu aku mengangkat telepon itu.


“Hallo?” kataku di telepon.


“Tuan aku sudah di depan kamarmu, aku membawakan apa yang kau inginkan” kata dina di telepon.


“Baiklah aku akan membuka pintunya, sebentar” jawabku sambil turun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu.


Lalu aku membuka pintu kamar hotel dan melihatnya membawa peperbag di tangan nya.


“Nyonya Lim, ini baju yang tuan inginkan” katanya di depan pintu.


“Baiklah kalau begitu silahkan masuk” jawabku. Lalu dia masuk ke dalam dan duduk di soffa.


“Nyonya ternyata kau adalah….” kata dina.


“Iya aku adalah istrinya” jawabku sambil tersenyum.


“Pantas saja kau bertanya itu kepadaku tentang itu, tapi bagaimana dengan pria yang bersamamu kemarin malam” katanya. Lalu aku teringat dengan harris.

__ADS_1


“Harris, Oh ya ampun aku lupa” kataku dengan terkejut dan mencari ponselku di meja. Lalu aku memanggil harris dengan ponselku.


“Harris kau dimana?” tanyaku di telpon.


“Seharusnya aku yang bertanya padamu, kau membuatku khawatir” teriaknya di telpon.


“Iya maaf” jawabku.


“baiklah, katakan padaku sekarang kau dimana?” tanyanya lagi di telpon.


“Aku di hotel yang kemarin kamar no. 566” jawabku.


“Baik aku akan kesana. Tunggu aku” katanya sambil menutup telepon.


Lalu Lim keluar dari kamar mandinya.


“Siapa yang menelponmu?” tanya Lim sambil menghanduki rambutnya yang basah.


“Harris, pasti dia sangat khawatir jadi aku menelponya” kataku kepadanya.


“Ohh” jawabnya dengan singkat.


“Dina mana barang yang aku pesan” katanya kepada dina disana.


“Ini tuan barang yang kau inginkan” jawabnya sambil memberikan ya kepada Lim.


Setelah beberapa menit aku keluar dari kamar mandi dan baju yang aku pakai terlalu besar di tubuhku. Dan aku melihat sesekitar ternyata dina sudah tidak ada di sana.


“kemarilah, dan makanlah ini” katanya sambil membuka makannya di meja. Lalu aku duduk di sampingnya.


“Dimana sekertarismu” tanyaku kepada Lim.


“Dia sudah pulang” jawabnya sambil membaca majalah di tangannya.


“Oh!” kataku.


Kemudian bell kamar berbunyi.


“Biar aku yang membukanya” kata Lim sambil meletakan majalah nya di meja.


Saat Lim membuka pintunya tiba tiba seseorang masuk dan menarik tanganku.


“Ayo pergi” katanya sambil menarik ku di sana.


“Harris!!” jawabku terkejut melihatnya. Dengan itu aku ditarik oleh harris menuju keluar pintu dan tiba tiba Lim menahan ku disana dengan tangannya.

__ADS_1


“Atas hak apa kau ingin membawanya” kata Lim kepada harris sambil menatapku.


“Apa kau tak ingat, kau kan sudah melepaskannya” jawab harris dengan menatap tajam Lim. Kemudian Lim melepaskan tangannya yang menahan ku di sana. Lalu aku tersadar akan hal perceraian yang di berikan Lim kepadaku. Terdiamnya aku di sana setelah mengingat itu semua.


“Harris lepaskan aku, aku bisa jalan sendiri” kataku dengan wajah sedih sambil mengambil barang barangku di sana dan keluar dari kamar itu.


Saat aku keluar rasanya sangat berat bagiku. Kanapa aku masih berpikir bahwa dia adalah suamiku padahal dia sudah memberikan surat cerai secara langsung padaku. Dan mungkin aku tidak akan pernah bersamanya lagi.


[SAHABAT TERBAIK]


Sesampainya aku di mobil harris, aku hanya terdiam disana. Tanpa berkata kata harris hanya memandangku dengan kesal.


“Kenapa kau masih saja ingin bersama orang yang menyakitimu” kata harris marah kepadaku.


“Maafkan aku” jawabku. Dan harris hanya menghela nafasnya sambil melihatku yang terlihat sangat murung di mobil itu.


“Baiklah kalau begitu, apa kau sudah makan?” tanyanya kepadaku dengan manis. Aku hanya menggeleng kan kepala ku karena aku merasa sangat lapar.


“Oke, kita akan makan di sebuah restoran ternama di pulau juju ini” katanya sambil menghibur ku. Dan lagi lagi aku hanya terdiam di sana sambil menatap ke jendela mobil.


Lalu…..


“Mia!! Kau ini sangat menyebalkan, kau tidak dengar aku berbicara apa padamu. Apa aku harus berbicara sambil berteriak begini. Dan jika kau menangis apa perlu aku membelikan mu ice cream rasa strawberry. Dan saat tertawa apa perlu juga aku membuatmu menangis lagi sehingga membelikan mu ice creem untuk kedua kalinya sama seperti kecil dulu. Haa…..jawab aku!!” teriak harris dengan sangat keras menghiburku.


Kemudian aku hanya tertawa lepas di sana melihatnya. Dia sangat menghiburku saat ini. Harris tau semua apa yang aku rasakan. Saat sedih seperti ini dia menghiburku dengan teriakannya kepadaku. Dan aku tau dia adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki di dunia ini.


****


Sesampainya di sebuah restoran mewah, aku dan harris sarapan pagi bersama di sana.


“Jam berapa kita pulang ke rumah?”tanyaku disana kepadanya.


“Penerbangannya jam 10 dan sekarang masih jam 8 jadi kita bisa mengulur waktu sedikit” jawabnya sambil melihat jam tangannya.


“Oh… terus bagaimana dengan pekerjaanmu di rumah sakit?” tanyaku kepadanya lagi.


“Aku sudah izin kepada ketua bahwa aku akan terlambat untuk sampai di sana” jawabnya lagi. Lalu aku hanya mengangguk angguk kepadanya sambil mencoba mengerti apa yang dikatakan ya padaku.


Lalu tiba tiba saja aku merasa mual dan sakit perut lagi.


“Sttt…aww” sambil meremas perutku. Lagi lagi Aku merasa kesakitan pada perutku.


“Ada apa?” Tanyanya kepadaku sambil berlutut kepadaku dan menyentuh perutku.


“Kita harus kerumah sakit untuk mendapatkan peralatan yang lengkap” kata harris kepadaku sambil menggendongku menuju ke mobil.

__ADS_1


Dan pada saat itu aku hanya menahan sakit yang ada di perutku. Kemudian harris membawaku ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan peralatan yang lebih lengkap.


bersambung.....


__ADS_2