Cinta kontrak dengan Lim

Cinta kontrak dengan Lim
episode 07


__ADS_3


[LEO???]


Babarapa hari kemudian, aku merasa sudah biasa dengan pekerjaanku. Aku melakukan apa yang aku bisa dan menyerahkan pekerjaan yang aku tidak bisa kepada selly. Karena selly adalah salah satu menata rias yang paling handal di sana.


“Mia apakah kau bisa ambilkan ini di ruangan itu” kata selly kepadaku sambil menunjuk ke ruangan itu. “ baiklah” kataku.


Kemudian aku mengambil barang yang selly butuhkan di sana dan tiba tiba saja aku tidak sengaja menabrak seseorang di depanku.


Dengan sepontan aku langsung meminta maaf kepada orang yang aku tabrak “maaf maaf kan aku” kataku sambil menundukan kepala.


Dan saat aku menaikan kepalaku “LEO??” kataku.


“MIA??” katanya balik terhadapku.


“apa yang kau lakukan di sini, bukanya kau menetap di italia sebagai model” kataku sambil menatap tidak percaya.


“dan kau juga, kenapa kau di sini” katanya sambil menunjukan jarinya ke arahku.


“LEO” teriak seseorang dari belakang.


“iya aku datang” katanya sambil melihat kearah yang memanggilnya.


“ baiklah sampai nanti ya kekasih lama ku” katanya kepadaku sambil melambaikan tangan dan mengedipkan mata dengan arogan.


Dulunya Leo adalah pacarku di saat aku masih kelas 2 SMA. Dia adalah salah satu pria yang paling tampan dan di sekolahan ku. Pada awalnya kami hanya sekedar berteman saja tetapi tak lama dari itu Leo bilang padaku bahwa dia menyukaiku. Dan dari situ juga aku sangat tergila gila olehnya.


Tapi Leo meninggalkan aku dia lebih memilih ke italia untuk memenuhi karirnya disana sebagai model. Dan aku juga baru sadar dia adalah pria yang sombong, arogan, dan playboy. Dan mulai dari situ aku sangat membencinya bukan menyukainya lagi.


“Mia kau harus merias seseorang sekarang” kata selly kepadaku.


“apakah aku harus merias pria sombong itu” kataku tidak sadar mengatakannya.


“kau bicara apa??” kata selly kepadaku lagi.


“ah tidak aku tidak bilang apapun, baiklah siapa yang akan aku rias sekarang” kataku sambil tersadar.


[BODOH]

__ADS_1


Aku masuk ke ruangan itu dan aku melihat Leo sedang duduk di sana. “baiklah Mia kau kuatkan hatimu dan telinga mu” kataku kepada diriku sendiri.


“Mia, kau ada di sini. Oh iya aku dengar perusahaan ayahmu bangkrut ya. Kenapa kau tidak bilang kepadaku. Mungkin saja aku bisa membantumu, dan kenapa kau bekerja menjadi make up artis apa kau butuh uang, berapa yang kau butuhkan aku akan memberimu sekarang. Jangan malu untuk memintanya kepadaku.” Kata Leo Sambil menatap wajahku.


“selly aku tidak bisa memberinya riasan di wajahnya. Wajahnya terlalu lembek untuk di make up” kataku sambil berjalan keluar pintu.


“ah sial kenapa harus dia sih” kataku sambil mengeluh.


Tiba tiba suara brisik terdengar di dalam kantor.


“liatlah itu adalah pria pengusaha yang bekerjasama dengan perusahaan kita, liat lah wajahnya sangat tampan seperti artis saja ya” kata seseorang bisik bisik di ruangan yang sama denganku. Tapi aku tak memperdulikan itu semua karena aku masih kesal oleh ucapan Leo tadi kepadaku.


Kemudian aku berjalan kearah pintu sambil mebawa juss di tangaku. Oh tidak menabrak orang yang ada di depanku dan menumpahkan semua juss di bajunya.


“ah maafkan aku aku tidak sengaja” kataku sambil membersihkan bajunya.


“berani sekali kau menumpahkanya ke bajuku yang mahal ini” sambil melayangkan tanganya menuju ke wajahku.


Tapi tiba tiba tamparanya itu di tahan oleh seseorang di sampingku. Dan saat aku melihat orang itu.


“Lim??” kataku dengan ternganga.


Kemudian lim melihat ke arahku dan melihat ke bawah. Dan aku baru sadar kakiku terkena pecahan kaca dari gelas juss tadi.


“bodoh” kata itu keluar dari mulutnya dan ditujukan buatku. Lalu Lim menuntunku ke kursi dan memeriksa kakiku.


“apakah ini sakit” kata Lim kepadaku. Aku menganggukkan kepalaku dan merasakan kesakitan.


Dan seseorang datang ke arah kami dan ternyata itu adalah si pemilik perusahaan ini.


“Tuan Lim maafkan kami atas keributan ini” katanya sambil melihat ke arahku.


“tidap apa apa derektur ini hanya masalah kecil yang di buat oleh istriku” kata Lim kepada derektur.


“oh dia istri Tuan Lim” kata direktur sambil terkejut melihatku. Lim hanya tersenyum kacil.


“baiklah kalau begitu aku akan pergi, besok kita bicarakan proyeknya” kata Lim kepada derektur itu sambil menuntunku keluar dari kantor.


Lalu sesaat orang orang membicarakan kami. “apa tuan Lim sudah memiliki istri, ah ya ampun beruntung sekali wanita itu, jika dia suamiku mungkin aku tidak bekerja malahan aku akan menghabiskan uangnya ” kata orang orang yang ada di sana.

__ADS_1


Sesampainya aku di rumah, dan tepatnya di dalam kamar. Aku hanya duduk di kasur dan menunggu Lim mengambilkan obatnya.


Akhirnya Lim datang dengan obat di tanganya. Lalu Lim mengobatiku di sana,


“apa kau tau kenapa aku memilihmu menjadi istri kontrakku” katanya kepadaku. Aku hanya menggeleng kepadaku.


“apa kau mau tau alasanya” tanyanya lagi sambil menatapku. Dan aku hanya menganggukkan kepalaku.


“karena aku tau sifatmu, kau itu adalah pekerja keras, tidak di manfaatkan orang di sekitarmu, dan kau selalu memahami kondisimu” katanya sambil mengoleskan obat di kakiku.


Aku bingung kenapa Lim berbicara itu kepadaku. Kenapa dia selalu menolongku setiap aku mendapat masalah. Dan saat itu dia selesai mengoleskan obatnya kepadaku.


“baiklah kalau begitu aku akan pergi, jika kau perlu sesuatu kau bisa panggil seseorang di bawah” katanya terhadapku.


“iya baiklah” jawabku.


Lalu Lim keluar dari kamar dan pergi.


....


Ke esokan harinya, aku pergi bekerja dan saat aku masuk ke kantor mereka semua menatapku dan berbisik bisik tentangku. Baiklah itu tidak akan masalah bagiku.


“Mia kau sudah datang” kata direktur perusahaan itu.


“iya direktur, apa kau memerlukan aku” jawabku kepada direktur itu.


“tidak ada, semoga harimu menyenangkan” katanya kepadaku. Aku hanya mengangguk heran.


Saat aku bekerja di sana entah kenapa orang orang sangat aneh kepadaku, tiba tiba mereka sangat baik di hadapanku. Mungkin karena kejadian kemaren mereka sampai begitu takutnya terhadapku. Baiklah jika mereka memang ingin seperti itu.


Lalu aku melihat Leo sedang berjalan ke arahku, dengan cepat aku langsung memalingkan wajahku.


“apa kabar Mia bagaimana kondisimu, apakah masih sakit lukamu” Tanya seorang dari belakangku. Aku hanya terdiam seakan tidak mendengarnya.


“hei aku bicara padamu” katanya lagi kepadaku dengan kasar.


“terus aku harus peduli” kataku sambil menjulurkan lidah kemudian meninggalkanya. Aku tidak tau apa yang dia pikirkan tentangku saat ini aku hanya berharap semoga dia tidak menggangguku lagi.


Saat ini pukul 9 malam, Pada saat itu aku pulang menuju ke rumah dan tiba tiba saja turun hujan sangat deras, lalu aku berlari menuju halte buss di sana dan berteduh. Di sana sangat sepi sekali dan mungkin aku tertinggal buss nya. Jika begini aku harus bagaimana, sedangkan Ponselku mati karena baterai nya habis.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2