
[AKU HARUS TENANG]
Aku pergi begitu tiba tiba sehingga mungkin mereka akan khawatir terhadapku. Hari pun sudah malan dan aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. Aku tidak bisa memilih antara berlari meninggalkan kenyataan atau menerima kenyataan itu. Aku tidak bisa hidup tanpa Lim. Lalu aku duduk di tepi sungai sendirian disana. Saat ini yang aku inginkan hanyalah sendirian.
Di sisi lainya orang orang mencariku kemana mana. Lim, kevin, dan Lisa mencari bersama sedang kan ayah dan ibu berjaga di tenda.
“kakak aku akan mencarinya di sebelah sana” kata Lisa kepada Lim sambil menunjuk kan jarinya.
“baiklah jika kau menemukan ya telpon aku” jawab Lim kepada Lisa. Dan Lisa hanya menganggukkan kepalanya.
Lisa mencari ku dan akhirnya menemukan ku. “huhh.. Ternyata dia di sana” kata Lisa sambil menghela nafasnya.
“Kenapa kau di sini orang orang khawatir padamu di sana?” kata Lisa kepadaku sambil duduk di samping ku.
“Tinggalkan aku sendiri” jawabku.
Lalu Lisa menghela nafasnya dan berkata, “ pasti karena kakak kan” seketika aku melihat ke arahnya.
“Pada awalnya aku tidak percaya, yah…..tapi bagaimana lagi itu hanyalah takdir yang ditentukan tuhan untuk kakak” katanya lagi kepadaku.
“Sejak kapan?” tanyaku kepadanya.
“Saat SMA” jawabnya kepadaku. Dan lalu aku menahan tangis ku.
“ Kau tau yang aku lakukan padamu itu hanyalah sandiwara saja. Aku hanya ingin mengetesmu saja, apakah kau benar mencintai kakak atau tidak. Jika tidak mungkin kau tidak akan menangis saat ini” kata lisa terhadapku.
“Mau berpelukan?” tanya Lisa kepadaku. Sepontan aku langsung memeluknya dengan erat. Aku menangis di pelukan nya dan dia hanya menepuk punggungku dengan lembut.
…..
Setelah baberapa saat kami kembali ke tenda. Akuu merasa sedikit tenang karena ucapan Lisa kepadaku. Aku akan mencoba untuk menerima semua yang terjadi.
“Mia kau dari mana saja, apa yang sedang terjadi, dan kau tau betapa khawatirnya aku di sini” tanya Lim kepadaku sambil memarahiku.
“Aku tidak apa apa, aku lelah, aku ingin tidur, dan bisakah aku tidur duluan di tenda” tanyaku kepada semua orang disana.
“jika kau kurang sehat sebaiknya kita pulang saja” kata ibu sambil memegang tanganku.
“Tidak tidak…. Aku hanya lelah sedikit, aku tidak ingin merusak acara kalian semua” jawabku dengan tidak enak hati.
“Baiklah kalau begitu, aku akan menyiapkan nya” kata Lim kepadaku.
__ADS_1
….
Aku berbaring di tenda itu sedangkan Lim juga ada di samping ku. Dia bilang dia akan menemaniku sampai aku tertidur. Kemudian Lim melingkarkan tangannya di perutku.
“Kenapa kau diam seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi?” tanya lim terhadapku.
“Kau berbohong kepadaku Lim!! Kau bilang saat dikamar waktu itu bahwa kau hanya meminum vitamin tapi kenyatanya?” kataku sambil menahan tangisku. Lim hanya terdiam saat aku mengatakan itu. Kemudian aku membalikkan tubuhku ke arahnya dan memeluknya.
“kenapa Lim kau tidak jujur kepadaku?” tanyaku kepadanya lagi. Lim tidak bisa menjawab apa apa saat ini, dia hanya terdiam dan mendengarkan semua keluhanmu padanya.
Dan seketika dia berkata padaku, “Mia, kau harus berjanji kepadaku. Apapun yang terjadi kau harus tetap hidup!!” sambil memelukku dengan erat. Aku hanya bisa menangis di pelukan ya tanpa henti.
Dan menjawab,“Tidak!! Kau harus hidup besamaku, kau tidak boleh meninggalkan ku sendirian, dan kau harus tetap disisiku selama sisa hidupku!!” protesku kepadanya.
Malam itu aku hanya bisa menangis dan terus menangis. Aku berpikir jika aku terus seperti ini Lim akan sedih melihatku. Dan aku putuskan mulai saat ini bagaimanapun yang terjadi aku harus menerimanya.
[AKU AKAN SELALU DISISINYA]
Keesokan harinya aku dan Lim pulang ke kota kami. Dan sebelum itu emang aku sudah mengajak Lim pulang lebih cepat.
Sesampainya di rumah, aku hanya langsung masuk ke kamar dan meletakan tubuhku di tempat tidur. Mungkin karena perjalan yang panjang aku menjadi lelah.
“Kau ingin sesuatu?” tanyanya lagi kepadaku.
“Aku tidak ingin apa apa sekarang, aku hanya ingin tidur” jawabku kepadanya sambil memejamkan mataku. Kemudian Lim mendekatiku dan mengelus kepalaku dengan lembut.
“baiklah jika begitu yang engkau inginkan” kata Lim kepadaku. Beberapa jam telah berlalu dan hari pun sudah malam, saat aku bangun aku teringat bahwa Lim belum meminum obatnya. Lalu aku mencari Lim di setiap sudut ruangan.
“Lim kau dimana?” kataku. Kemudian aku mendengar suara benda benda jatuh di kamar mandiku. Lalu aku membuka pintu kamar mandi dan melihat Lim sedang melepas bajunya di sana. Terdiam nya aku tidak bisa berkata ataupun bergerak di sana. Aku hanya kagum dengan badan nya yang berotot.
Kemudian aku membalikkan badanku keluar kamar mandi dan tiba tiba saja Lim menarik tanganku dan memojokkanku ke sudut dinding kamar.
“Lim apa yang kau lakukan Bagaimana jika ada yang melihatnya” kataku kepadanya sambil merasa malu.
“aku tak peduli” jawabnya kepadaku sambil mendekatkan wajahnya kepadaku.
“oh… kau mulai berani ya sekarang” kataku kepadanya sambil membernya percikan air di wajahnya. Lalu aku kabur dari kamar mandi dengan wajah yang merah seperti tomat.
Aku menunggu Lim keluar dari kamar mandi sambil memegang obatnya di sana. Lalu tidak lama dari itu lagi lagi dia keluar hanya cuma memakai handuk di setengah badan ya dan aku tidak fokus akan hal itu.
“Lim berapa kali aku bilang pakai bajumu saat kau keluar dari kamar mandi” kataku kepadanya sambil merasa sok berani.
__ADS_1
“aku tidak membawa bajuku jadi harus bagaimana lagi” jawabnya kepadaku mengejek sambil mencari baju di dalam lemari nya.
“baiklah jika itu mau mu… oh iya Lim kau harus meminum obatmu” kataku kepadanya.
“iya aku akan meminumnya nanti” jawabnya kepadaku sambil mengacuhkan ku.
“Lim aku serius” kataku sambil menatapnya dengan serius.
“baiklah sini mana obatnya aku akan meminumnya sekarang juga” jawabnya pasrah kepadaku. Lalu aku mememberinya obat sambil merasa menang karena dia mengalah kepadaku.
….
Keesokan harinya aku bangun pagi dan menyiapkan makanan untuk Lim. Sekarang aku hanya ingin dia makanan masakanku saja.
“Mia, apakah kau sudah mulai kuliah lagi sekarang?” tanya Lim kepadaku.
“iya, aku sudah tertinggal banyak pelajaran di sana” jawabku kepada Lim.
“baiklah kalau begitu belajarlah yang giat ya, aku akan pergi dulu ke kantor sekarang” katanya sambil mencium kening ku dengan lembut. Dan aku hanya mengangguk lumbut kepadanya.
……
Sesampainya aku di kampus, lalu aku mencari bella sahabatku di sana dan saat aku menemukan ya…
“Bella!!” teriakku di sana sambil berlari memeluknya.
“Mia, kau sudah pulang? Katanya kau pergi ke rumah orang tua Lim.” Katanya kepadaku.
“Iya aku sudah pulang sekarang” jawabku kepadanya.
“Baiklah..baiklah, bagaimana kabarmu?” tanyanya kepadaku.
“Aku baik… bagaimana denganmu?” kataku.
“Aku juga baik. Oh iya, bagaimana apakah ibu Lim menyakaimu?” tanya bella mengejek kepadaku.
“Apa yang kau maksud” kataku sambil meninggalkannya.
Dan disaat itu kami banyak berbincang tantang apapun yang terjadi kepada kami. Dan disaat itu pula kami hanya berbincang selayaknya dua sahabat yang sangat dekat
bersambung.....
__ADS_1