
(KALUNG MEWAH)
Kami selesai membeli perlengkapan bayi, awalnya kami bingung karena kami belum mengetahui jenis kelamin janinnya. Jadi kami memutuskan membeli masing masing dari laki laki dan perempuan.
Seselesainya membeli perlengkapan, Lim mengajaku meliha lihat sesekitar mall yang ada di sana.
“apa ada yang kau butuhkan lagi” ucap Lim.
“Tidak, ini sudah lebih dari cukup” jawabku.
Lalu Lim pun tiba tiba berhenti di sana sambil melihat kearah toko perhiasan di sana. Lalu tanpa berkata kata Lim pun menariku ke sana. Saat kami memasuki toko tersebut, kami pen disambut oleh pegawai toko yang ada di sana.
“selamat datang tuan, ada yang bisa saya bantu” ucap pegawai toko di sana.
Lim pun melihat lihat sesekitar di sana, dan aku pun hanya duduk di sana sambil memperhatikan perhiasan perhiasan di sana. Tampaknya perhiasan yang ada di toko itu harganya tidak terlalu murah untuk di beli. Lalu aku memanggil salah satu pegawai di sana.
“permisi, kira kira berapa harga kalung itu” ucapku sambil menunjuk asal kearah kelung di sana.
__ADS_1
“pilihan yang sangat bagus nyonya, kalung itu memiliki ciri khas tersendiri. Berlian yang ada di kalung tersebut dinamakan air mata venus. Harganya cukup lumanyan yaitu ************* nyonya” jawab pegawai itu di sana.
Aku pun terkejut mendengarnya, harganya sama seperti membeli rumah. Tanpa berpikir panjang pun aku menghampiri Lim dan berbisik di telinganya.
“Lim toko ini memang bagus, tapi sepertinya tidak ada yang kupelukan. Sebaiknya kita pergi saja” bisikku. Saat Lim mendengar bisikkanku, muncul senyum tipis dari bibirnya.
“tenanglah Mia, kau duduk saja di sini. Jangan sampai kau merasa lelah” jawabnya.
“tapi…” ucapku.
“permisi, aku ingin mengambil kalung ini” ucap lim kepada salah satu pegawai di sana sambil memegang kalung yang ada di tanganya.
Beberapa saat pun kami keluar dari toko itu dan pulang ke rumah……..
******
Saat kami pulang di rumah, setelah mandi aku pun bersiap untuk tidur dikamar. Lalu beberapa menit kemudian Lim pun datang ke kamar. Biasanya dia berada di ruang kerjanya pada jam jam segini.
__ADS_1
“Lim, ada apa” ucapku disana. Lalu Lim pun membuka laci dari meja disana. Dan mengambil sesuatu dari laci tersebut. Kemudian di berjalan ke arahku sambil memegang sesuatu dari balik badanyanya.
“apa yang ada di tanganmu” ucapku disana. Lalu dia duduk di sisi kanan tumpat tidur dan mengeluarkan tangannya dari belakang tanganya.
“lihatlah apa kah ini indah” ucapnya di sana sambil memperlihatkan kalung mewah yang ada di tanganya. Kalung yang ada di tangan Lim sangat indah dan mewah.
“iya, tapi buat siapa” ucapku sambil tersenyum.
“buat bonna sahabatku” jawabnya. Seketika senyumku pun langsung memudar.
“dulu aku pernah berjanji membelikan hadiah kalung kepadanya, tapi dia tiba tiba pergi ke luar negeri” ucap Lim.
“Oh jadi begitu, baiklah kalau begitu aku sudah mengatuk. Aku akan tidur dulu” ucapku kepada Lim sambil senyum terpaksa dan lalu tidur.
“ baiklah, kau begitu aku akan kembali ke ruang kerjaku. Selamat malam Mia” ucap Lim sambil mencium keningku dan pergi.
Saat Lim pergi aku hanya diam sambil memikirkan apa yang terjadi tadi. Kenapa rasanya aku sangat cemburu, hati ku panas mendengarkan omongan Lim. Dan entah kenapa aku merasa Lim sudah tak mencintaiku lagi.
__ADS_1
Hingga aku tidak sadar akan diriku yang tiba tiba meneteskan air mata di atas bantalku. Lalu tak lama kemudian aku pun menangis kesakitan pada hatiku sendiri. Malam itu aku menjadi sangat kacau dan gelisah.
bersambung......