
[BERHARAP SEMBUH]
Hari berikutnya,
“Lim kau ingin sarapan apa?” tanyaku di kamar.
“terserah kau saja” jawabnya kepadaku sambil memakai dasinya.
“baiklah kalau begitu aku ke bawah dulu” sambil menuju ke luar kamar. Kemudian aku mengingat sesuatu, dan ada yang ingin aku tanyakan kepada Lim.
“ohh iya Lim, aku…” sambil berbalik ke padanya dan aku melihatnya kesusahan memakai dasi di leher nya. Lalu aku berjalan ke arahnya dan membenarkan dasinya.
“Jika kau kesusahan kenapa kau tidak memanggilku untuk membantumu?” tanyaku kepadanya sambil membenarkan dasinya dan Lim hanya terdiam disana.
“baiklah, sudah selesai” kataku sambil merapikan dasinya.
“Terima kasih” jawabnya dengan sangat singkat.
“Hanya itu saja tidak ada yang lain?” tanyaku kepadanya dan Lim hanya tersenyum tipis melihatku.
Lalu dia berjalan ke arahku dan mencium pipiku dengan lembut.
“Apakah kau puas sekarang” katanya terlihat seperti mengejek dan aku hanya bisa terdiam malu.
“baiklah aku sudah terlambat, aku akan sarapan nanti saja kalau begitu aku pergi dulu” katanya kepadaku.
“oh iya Lim, kau harus membawa obatmu dan meminumnya saat selesai makan” kataku berlari kearahnya sambil membawakan obat untuk nya.
“baiklah, terimakasi” jawabnya dan pergi dari sana.
Aku hanya berharap Lim baik baik saja di sana dan aku juga berharap semoga penyakitnya sembuh.
……..
[AKU SAYANG LIM]
Siang ini aku pergi ke kampus karena minggu depan sudah ujian. Aku harus belajar dengan giat agar aku bisa bekerja dan menghasilkan uangku sendiri. Walaupun aku sibuk aku akan menyempatkan diriku untuk belajar.
Saat ini aku sedang ada di perpustakaan universitas ku. Aku sedang mencari apa saja buku yang aku perlukan untuk ujian kali ini. Aku belajar di perpustakaan itu, hingga tak kusadari hari sudah malam. Lalu aku membereskan barang barangku dan keluar dari perpustakaan itu.
Dan saat aku keluar, tiba tiba telepon berbunyi. Karena aku membawa buku yang sangat banyak di tanganku, Aku jadi kesusahan untuk mengangkat teleponnya. Dan saat aku mengangatnya, buku buku yang ada di tanganku terjatuh. Lalu tiba tiba seseorang datang dari belakang dan berkata.
__ADS_1
“Kenapa kau lama sekali menjawab teleponku?” sambil berdiri di belakangku, Lalu aku berbalik ke arahnya.
“Lim?” kataku dengan terkejut melihatnya. Lalu dia berjalan ke arahku dan mengambil buku buku yang ada di tanah itu.
“Kenapa kau belajar hingga larut malam seperti ini, bagaimana jika kau bertemu orang jahat” tanyanya kepadaku sambil membereskan buku yang terjatuh dari tanganku.
“Lim kau disini? Bagaimana kau tau aku ada di sini” tanyaku kepadanya sambil membantunya mengambil bukuku yang terjatuh.
Lalu dia memukul kepalaku dengan lembut dan berkata. “bagaimana aku tidak tau kau disini, aku ini suamimu aku punya insting yang kuat untuk mencari istriku dimana”
“Hemmm… dasar gombal” jawabku disana. Dan Lim hanya tersenyum melihatku.
Aku sangat senang karena Lim menjemputku di kempus. Dan aku masih ingat, dia juga pernah menjemput ku dulu saat aku masih belum mengenalnya.
“Lim, aku mencintaimu” kataku lagi kepadanya.
“Aku juga” jawabnya kepadaku.
“Peluk?” kataku dengan manis kepadanya. Lalu Lim buka tangannya dan seketika aku memeluknya hingga dia terjatuh di tanah.
“Lim….berjanjilah kepadaku. Kau tidak akan meninggalkanku, kau akan selalu ada di sisiku, dan jika kau ingin pergi kemanapun kau harus izin terlebih dahulu kepadaku. Janji” kataku sambil mengacungkan jari kecilku ke arahnya.
Lim hanya bisa diam melihatku. Lalu dia menurunkan tanganku dengan pelan dan berkata, “Maaf, aku tidak bisa janji kepadamu”
Beberapa hari telah berlalu, dan hari ini adalah ujian ku. Dan untungnya selama seminggu ini aku sudah belajar dengan sangat giat. Aku hanya bisa berharap semoga nilai ujianku bagus seperti yang aku bayangkan. Seselesainya aku ujian, aku menghampiri bella yang sedang duduk sambil merenung.
“Bella bagaimana apa kau bisa tadi?” tanyaku kepadanya. Dan bella hanya bisa menghela nafasnya disana.
“Ya mau bagaimana lagi pasti nilai ku akan hancur” jawabnya sedih kepadaku.
“Bagaimana bisa hancur, kan kau sudah belajar dengan sangat keras kemarin” kataku lagi kepadanya.
“Mia apa kau tau, aku ingin menikah dengan seseorang yang tampan dan kaya sepertimu” katanya. Dan aku hanya bisa tertawa melihatnya yang begitu sangat ingin sepertiku.
“Oh iya… bella aku harus pulang, aku harus memberikan kabar gembira ini kepada Lim” kataku sambil tergesah gesah.
“Bukanya Lim di kantornya?” kata bella terhadapku.
“Oh iya juga ya, baiklah kalau begitu aku akan ke kantornya saja” jawabku.
Aku berjalan cepat meninggalkan bella di sana dan pergi menuju ke kantor Lim.
Sesampainya di sana, aku masuk ke kantor itu dan harus menunggu Lim yang sedang rapat di kantornya. Aku menunggu di sebuah kursi di sana Lalu Lim keluar dari ruang rapatnya. Saat aku ingin memanggilnya disana, tiba tiba seorang wanita cantik menghampirinya di sana.
__ADS_1
“Tuan Lim ini dukumen yang anda inginkan” kata wanita itu dengan sangat manis disana. Lalu saat Lim ingin mengambil dokumen itu dari tangannya, tiba tiba wanita itu sengaja menjatuhkan dirinya kepada Lim dan Lim menangkap wanita itu di sana. Saat aku melihat kejadian itu aku merasa sangat cemburu.
“Maaf tuan Lim aku tidak sengaja melakukanya” kata wanita itu sambil berdiri kembali.
“Bukan masalah” jawab Lim kepada wanita tersebut.
Lalu tanpa berbuat apa apa lagi, aku langsung berlari ke arahnya dan memanggilnya, “Lim….. “ kemudian aku langsung memeluknya di hadapan wanita itu dan para pegawai di sana.
“Lim aku sangat merindukanmu” kataku kepadanya dengan sangat manis disana.
“Mia apa yang kau lakukan disini?” tanya Lim kepadaku sambil melepaskan pelukanku dengan sangat lembut.
“Tidak ada” jawabku sambil melirik ke arah wanita di samping Lim. Dan Lim hanya tersenyum Lebar saat aku melirikan mataku ke arah wanita itu. Lim tau maksudku saat memeluknya di sana karena aku cemburu kepada wanita tersebut.
“menejer Kim bawakan juss ke ruanganku” kata Lim kepada menejer Kim disana.
“Ayo ikut aku” kata Lim kepadaku sambil menarik tanganku.
Saat aku masuk ke ruangan Lim, aku langsung melepaskan tanganku. Dan Lim terlihat sangat terkejut dengan itu.
“Ada apa?” tanyanya kepadaku.
“Jadi begini ya, saat aku tidak ada di dekatmu kau menyentuh wanita lain?” tanyaku dengan sangat ganas. Lim hanya tersenyum ke arahku dan berkata, “ bagaimana bisa aku menyentuh wanita selain dirimu” jawabnya dengan merayuku.
“Lim… kau ini” kataku sambil memeluknya.
“Iya baiklah, maafkan aku” jawabnya kepadaku.
Lalu seseorang masuk dengan membawa juss. Aku langsung melepaskan pelukannya kepadaku.
“Tuan ini juss yang kau inginkan” kata seseorang disana sambil meletakan jussnya di meja.
“Baiklah kau bisa pergi” jawab Lim.
“Ada apa?” tanyanya kepadaku.
“Aku malu” jawabku sambil menutup wajahku.
“Lalu bagaimana dengan yang di luar tadi” tanyanya lagi.
“iya itu kan….” Tidak bisa menjawabnya.
“iya baiklah” katanya dengan menyerah kepadaku sambil memeluku kembali.
__ADS_1
bersambung.....