
[SALAH PAHAM]
Setelah kejadian itu aku di dan bisa apa apa lagi aku hanya duduk di pojok sudut kamarku. Aku hanya berharap Lim tidak salah paham terhadapku. Lalu teleponku berbunyi, saat ku lihat ternyata yang menelfon adalah harris. Aku langsung mengangkatnya dengan cepat.
“Harris!!!” tangisku terdengar di teleponnya.
“Mia ada apa, kau kenapa. Apakah kau terluka katakan padaku. Dan sekarang kau ada di mana?” tanya nya di telepon dengan khawatir.
“Baiklah aku akan kesana sekarang juga” katanya lagi kepadaku.
“Tidak tidak jangan ke sini aku tidak ingin membuat Lim salah paham denganku lagi” kataku di telepon itu.
“Apa maksudmu?” katanya.
“Aku akan menceritakan semuanya besok, dan aku akan ke rumah sakit untuk menemui mu” jawabku.
“Baiklah kalau begitu” kata harris.
“Sampai bertemu besok” jawabku sambil mematikan teleponnya.
Hari pun sudah malam tapibLim belum pulang. Aku menelponya berkali kali tetapi dia tidak mengangkat satupun. Apa yang harus aku lakukan, aku sangat gelisah. Aku tidak ingin Lim marah kepadaku. Dan akhirnya benar Lim tidak pulang pada malam itu.
Keesokan harinya aku pergi ke rumah sakit untuk menemui harris di sana.
“Harris aku harus bagaiman? Aku tidak ingin Lim salah paham dengan kita” kataku kepadanya dengan gelisah.
“Kau hanya harus bicara padanya baik baik” jawab nya.
“Harris!” setuju di sana.
“Baiklah jadi aku harus bagaimana?” tanya nya.
“kau harus ikut juga denganku malam ini” jawabku.
Saat malam, aku sudah ada di rumah.
“Harris kau disini saja aku akn memanggil Lim” kataku kepadanya. Lalu aku naik ke atas dan menuju kamarku. Saat aku masuk Lim sedang duduk di tempat tidur sambil membaca majalah nya. Dan saat aku ingin berbicara aku melihat barang barangku yang sudah dikemas. Lalu aku bertanya kepada nya.
__ADS_1
“Lim apa ini apakah seseorang akan pergi” tanyaku kepadanya.
“Kau yang akan pergi” jawabnya sambil turun dari tempat tidur.
“Apa??” kataku dengan terkejut.
“Kau sudah di jemput kan, kenapa membuatnya menunggu bukanya kau harus pergi sekarang?” kata Lim kasar terhadapku.
“Tidak Lim tolong dengarkan aku” kataku sambil memohon.
“Sebaiknya kau keluar sekarang” jawabnya sambil menariku smdan barang barangku keluar kamar.
“Lim kumohon janga seperti ini Lim” kataku.
Lalu Lim mendorongku hingga terjatuh dan langsung menutup pintu kamarnya dengan keras. Dan aku hanya bisa menangis dan memukul berkali kali pada pintu itu. “Lim kumohon buka pintunya, aku akan menjelaskan semuanya, kumohon buka” kataku di depan pintu itu. Lalu baberapa menit harris datang dan berlari kepadaku.
“Mia ada apa kenapa kau di lantai dan menangis?” tanya harris kepadaku. Lalu dia melihat ke arah pintu yang tertutup.
“Jika dia tidak ingin mendengarkan penjelasan mu sebaiknya kita pergi dari sini” kata harris sambil mengankatku dari lantai. Lalu aku menggeleng kepadanya tapi harris tidak memperdulikan aku. Harris membawaku turun dan pergi dari rumah itu. Saat di mobil harris aku hanya bisa menangis dan terus menangis. Lalu harris berkata,
“Jangan menangis seperti pecundang” sambil memegang setir mobilnya. Tetapi saat harris berkata seperti itu aku tambah semakin sedih dan menangis.
“Jangan menangis, aku ada di sini bersamamu. Kau tidak perlu takut, aku akan selalu ada untukmu” kata harris itu kepadaku lagi sambil menghapus air mata yang ada di wajahku. Aku tersentuh dengan ucapan nya dan sepontan aku langsung memeluknya dengan erat.
“Harris bisakah kau membantuku di setiap masalah ku” tanyaku kepadanya. Lalu dia menjawab, “aku akan selalu membantumu dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian lagi Mia” sambiln mengelus kepadaku dengan lembut.
Aku menyadari harris selalu datang di saat aku mempunyai masalah. Dia selalu saja mendukungmu dimanapun aku berada.
Sesampainya di rumah harris, aku tidur di kamar tamu dan harris bilang kepadaku kapanpun aku ingin tinggal disini, tinggallah. Sepanjang malam aku hanya bisa merenungi kejadian yang aku alami. Aku tidak bisa tidur sama sekali. Tiba tiba harris mengetuk pintu kamarku dan masuk dengan membawa makanan di tangannya.
“Mia, kau harus makan” katanya kepadaku.
“Aku sedang tidak ingin makan sekarang” jawabku.
“Jika kau tidak ingin makan kau akan sakit nantinya, lihatlah wajahmu sangat pucat seperti ini. Biar aku sentuh keningmu” kata harris mengomel kepadaku sambil menyentuh keningku.
“Aku tidak apa apa jangan khawatirkan aku” jawabku sambil menepiskan tangan harris di keningku.
“Baiklah terserah kau saja, tapi kau harus makan makanan ini jika tidak aku tidak akan pernah membantumu lagi” katanya sambil mengancam. Aku hanya tersenyum kecil melihatnya yang seperti anak anak.
__ADS_1
“Baiklah nyonya layanan kamar sudah selesai, saatnya aku tidur” kata harris sambil bergurau denganku. Lalu harris keluar dari kamarku dan pergi untuk tidur. Sekarang satu satunya harapanku adalah harris. Dia akan membantuku menyelesaikan masalah ku dengan Lim.
[CERAI!!]
Beberapa hari kemudian, aku masih saja dalam keadaan yang sama tidak berubah. Aku masih saja merenungi kejadian malam di saat Lim mengusirku dari rumahnya. Dari semenjak hari itu aku sama sekali belum meliha Lim. Lalu aku memutuskan pergi kuliah pagi ini untuk menghilangkan sejenak pikiranku yang stres ini. Dan mulai bulan depan adalah wisudaku.
Saat di kampus,
“Mia, bagaimana kau sudah merencanakan acaramu setelah wisuda bersama Lim kan” kata bella kepadaku dikelas. Aku hanya tersenyum kepadanya dan aku juga berharap semoga kejadian itu benar akan terjadi. Tapi hanya kemunggkina kecil untuk karena Lim sedang marah padaku. Lalu seseorang memanggilku dari luar kelas.
“Miaa!!” seru seseorang kepadaku.
“Ada apa?” jawabku.
“ Suamimu sedang menunggu di depan” kata seseorang. Tanpa berpikir aku langsung berlari ke arah depan dan benar Lim memang ada di sana. Lalu aku berlari dan menghampirinya.
“Lim, kau disini?” tanyaku kepadanya dengan senang. Lalu tanpa berkata kata Lim memberiku sebuah dokumen.
“Apa ini?” tanyaku kepadanya lagi.
“Surat cerai”,jawabnya dengan dingin. Seketika aku langsung lemas tidak berdaya. Pikiranku kosong saat Lim menyebut kata kata itu.
“Apa maksudmu Lim? Aku tidak ingin bercerai denganmu” kataku denga sangat tidak berdaya.
“Aku akn jalani hidupku sendiri dan kau juga akan jalani hidupmu sendiri” jawabnya dengan sanga dingin dan datar.
Lalu Lim masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan aku di sana. Tiba tiba aku meneteskan air mataku di kampus itu. Kamu dian orang otmrang di sekitar ku pasti membicarakan diriku.
“Ada apa Mia kenapa kau menangis?” tanya bella kepadaku sambil berlari ke arahku. Lalu aku memeluk bella dengan kuat dan menangis. Aku tidak dapat berkata kata apapun lagi sekarang. Aku hanya ingin bardamai dengan Lim, tapi kenapa aku semakin jauh dengannya.
[LEMAH]
Sesampainya aku di rumah harris, aku tidak bisa apa apa aku hanya menangis di kamarku. Lalu harris pulang dan masuk ke kamarku.
“Mia ada apa lagi sekarang?” tanyanya kepadaku. Aku hanya memberikan dokumen yang Lim berikan kepadaku.
“Apa ini, kenapa dia tiba tiba seperti ini. Aku harus menemuinya” kata harris dengan marah sabil melihat dokumennya.
“Harris kumohon jangan membuatnya menjadi salah paham lagi, aku sudah menyerah. Aku tidak ingin menggangunya lagi” kataku sambil menahan tangis. Lalu harris hanya memasang wajah kasihan kepadaku dan memeluku dengan lembut di sana.
__ADS_1
bersambung.....