
[HARI TERROMANTIS]
Kemudian aku keluar dari kamar mandi dan Lim sudah tertidur pulas di kasur nya. Aku menghela nafasku dan berpikir, lebih baik aku beri tahu dia besok saja. Tak lama dari itu aku hanya tidur di sampingnya dan menatapnya disana.
“Dia pasti sangat lelah” ucapku disana. Lalu aku menyelimutinya dan tidur di sampaingnya.
*****
Keesokan harinya, saat aku bangun dari tidurku aku melihat lim sudah tidak ada disampingku. Aku turun dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi untuk mencarinya, tapi dia tidak ada di kamar mandi itu. Lalu aku mencarinya ke setiap ujung ruangan tapi tidak menemukannya. Lalu aku menemukan selembar kertas kecil yang isinya adalah,
(“Mia aku harus pergi, ada masalah penting yang harus aku tangani sekarang. Aku tidak tega membangunkan mu karena tidurmu sangat nyenyak. Aku sudah membayar tagihan nya. Maaf sebelumnya…..”) kalimat di surat itu.
“Bagaimana ini, aku sama sekali belum memberi tahu nya” ucapku. Lalu aku mengemas barang barangku dan pergi dari hotel tersebut.
Setelah hari selanjutnya aku sama sekali belum memberitahu lim soal itu. Aku selalu mencari cara agar bisa bertemu dengannya tapi selalu saja gagal. Sesampainya hari aku wisuda….
“Mia!!” panggil seseorang di sana.
“Harris” ucapku disana.
“Ini buat sahabatku yang paling cantik” katanya sambil memberikan ku buket bunga.
“Terima kasih, Oh iya mana hadiahnya?” pintaku kepadanya.
“kau ingin hadiah dariku?” ucapnya. Lalu aku mengangguk kepadanya dengan manis.
“Iya mana?” jawabku dengan cepat.
“beli saja sendiri” ucapnya dengan curang. Lalu aku memukulinya tanpa henti dan tiba tiba berhenti saat melihat di depanku ada seseorang yang sangat aku ingin temui.
“Lim!!” ucapku dengan pelan.
“Siapa?” kata harris sambil menengok kebelakang.
Kemudian Lim berjalan ke arahku dan harris disana dengan membawa buket bunga ditangannya. Sesampainya di hadapanku dia memberikan buket itu kepadaku.
__ADS_1
“Ini buatmu” ucapnya sambil memberikan buket.
“Lim kau datang?” jawabku dengan gembira.
“Aku menepati janjiku” katanya lagi kepadaku.
“Baiklah, mia dan Lim aku pergi dulu ya karena ada pasien yang membutuhkan ku di rumah sakit” sela harris kepada kami.
“Harris, kau sudah ingin pergi” jawabku.
“Bersenang senanglah dengannya” kata harris kepada ku sambil berjalan menjauh dan pergi.
Entah keadaan mana yang harus aku pahami sekarang. Terkadang aku harus memahami harris dan terkadang aku harus memahami Lim. Tapi mungkin harris tau mana yang harus aku jalani. Aku hanya berharap semoga hidupnya akan lebih baik di keadaan selanjutnya.
“Aku akan membawamu ke suatu tempat” ucap Lim kepadaku sambil memegang tanganku.
“Kemana?” tanyaku kepadanya.
“Kau akan tau sendiri nanti” jawabnya dengan senyuman manis kepadaku dan aku hanya membalasnya dengan senyuman juga.
“Lim ini indah sekali” ucapku sambil mendekati bunga bunga disana.
“Apa kau suka?” tanyanya kepadaku sambil mengikuti kemanapun aku pergi.
“Aku suka sekali, terima kasih Lim kau tau apa yang aku inginkan” jawabku sambil memeluknya di sana.
“Apapun keinginan mu, adalah perintahku nona” ucap Lim menggodaku.
“Lim” jawabku sambil memeluknya dengan erat.
Dan tiba tiba suara musik terdengar disana dan musik itu sangat romantis. Lalu Lim melepaskan pelukannya dan berlutut dihadapan ku.
“Apa kau ingin berdansa denganku?” tanyanya kepadakusambil mengulurkan tangan ya kepadaku.
Tanpa berkata kata lagi aku langsung mengabil tangan nya. Lalu kami berdansa di tengah tengah bunga yang sangat indah disana. Aku terharu denga apa yang dilakukan Lim sekarang padaku, karenanya aku bisa sesenang ini dalam hidupku.
__ADS_1
Kukira dia adalah orang yang sangat dingin dan tidak romantis, dan nyatanya dia adalah orang yang sangat romantis bagiku.
Kemudian disaat kami berdansa disana tiba tiba lagi kejadian menakjubkan terjadi lagi disana. Saat di Tenga hengah musik bernyanyi kemudian kupu kupu terbang dari balik bunga bunga indah tersebut.
Aku terpukau dengan pemandangan disana, kemudian aku bejalan menuju kupu kupu yang indah itu dan memutarinya. Dan lagi lagi Lim hanya memandang ku dengan gembira disana. Saat itu adalah hal paling romantis yang pernah Lim Perikan padaku.
****
Waktu selanjutnya Lim tidak mengajaku pulang tapi dia menyewa sebuah villa disana. Dan kami akan tidur disana malam ini. Disaat aku memdisanai bunga bunga dari jendela disana tiba tiba seseorang memeluku dari belakan tubuhku.
“Apa kau suka?” tanyanya kepadaku.
“Aku sangat menyukainya” jawabku sambil mencium pipinya.
“Baiklah” ucapnya kepadaku.
“Lim sebenarnya ada sesuatu yang harus aku katakan padamu” kataku kepadanya dengan ragu.
“Katakanlah” jawabnya.
“Sebenarnya, kau tau aku …. Hamil” ucapku dengan takut. Seketika aku mengucapkan kata itu keheningan pun terjadi disana.
Entah apa yang dipikirkan oleh Lim disana. Aku takut jika Lim tidak mau menerima anak yang ada dalam kandunganku. Lalu aku berbalik kehadapanya,
“Lim jawab aku kenapa kau diam saja?” tanyaku kepadanya.
Lalu dia tiba tiba saja memeluku dengan erat dan berkata, “Sungguh kau hamil?” Dan aku hanya mengangukan kepala kepadanya.
“Aku sangat senang Mia, aku sangat senang. Mulai dari kapan kau tau bahwa kau hamil?” tanyanya lagi dengan bersemangat.
“Mulai dari hari itu disaat aku di pulau juju” jawabku.
“Sungguh aku tidak bisa apa apa lagi setelah mendengar kabar baik ini” ucap Lim dengan senang sambil kembali memeluku dengan sangat erat.
bersambung.....
__ADS_1