
[COWOK YANG MEMBAWA BUKET BUNGA]
Dua hari berlalu, aku keluar dari kelas dan jalan untuk pulang. Terdengar suara berisik dari luar kelas.
“apakah kau tau, ada pria tampan di depan universitas kita” terdengar dari seseorang di samping kananku.
“kemungkinan pria itu menunggu kekasihnya di sana” kata seseorang lagi dengan keras di samping kiriku.
“Sebenarnya apa yang terjadi” kataku pada diriku sendiri sambil melewati desakan wanita wanita yang melihat di sana.
Dan ternyata aku melihat seseorang laki laki tampan menyandar pada mobil mewah sport nya dengan memakai baju kaos kuning polos, celana putih, kacamata hitam dan membawa buket bunga di tangan nya.
Tanpa tersadar aku tidak mengenali laki laki itu tapi dia melihat ke arahku dan melambaikan tanganya kepadaku. Dan aku baru sadar ternyata dia adalah laki laki yang aku anggap cabul itu.
Lalu ia menuju ke arahku dan tanpa tersadar ia sudah ada di hadapanku.
“ mia izinkan aku menjalankan sisa hidupku bersama mu” Tanya nya kepadaku.
Pada saat itu juga aku berbalik ke belakang dengan pelan pelan dan dia menahanku disana aku sedikit terkejut dengan itu tapi….
Pada saat seperti ini kenapa dia harus berada di kampusku dan membuatku malu dengan ke adaan seperti ini.
Ditariknya tanganku meninggalkan keramaina itu dan menuju ke mobilnya. Lalu memasukanku ke dalam mobil.
Aku tidak bias bilang apa apa kepadanya. Ada apa dengaku kenapa harus seperti ini situasinya. (Aku sangat malu).
Dan akhirnya aku bisa sedikit tenang dan bertanya kepadanya
“ kau ini sebenarnya siapa dan apa maksudnya ini kenapa tiba tiba kau ingin menikahiku” tanyaku dengan lantang.
Akhirnya dia memberhentikan mobilnya
“ baiklah aku akan mejelaskan padamu tapi kau harus tenang” tanyanya dengan lembut.
“baiklah aku akan tenang cepat sekarang beri tahu aku” tanyaku
Dan saat itu dia mengambil sesuatu dari belakang. Dan itu berisi dokumen atau berkas semacamnya.
Lalu dia memberikanya kepadaku “bacalah” katanya kepadaku.
“apa ini” kataku sambil membaca.
“SURAT PELUNASAN HUTANG ATAS NAMA PERUSAHAN GANG GANG YANG DIBAYAR OLEH KIM LIM SEJUMALAH 100 JUTA DOLAR” kataku dengan keras.
“apa maksudnya ini, kau yang membayar semua hutang ayahku” tanyaku dengan tak berdaya.
__ADS_1
Lalu dia memberiku satu berkas lagi.
“KONTRAK NIKAH” tertulisnya di dokumen satunya.
“apa apaan ini” tanyaku menghadap kearahnya.
“kalau kau pura pura menikah denganku selama 2 tahun berarti kau melunasi semua hutang ayahmu dan kalau tidak, apa kau bisa membayarnya” tatapnya mata kearah ku.
“aku akan memberimu waktu 3 hari untuk memikirkan semua itu tidak akan lebih” jawabnya lagi kepadaku.
Dan pada saat itu pikiran ku kosong seketika…
Sampainya dirumah “aku pulang” sambil membuka pintu dengan lesu.
“kau dari mana saja mia aku menunggumu dari tadi” tanyanya kepadaku.
Dan aku tak bisa menjawab apapun dan masuk ke kamar ku.
Aku berfikir apakah aku bisa membayar hutang ayah atau aku menikah dengan si cabul itu. Semalaman aku memikirkan itu dan sehingga membuatku stress.
[RUMAH SAKIT]
Paginya aku ke kampus dengan wajah pucat dan lesu.
“ mia apa kau sakit” kata bella sambil memegang kepala ku.
“ baiklah katakana padaku apa masalahnya” bertanya padaku.
“tidak apa apa aku ingin masuk kelas dulu ya” sambil melambaikan tanganku.
Pulangnya aku dari kampus dan berjalan kearah rumah. Tiba tiba kepalaku terasa pusing dan mataku berkunang kunang. Dan saat itu aku pingsan di jalan itu. dalam keadaan itu aku tidak tau apa yang terjadi selanjutnya.
Saat aku terbangun aku melihat seseorang laki laki yang duduk di sampingku awalnya aku melihat dengan mata buram lama lama semakin jelas. tak di salahkan lagi ternyata itu adalah laki laki itu kim lim yang ada di samping menungguku.
“kenapa kau ada di sini” tanyaku sambil memegang kepala yang terasa pusing.
“aku melihatmu tergeletak di jalana dan aku langsung membawamu ke sini” jawabnya kepadaku dengan dingin.
“baiklah kau sudah sadar jadi aku harus pergi” mengangkat tubuhnya dan akan pergi.
“tunggu” kataku sambil memegang tangannya.
“A..aku eem aku, baiklah aku setuju menikah denganmu” kataku lagi dengan menolehkan kepalaku.
Laki laki itu mendekat dan menaruh tangan nya ke kepalaku. “apa kau yakin”
Sambil mengacak ngacak rambutku.
__ADS_1
“kau berfikir terlalu keras hingga kau sakit seperti ini, jadi kau harus memikirkan dengan matang kali ini” katanya dengan dingin sambil melepaskan tanganya di kepalaku dan memasuknya ke saku celananya. Keluarnya dia dari ruanga itu dan pergi.
Apa yang aku pikirkan sekarang. Ini terlalu membingungkan bagiku…
Masuknya seseorang ke ruangan ku “mia apa kau tidak apa apa” tanyanya sepupuku mina padaku.
“aku tidak apa apa” kataku sendiri.
“ah untung saja” jawabnya.
Pagi, aku membereskan barang barangku dan bergegas untuk pulang.
“aku akan membayar tagihannya” kata mina kepadaku.
“baiklah” jawabku
Tak lama dari itu “mia apa kau yang membayar tagihanya” katanya kepadaku
“aku tidak,” jawabku dan lalu membayangkan kim lim yang membawaku ke sini.
“Sabentar” kataku. sambil keluar untuk ke resepsionis. Sampainya aku di sana.
“permisi, apakah saya boleh bertanya tagihan rumah sakit atas nama mia jang siapakah yang membayarnya ya” tanyaku kepada orang di sana.
“baiklah tunggu sebentar ya nona” katanya kepadaku. Tak lama dari itu…
“nona tagihanya dibayar oleh tuan kim lim” katanya lagi kepadaku.
“aaa iya terima kasih” jawabku. Seketika aku bingung dengan situasi ini.
“apa ada nomor teleponya disana”tanyaku lagi.
“iya ada” katanya
“bisakah aku memintanya” kataku.
“Baiklah” katanya. Aku pikir aku akan menelponya nanti.
Pulangnya aku dari rumah sakit.
“aah aku akan menelpon kim lim “ kataku pada diriku sendiri.
“TUT TUT TUT MAAF NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG SIBUK BLA BLA BLA” suara dari hp ku.
Mungkin dia sedang sibuk dalam batinku, baiklah aku akan menelponya nanti saja.
bersambung.....
__ADS_1