
[PULANG]
Keesokan harinya, aku dan Lim pergi dari tempat itu dan menuju ke rumah harris. Katanya dia akan membawaku ke rumahnya lagi untuk tinggal disana. Aku sangat senang Lim tidak marah kepadaku lagi dan jika dia masih marah dia tidak akan berbuat seperti ini.
Dan sesampainya kami di rumah harris, Lim berbicara kepada harris bahwa dia akan membawaku pulang.
“Aku akan membawanya pulang ke rumah” ucap Lim kepada harris.
“Jika kau ingin membawanya pulang silahkan, tapi kau tidak boleh membuatnya menangis lagi. Saat dia tinggal di sini bersamaku dia selalu menagis dihadapanku. Dan itu semua karenamu yang membuatnya menangis hingga telingaku kebal oleh tangisannya. Jadi jaga dia baik baik!!” jawab harris kepada Lim sambil mengeluh.
“Aku janji, aku tidak akan membuatnya menangis lagi” ucap Lim kepadanya.
“Baiklah kalau begitu kau boleh membawanya” jawab harris dengan cepat.
*****
Keesokan hari nya, saat aku bangun dari tidurku ternyata Lim sudah bangun lebih dahulu. Aku mebangitkan tubuhku dan turun dari tempat tidur, lalu aku mencarinya di bawah. Ternyata memang benar dia ada di bawah yang tepatnya didapur. Dia sedang memasak sesuatu sendiri tanpa bantuan seorang pelayan.
__ADS_1
Kemudian aku hanya berjalan pelan pelan di belakangnya dan memeluknya dari belakang.
“Lim.. Kau sedang apa?” tanyaku kepadanya.
“Aku membuatkan mu omlet, duduklah di sana aku akan menyajikanny untukmu” jawabnya kepadaku. Kemudian aku menarik bahunya ke bawah dan mencium pipinya.
“Kau sangat romantis” godaku kepadanya disana sambil berjalan menuju kursi yang sudah di siapkan. Beberapa menit berlalu dan omletnya sudah jadi.
“Ini akan menyehatkanmu dan janin” sambil memberika jus mangga kepadaku.
“Terima kasih” jawabku sambil menyantap makanannya.
“Lim apa kau sudah pergi ke rumah sakit, apakah itu masih sakit?” tanyaku kepadanya sambil menjongkok didepannya dan memegang tangannya.
“Aku akan baik baik saja, tidak perlu menghawatirkanku” jawabnya kepadaku.
“Tapi” ucapku setengah kata dan Lim menutup mulutku.
__ADS_1
“Berdirilah, dan duduk di sini” ucapnya membangkitkan aku dan mendudukanku di pangkuannya.
“Sebaiknya kau makan dan pikirkan dirimu” ucapnya lagi sambil menyapi makanannya ke dalam mulutku. Dan saat aku membicarakan soal hal itu Lim selalu saja mencari pembicaraan yang lain agar aku tidak membicarakannya lagi. Aku hanya khawatir dengan keadaanya bagaimana jika dia akan sakit tiba tiba. Aku berharap semoga dia akan baik baik saja kedepannya nanti.
“Lim” ucapku.
“Apa lagi” jawabnya.
“Aku mencintaimu” kataku kepadanya. Lalu dia tersenyum mendengar aku berbicara seperti itu.
“ Iya aku tau” jawabnya sambil mencium pipiku dengan lembut.
****
Saat ini Lim pergi bekerja di kantornya dan sedangkan aku hanya duduk diam di kamar saja dan merasa sangat bosan. Andai aku bisa melakukan hal yang menyenangkan. Kemudian aku berpikir mungkin jika aku di kantor Lim aku bisa melakukan hal yang menyenangkan.
Setelah berpikir seperti itu aku langsung menelpon Lim saat itu juga. Dan nyatanya dia tidak mengangkatnya, mungkin masih ada rapat penting. Tapi aku tidak peduli soal itu dan aku malahan bersiap untuk pergi ke kantornya. Setelah siap aku diantar oleh sopir yang ada di rumah. Mungkin jika aku pergi ke sana Lim akan senang.
__ADS_1
bersambung....