
[AKU BAIK BAIK SAJA]
Dari siang tadi aku berada di kantor Lim, kemudain aku tertidur di atas sofa di sana hingga malam.
“Mia?” suara membangunkan terdengar di dekatku. Aku membuka mataku dan melihat Lim sedang duduk di depan sofa yang aku tiduri.
“Lim?” kataku sambil berusaha bangkit dari sofa.
“Apa kau lelah?” tanyanya kepadaku.
“Tidak apa apa, aku baik baik saja sangan khawatirkan aku” jawabku dan Lim hanya menghela nafasnya.
“Apakah kau sudah selesai?” tanyaku kepadanya.
“Para pegawai sudah pulang hanya tinggal kita berdua di sini” jawabnya.
“Apakah kau mau lembur malam ini, jika kau lembur malam ini aku akan menemanimu” kataku lagi kepadanya.
“Tidak, aku tidak lembur hari ini sebaiknya kita pulang kerumah saja” jawabnya.
“Baiklah aku akuan mengemasi barang barangku dulu” sambil berdiri dan membereskan barangku di meja. Tiba tiba Lim memeluku dari belakang tubuhku.
“Maafkan aku yang sudah membuatmu lelah” katanya.
“Tidak Lim kau tak salah” jawabku disana sambil menyentuh kepalanya.
Lalu tiba tiba saja perutku terasa mual dan sakit. Entah beberapa hari ini aku merasa tidak enak badan.
“Ada apa Mia?” tanya Lim kepadaku.
“aku tidak apa apa kok ini mungkin hanya masuk angin biasa” jawabku.
“Apa kita perlu ke rumah sakit?” tanyanya lagi kepadaku.
“Tidak Lim aku tidak apa apa” jawabku mengelak kepadanya.
“Baiklah kalau bagitu, sebaiknya kita pulang saja dan membiarkan kau istirahat” katanya kepadaku dan aku hanya menurut kepadanya saja. Dan kami pun pulang dengan selamat.
Pagi pun datang, dan saat aku bangun dari tidurku aku melihat Lim yang tertidur pulas di hadapanku. Lalu aku mendekatinya dan menyentuh bulu matanya yang panjang. Dengan jahil aku menahan tawaku. Dan Lim terlihat sangat terganggu dengan itu.
Kamudian Lim terbangun dan menahan tanggaku yang sedang menggaunya disana. Terkejunya aku saat dia tiba tiba saja terbangun dari tidurnya. Dan aku hanya tertawa melihatnya dengan terbahak bahak.
__ADS_1
“hahaha…” tidak bisa menahan tawaku.
“Kau ini ya” kata Lim sambil bangkit dari tidurnya dan mengelitik tubuhku disana.
“Ah….iya maafkan aku tuan aku hanya bermain main jadi jangan hukum aku” kataku sambil tertawa karena Lim mengelitiki tubuhku.
“sayangnya nona, tidak ada ampun bagimu” jawabnya sambil mengelitik.
Kemudian telepon berbunyi, dan seketika kami diam.
“Ah sebentar ada yang menelfon ku” kataku sambil bangkit dari atas tempat tidur. Lalu mangangkat telepon di sana.
“Hallo harris ada apa?” kata ku dengan keras di sana. Lalu Lim langsung melihat ke arahku dengan tatapan yang tidak suka.
“Baiklah kalau begitu, iya nanti aku ke sana” kataku di telepon. Dan sambil menutup teleponnya. Lalu aku meletakan kembali teleponku. Dan menuju ke arah Lim kembali.
“Baiklah sampai mana kita tadi” kataku sambil memegang leher Lim dan mencoba mengelitiki Lim. Dan tiba tiba saja Lim melepaskan tanganku dari lehernya.
“Aku ingin mandi dulu” jawabnya dengan dingin sambil berjalan ke arah kamar mandi.
“Ada apa lagi dengannya” kataku dengan heran.
Setelah aku dari kampus, aku pergi ke rumah sakit untuk menemui haris. Harris meminta tolong kepadaku, katanya aku harus membantunya untuk melakukan hal kecil. Dan sesampainya aku di rumah sakit….
“Mia!!” kata seseorang di sana yang tak lain adalah Harris.
“Kau lama sekali?” tanyaku kepadanya dengan sedikit kesal.
“Maaf tadi ada pasien yang memerlukan pertolonganku” jawabnya.
“Baiklah, kau perlu bantuan ku apa?” tanyaku kepadanya.
“tolong bantu aku membujuk anak kecil yang akan di oprasi besok” katanya sambil memohon kepadaku.
“Apa, maksudnya” kata ku dengan terkejut.
Dan kemudian dia menceritakan semua kejadian yang dia alami dengan anak kecil itu. Kata harris anak kecil itu menyukainya dan anak kecil itu ingin menikahinya saat besar nanti.
Tapi harris malah mengatakan kepada anak kecil itu bahwa dia sudah mempunyai seseorang yang dia cintai. Dan anak kecil itu menangis dan tidak ingin di oprasi sebelum dia melihat wanita seperti apa yang di cintainya. Dan harris tidak bisa meminta pertolongan kepada siapapun kecuali aku. Karena jika anak kecil tidak di oprasi akan berakibat fatal.
Sesampainya aku di ruangan anak kecil itu, ternyata dia adalah seseorang yang ceria. Lalu aku mendekatinya dan berkata,
“Hai!!” kataku kepada anak kecil tersebut. Kemudian anak kecil itu hanya melihat ku dan memalingkan wajahnya kepadaku. Dan aku melihat ke arah harris dan memasang wajah kesal kepadanya. Harris hanya tersenyum manis kepadaku sambil menyatukan tangannya.
__ADS_1
Lalu aku mengambil nafas dalam dalam dan mencoba bicara lagi kepada wanita kecil itu.
“Hai!! Aku Mia, kau bilang kau ingin menemuiku?” tanyaku.
“Oo…… jadi kau wanita yang dibicarakan oleh Dr. Harris” katanya sambil menunjukan jarinya kepadaku. Dan aku hanya mengangguk sambil menahan amarahku.
“Ternyata kau cantik juga ya, tapi akh peringatkan kepadamu dia itu miliki” katanya dengan sombong. Kemudian aku melirik ke arah harris dan menatapnya dengan sinis.
“Baiklah, dia akan menjadi milikmu aku janji” kataku kepadanya sambil menggenggam tangannya dan duduk di sampingnya. Sedangkan harris terkejut saat aku berkata anak kecil tersebut.
“Benarkah!!” jawab anak kecil itu dengan gembira.
“Iya, tapi kau harus ingat jika kau bersamanya kau harus sangatlah sabar, dan ingatlah, dia itu biasanya sangat kejam jadi berhati hati lah, Oke” kataku kepadanya sambil menjelek jelekkan harris di depan nya. Dan anak kecil itu sangat senang dengan apa yang aku ucapkan.
“Oh iya tapi ada satu lagi, janjilah kepada ku aku harus sembuh” kataku lagi kepadanya sambil mengacungkan jari kecilku. Dan anak kecil itu langsung melingkarkan jari kecilnya juga di jari kecilku.
“Iya aku janji kepadamu” kata anak kecil itu kepadaku.
“Dan kau harus oprasi besok” kataku lagi kepadanya.
“Aku takut” kata anak kecil itu.
“Kenapa harus takut kan aku di sini dan Dr. Harris kan yang akan mengoprasi mu” kataku terhadapnya.
“Iya tapi aku…” katanya hanya setengah kalimat.
“Baiklah, Mari buat perjanjian jika kau mau menjalankan oprasi aku akan membelihanmu ice cream yang kau suka” sambil mengedipkan mata.
“ice cream?” kata anak itu dengan semangat.
“Iya, bagaimana apakah kau mau perjanjian ini” kataku lagi. Dan anak kecil itu mengangguk dengan sangat kuat.
“Deal…” sambil mengulurkan tanganku.
“Deal…” kata anak kecil itu sambil menjabat tanganku. Dan harris hanya bisa melihat kami berdua membuat kesepakatan. Harsendiri, aku akan bisa membantunya dalam masalah ini dan dia percaya bahwa aku tidak akan mengikari janjiku sendiri.
“Baiklah sesepakatan sudah deal, jadi biarkan aku berkenalan dulu denganmu” kataku.
“Aku mimi” jawab anak kecil itu kepadaku.
“Wah.. Nama yang bagus” kataku memuji. Dan anak kecil itu tersenyum dengan lebarnya kepadaku. Lalu kami berbincang bincang biasa di sana.
Bersambung…..
__ADS_1