Cinta kontrak dengan Lim

Cinta kontrak dengan Lim
episode 17


__ADS_3


[CEMBURU]


Selesainya aku membujuk anak kecil itu dan keluar dari ruangan ya bersama harris.


“Mimi itu dia orangnya sangat ceria ya?” tanyaku kepada harris sambil berjalan beriringan. Dan harris hanya mengangukan kepalanya.


“Dia sebenarnya sakit apa sih?” tanyaku kepadanya.


“kanker otak” jawabnya dan seketika aku berhenti.


“Ada apa Mia?” berkata kepadaku. Dan setelah aku mendengar kata itu aku langsung teringat kepada Lim. Seketika air mataku tiba tiba keluar dan membasahi wajahku.


“Mia ada apa, kenapa kau menangis?” kata harris sambil menyetuh kedua lenganku dan lalu memeluku dengan hangat.


Lalu di sisi lainnya seseorang melihat kami berpelukan dengan sangat erat. Dan tak lain dari seseorang itu adalah Lim. Setelah Lim melihat itu dan tanpa aku sadari, Lim langsung pergi meninggalkan kami berdua di sana. Karena mungkin Lim salah paham dengan kami berdua.


“Ada apa kenapa kau menangis saat aku mengatakan itu, tenang saja aku akan menyelamatkannya, jangan takut” kata harris kepadaku sambil mengelus punggung ku. Lalu aku melepaskan pelukanku darinya dengan pelan dan berkata kepadanya,


“Apa kau bisa menyembuhkan nya? Berarti kau pasti bisa menyembuhkan Lim juga kan” tanyaku kepadanya lagi.


“Apa maksudmu?” tanyanya balik terhadapku.


“Lim dia sama seperti mimi” jawabku kepadanya. Seketika harris terdiam karena terkejut di dalam hatinya.


“Apa?” kata harris. Dan aku hanya bisa menangis saja disana dan tidak bisa berbicara apa apa lagi. Lalu harris kembali memeluku dengan lembut. Dan saat itulah Harris mengetahui semuanya.


………


Sesampainya aku di rumah hari pun sudah malam, dan harrislah yang mengantar. Saat aku sampai di kamar aku melihat Lim Sedang tertidur pulas di atas tempat tidurnya. Lalu aku menuju ke arahnya dan duduk di sampingnya.


“Lim aku merindukanmu?” kataku dengan sangat pelan dan sambil menyantuh kepalanya dengan sangat lembut.

__ADS_1


Kemudian saat aku berdiri tiba tiba perutku terasa sangat sakit dan aku merasa ingin muntah. Lalu aku berlari ke arah kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutku.


“Ada apa denganku, kenapa beberapa hari ini aku seperti ini?” tanyaku kepada diri sendiri. Dan aku berpikir mungkin aku hanya kelelahan saja beberapa hari ini , kemudian aku memutuskan akan tidur saja.


[SALAHKU]


Keesokan harinya, aku pergi ke mall untuk menemani mina sepupuku. Dia bilang dia akan berkancan dengan seseorang, dan ingin memilih baru yang cocok untuk dia pakai saat berkencan nanti.


“Apa Ini bagus” kata mina kepadaku sambil memakai baju.


“Iya itu bagus” jawabku.


“Mia kau di sini?” kata seseorang di belakangku. Lalu aku berbalik ke arah orang itu.


“Leo?” jawabku disana sambil terkejut.


“Hai Mia, kebetulan sekali ya kita bertemu lagi. Terakhir kali kita bertemu adalah saat itu di jalan, iya kan” kata Leo kepadaku dengan sombong.


“Kanap harus kabur, bukanya kau tidak boleh seperti itu pada mantan kekasihmu sendiri?” katanya. Lalu aku berhenti dan saat aku ingin berkata padanya tiba tiba seseorang datang dan menjawabnya.


“Apa kau bilang mantan kekasih” kata seseorang itu yang tak lain adalah harris.


“Kau?” kata leo.


“seharusnya mantan kekasih yang baik itu tidak menggangu keadaan yang memalukan seperti ini” kata harris kepadanya.


“Oh jadi begitu ya, kau sudah mempunyai suami tapi kau malah selingkuh disini ya” kata Leo kepadaku dengan tidak sopan.


“Jaga ucapanmu!!” kata harris sambil terlihat marah kepadanya.


“Harris biarkanlah saja dia” kataku sambil menarik harris disana. Lalu haris mengacungkan jarinya dan berkata, “jangan pernah ganggu dia lagi!” kemudian memegang tangan ku dan mina lalu keluar dari tempat keramaian itu. Dan mungkin akan ada banyak gosip ini di media sosial.


Setelahnya harris mengntarka mina lalu aku ke rumah dan hari pun sudah malam. Saat aku di kamar ternyata Lim belum pulang mungkin dia masih ada di kantor nya.

__ADS_1


Dan kemudian tiba tiba Lim masuk ke kamar sambil berjalan sempoyongan. Aku terkejut karena dia seperti itu dan aku berkata kepadanya.


“Lim kau mabuk?” tanyaku kepadanya. Dan aku langsung menolongnya yang tidak bisa berjalan dengan benar tapi dia menepis tanganku dengan sangat kasar.


“Aku tidak ingin bantuanmu!” jawabnya sambil sempoyongan.


Lalu dia berjalan ke arah tempat tidur dan langsung tertidur di sana.


“Ada apa dengannya? Kenapa dia seperti ini” tanyaku kepada diri sendiri.


Lalu aku menuju arahnya dan melepaskan sepatu dan dasi dilehernya. Malam itu adalah hari dimana Lim kasar terhadapku dan aku masih belum tau saat itu apa salahku sebenarnya.


Keesokan paginya, aku tidak bisa tidur sama sekali dan aku hanya duduk di sofa sambil menatap Lim sampai sampai haripu sudah pagi. Kemudian Lim terbangun dari tidurnya dan terlihat seperti merasa sangat pusing.


Lalu aku langsung berjalan ke arahnya dang memberikan segelas air putih di sana.


“Ini minumlah” kataku kepada nya dengan lembut. Dan tiba tiba Lim mengibaskan tangannya dan menjatuhkan gelas itu ke lantai dengan sengaja. Aku terkejut dengan perilaku Lim.


“Ada apa Lim, kenapa kau seperti ini?” kataku kepadanya. Lalu Lim hanya terdiam dan berjalan meninggalkanku.


“Lim, aku bicara padamu!!” seruku disana dengan sangat kuat. Lalu Lim membalikkan badannya.


“Apa kau tidak menyadari, kau berselingkuh di belakangku” katanya dengan sangat kejam.


“Apa maksudmu?” tanyaku binggung.


“Apa kau tau kau itu selalu saja Harris, harris dan harris tidak ada yang lain. Kau selalu saja memikirkannya dan bersama nya. Apa kau tidak memperdulikan aku disini? ” kata Lim kepadaku sampai menyakiti hatiku. Dan aku hanya bisa terdiam dan meneteskan air mata ku.


“Oh iya, apa kau tau saat di rumah sakit kau bermesraan kan dengannya. Iya satu lagi kau juga kan bermesraan di depan umum seperti mall iya kan? Hey, kenapa kau hanya diam saja katakan jika itu benar. Jika itu benar aku akan menerimanya kok tenang saja. Tapi ingat jika kau benar benar seperti ini aku tidak akan pernah memaafkanmu seumur hidup ku" kata Lim kepadaku. Lalu Lim membalikkan badannya dan pergi dari kamar itu dengan membanting pintunya dengan sangat keras.


Saat itu aku hanya bisa menangis dan tidak bisa mengelak apa apa. Karena Apa yang Lim katakan padaku itu sangatlah menyakitkan.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2