Cinta Mafia Kejam.

Cinta Mafia Kejam.
Bab 10


__ADS_3

Malam ini juga mereka berdua kembali pulang ke Indonesia, kali ini tujuan mereka ke pulau Sumatra. Carl benar benar mengantarkan Dila pulang ke rumah orang tuanya, dan sudah pasti Carl tidak akan melepaskan Dila begitu saja, ia sudah menyiapkan kejutan yang besar untuk Dila. Kejutan yang akan membuat Dila benar-benar terkejut.


"Sudah tidak takut," tanya Carl.


"Masih sedikit takut," jawab Dila.


"Sini aku peluk." Carl menarik Dila ke dalam pelukan nya.


"Sudah jangan meluk meluk, aku sudah tidak se takut tadi," ucap Dila.


"Tapi aku yang takut," ucap Carl.


"Kamu ya." Dila tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, ia sudah mulai terbawa dengan permainan yang Carl buat.


Pukul 3 dini hari mereka berdua mendarat dengan selamat, Carl tidak langsung membawa Dila ke rumah orang tuanya, mereka harus istirahat beberapa jam di hotel. Carl memerlukan waktu yang tepat untuk membawa Dila pulang ke rumah orang tuanya.


"Kita menginap di hotel ya, aku sangat lelah. Nanti jam 8 kita beranggotakan lagi," ucap Carl.


"Ya… padahal aku sudah tidak sabar bertemu dengan keluarga ku," ujar Dila.


"Sebentar saja, aku juga tidak tau alamat rumah mu. Jauh atau tidak, kalau jauh aku pasti kelelau, aku menyetir sendiri," ucap Carl.


"Ya sudah deh, aku juga lelah. Jalan nya juga berbelok belok, kalau kamu tidak fit malah berbahaya untuk kita."


"Bagus lah.. Aku sudah sangat lelah."


Seperti biasanya Carl hanya memesan satu kamar untuk mereka berdua, malam ini diam diam ia akan memeluk wanita ini. Tangan sudah gatal untuk memeluk tubuh wanita polos ini, kalau tidak karena Dila terlalu polos ia tidak akan bisa merencanakan hal sejauh ini.


"Ahkkk nyamannya," ucap Carl.


Carl melepaskan pakaian yang ia pakai, ia memilih hanya menggunakan celana pendek saja, untuk memakai pakaian baru lagi dirinya sudah tidak kuat, ia juga ingin memancing apakah Dila tertarik melihat tubuh nya atau tidak.


"Dila ambilkan obat di tas ku," ucap Carl.


"Belum sembuh," tanya Dila.

__ADS_1


"Ya belum, tetap harus diberikan obat," jawab Carl.


"Iya." Dila pun mengambil obat yang Carl minta.


Tidak hanya meminum obat Carl juga harus rajin memberikan obat oles ke lukanya, baru beberapa hari saja luka di tubuh nya sudah mulai mengering.


"Bantu aku," ucap Carl.


"Iya."


Jantung Dila selalu berdetak lebih keras saat melihat pria bert*l*njang dada seperti ini, apalagi Carl memiliki tubuh yang begitu indah nya. Ia tidak pernah melihat pria seperti ini sebelum nya. Saat tangan Dila menyentuh tubuh Carl jantung nya berdetak lebih cepat, hal itu membuat Dila tidak nyaman.


"Sudah," ucap Dila.


"Iya… Terima kasih," kata Carl.


Carl pun memutuskan untuk langsung tidur, ia sudah sangat lelah sekali. Sedangkan Dila memilih untuk mandi, ia malas jika setelah bangun nanti mandi kembali, lebih baik mandi sekarang.


Setelah selesai mandi baru lah Dila tertidur dengan lelap, ia tidur tepat di samping tubuh Carl.


Pagi hari nya, pukul 8 pagi mereka berdua sudah rapi untuk melanjutkan perjalanan. Sebelum berangkat mereka berdua sarapan sambil membahas jalan menuju rumah Dila.


"Tidak terlalu jauh nya," ucap Carl.


"Memang tidak, tapi berkelok kelok," kata Dila


"Rumah mu terlalu pelosok."


"Enak saja," ucap Dila.


"Cepat makan mu, kita harus sampai sana sebelum pukul 11."


"Kenapa begitu," tanya Dila.


"Kepo sekali," jawab Carl sambil tersenyum, senyuman itu sedikit membuat Dila curiga.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan mereka berdua pun langsung melanjutkan perjalanan. Dila dengan Carl saling membantu agar cepat sampai di rumah Dila, Dila memberikan jalan petunjuk sedangkan Carl menyetir dengan fokus. Memang jalan menuju rumah Dila banyak berkelok, Carl harus benar-benar fokus agar mereka tetap aman.


"Sangat berbahaya," ucap Carl.


"Hehehe hati hati."


Tanpa terasa kurang lebih 2 telah berlalu, mereka berdua pun sampai di desa tempat Dila tinggal. Setelah bertahun-tahun lama nya akhirnya Dila kembali ke tempat ia lahir, terlihat dengan jelas Dila sangat senang sekali.


"Mana rumah mu," tanya Carl.


"Terus, sebentar lagi sampai," jawab Dila.


Dari kejauhan terlihat dengan jelas rumah Dila seperti akan ada acara. Dila mengerutkan dahinya karena bingung acara apa yang akan ada di rumah nya, biasanya saat ini membuat acara salah satu anggota keluarga nya pasti menberikan kabar pada nya.


"Acara apa ya," ucap Dila.


"Acara? Rumah mu yang ada acara," tanya Carl.


"Iya," jawab Dila.


Sesampainya di rumah itu, mereka berdua tidak langsung turun. Dila masih bingung dengan keadaan rumah nya yang cukup ramai.


"Ayo," ucap Carl.


Mereka berdua pun turun dari dalam mobil, anggota keluarga Dila langsung menyambut mereka berdua di depan pintu rumah.


"Sayang.."


"Mamah.." Dila langsung berlari dan memeluk sang mamah.


"Sayang akhirnya kamu pulang, mamah sangat senang akhirnya anak mamah kembali ke rumah."


"Aku juga sangat senang mah, ada acara apa mah," tanya Dila.


"Lah kamu bagaimana sih.. Ayo ganti baju, pernikahan kalian akan segera di mulai."

__ADS_1


__ADS_2