
Hari ini Dila benar-benar menghabiskan uang suaminya. Berbagai macam belanjaan ia beli, ia tidak peduli dengan wajah Carl yang sudah kesal sejak tadi, beberapa kartu Carl juga sampai tidak bisa di pakai karena sudah limit. Entah kenapa hari ini, mood Dila ingin sekali berbelanja.
"Sudah ayo pulang," ucap Dila.
Carl melihat ke arah bagian belakang mobil, ia membuang nafasnya dengan perlahan karena terlalu banyak barang belanjaan.
"Sayang ayo."
"Kamu benar benar ya, sudah beberapa kartu sampai limit," ucap Carl.
"Hehehe untuk istri sendiri seharusnya tidak masalah," kata Dila.
"Sayang banyak sayang, banyak." Carl sampai lemas sendiri.
"Oh begitu ya, ya sudah kembali kan saja lah. Jangan anggap aku istri mu, jangan meminta pelayanan dari ku, masak, mempersiapkan pakaian mu, membersihkan kamar, melayani mu di ranjang," ucap Dila.
"Oh begitu sayang, kamu perhitungan dengan ku. Awas kamu sampai rumah ya, akan aku buat lemas tidak berdaya kamu," ujar Carl.
Sontak Dila langsung menelan air ludah nya dengan kasar, ia sangat takut Carl benar-benar melakukan hal itu padanya. Sebelum ini ia sudah pernah mendapatkan hukuman itu, entah apa yang Carl minum sampai ia tidak berhenti semalaman, rasanya benar-benar tidak enak dan sampai membuat nya jatuh sakit.
Sesampainya di rumah Carl membantu istrinya membawa semua belanjaan mereka masuk ke dalam rumah. Semua belanjaan ini memiliki merek yang mahal, ini pertama kalinya Dila membeli merek merek mahal seperti ini.
"Sayang ini untuk kamu, kamu harus tetap tampan." Selain membeli untuk nya, Dila juga membelikan suaminya, suaminya tetap yang nomor satu di dalam hati nya.
"Lagi," ucap Carl.
Dila terus mengeluarkan barang-barang yang ia beli untuk suaminya, ternyata apa yang ia beli lebih banyak untuk suaminya daripada untuknya sendiri. Hal itu cukup mengejutkan Carl, karena Carl pikir dia hanya mementingkan dirinya.
"Ini untuk semua, Kenapa lebih banyak punya ku daripada milikmu?"
Kan kamu yang bekerja, aku hanya di rumah menunggumu pulang. Memang kamu yang harus membeli banyak, kulihat pakaian kamu juga sudah mulai habis, lebih baik kamu menggantinya sekarang daripada nanti kehabisan.
Carl menarik Dila ke pelukannya, ia sangat bersyukur memiliki istri seperti Dila yang sangat mengerti apa yang ia perlukan, Carl jadi tidak menyesal mengeluarkan banyak uang, ia malah menyesal telah sempat kesal pada Dila.
"Aku tadi tidak tau, maafkan aku ya.. Ternyata kamu membeli keperluan ku," ucap Carl.
"Tadi saat kamu ke toilet aku meminta para Pelayan toko untuk mengambil barang-barang yang memang kamu perlukan, Aku sengaja tidak memberitahumu karena aku ingin membuatmu kesal. Membuat kamu kesal itu sangat menggemaskan sayang."
"Sudah pintar membuat orang kesal ya, ya sudah sebagai permintaan maaf ku, aku akan mengabulkan satu permintaan kamu," ucap Carl.
"Ah tidak, nanti kamu marah dan kesal lagi pada ku," kata Dila.
"Hahaha tidak sayang, kamu mau apa," tanya Carl.
"Aku mau.. Aku mau kamu membeli rujak, tiba tiba aku kepikiran rujak," jawab Dila.
"Fiks kamu hamil, ayo kita ke rumah sakit sekalian membeli rujak."
Tanpa menunggu persetujuan dari Dila, Carl menggendong Dila dan langsung membawanya keluar dari dalam kamar. Ia tidak ingin mendengar alasan apapun lagi keluar dari mulut Dila, kalau menunggu persetujuan dari Dila mereka tidak akan berangkat sekarang.
"Kita mau ke mana sih sayang," tanya Dila.
"Rumah sakit, menunggumu persetujuan mu akan lama," jawab Carl.
Carl memasukkan Dila ke mobil dan mereka pun langsung pergi meninggalkan rumah menuju rumah sakit.
"Sayang," ucap Dila.
"Iya kenapa," tanya Carl.
"Kalau misal aku tidak hamil, kamu tidak masalah kan," jawab Dila.
"Hahaha ya tidak lah sayang, untuk apa aku masalah aku membawa mu ke rumah sakit karena aku ingin berjaga jaga, kalau misalnya kami hamil, aku bisa merawat mu lebih baik lagi."
"Begitu ya," ucap Dila.
__ADS_1
"Iya sayang, kamu jangan memikirkan hal yang tidak tidak, kamu fokus saja dengan dirimu, kalau kamu hamil kamu harus banyak istirahat, makan makanan yang bergizi dan berolahraga," kata Carl.
"Siap siap, beruntung nya mempunyai suami seperti kamu."
Sesampainya di rumah sakit, mereka berdua langsung ke dokter kandungan, karena sebelumnya tidak mempunyai janji mereka berdua harus ikut mengantri dengan yang lainnya.
"Sayang.."
"Iya sayang ada apa," tanya Carl.
"Aku takut," jawab Dila.
"Hahah takut kenapa? Tidak akan sakit kok," ucap Carl.
"Kalau sakit kamu aku gigit."
"Oh tidak masalah, aku akan mengigit mu kembali," ucap Carl.
Tak lama menunggu mereka berdua pun mendapatkan giliran masuk ke dalam, karena Dila masih remaja dan tidak mengerti apa apa, Carl lah yang turun tangan.
"Ya sudah di periksa saja dulu," ucap Dokter.
"Maklum yang dok, istri saya memang seperti ini, dia masih kecil belum mengerti apa apa."
"Tidak masalah mas, mas sendiri kenapaa menikahi anak kecil," tanya Dokter.
"Hahaha lebih mantap dok," jawab Carl.
Dokter hanya menggelengkan kepalanya, pasangan mudah memang seperti ini.
Dokter pun mulai memeriksa Dila, ia juga menanyakan beberapa hal penting pada Dila, semuanya Dila jawab dengan jujur agar dokter tidak kebingungan.
"Liat ada dua janin," ucap dokter.
"Ha!! Dua," tanya Carl.
"Bagaimana mungkin bisa," tanya Carl.
"Ya bisa saja, apa yang tidak bisa. Kamu ada riwayat keluarga kembar," tanya dokter pada Dila.
"Mamah saya mempunyai kembaran," jawab Dila.
"Nah karena itu kemungkinan mendapatkan anak kembar semakin terbuka dengan lebar, selamat ya."
Carl benar-benar sangat senang mendapatkan fakta ini, sekali cetak ia mendapatkan anak kembar. Siapa yang tidak ingin mempunyai anak kembar, ia tidak perlu membuat anak lagi setelah anaknya lahir nanti. Dila langsung bisa steril karena ia hanya ingin mempunyai dua anak saja.
"Sayang.." Carl memeluk istri nya dengan erat.
"Aku hamil," tanya Dila.
"Hahaha iya sayang, kamu hamil. Selamat ya sayang," jawab Carl.
Dila masih tidak menyangka dirinya hamil begitu cepat nya, memang Carl tidak bisa di remehkan.
Setelah melakukan pemeriksaan, mereka berdua memutuskan kembali ke mall, keduanya akan membeli apa saja yang Dila perlukan selama dirinya sedang hamil.
"Sayang sekalian belanja sayur ya," ucap Dila.
"Iya, beli sayur yang sehat," kata Carl.
"Kamu bantu aku sayang," ucap Dila.
"Iya sayang, aku akan membantu mu. Katakan saja apa yang kamu inginkan," kata Carl.
Dari sayur sampai dengan susu ibu hamil semuanya mereka beli. Keduanya terlihat begitu kompak dan bersemangat, apalagi Carl yang paling bersemangat. Ia memang sudah sangat menginginkan anak, mengingat usianya sudah lebih dari kepala 3.
__ADS_1
"Sudah sayang, mau lagi tidak," tanya Carl.
"Lagi, buah belum," jawab Dila.
"Kita ambil yang impor ya," ucap Carl.
"Mahall sayang, bisa empat atau 5 kali lipat, bukannya kartu kamu sudah limit," kata Dila.
"Hahaha kartu ku ada banyak, jangan khawatir sayang. Kalau untuk anak ku, apapun aku berikan," ucap Carl.
Dila tersenyum mendengar apa yang Carl katakan, sepertinya ia akan lebih di sayang lagi oleh Carl setelah kehamilan nya ini. Memiliki suami yang menyayanginya memang menjadi sebuah keuntungan besar, seperti sekarang ini.
Setelah selesai berbelanja mereka berdua pun langsung kembali ke rumah, Carl memasukan semua sayur dan buah yang mereka beli tadi ke dalam kulkas, ia tidak mengizinkan Dila melakukan hal itu, ia tidak ingin Dila sampai kelelahan.
Dila hanya duduk manis di depan Carl, ia sangat senang suaminya seperti ini, dirinya semakin di perlakuan seperti seorang ratu.
"Sayang mau buah mangga," ucap Dila.
"Aku tidak bisa mengupas mangga," kata Carl.
"Kamu bagaimana sih, mengupas mangga saja tidak bisa, katanya kamu ingin menjadi ayah yang baik," ucap Dila.
"Aku coba," kata Carl.
Demi istri dan anaknya Carl rela melakukan hal yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan, begitu cinta nya ia pada mereka berdua.
Dengan susah paya Carl mencoba untuk membuka mangga itu, ia sangat kesulitan sekali, hal itu membuat Dila tidak tega dan memutuskan untuk membantu sang suami, ia sendiri juga tidak ingin Carl terluka karena hanya sebuah mangga saja.
"Jangan begitu, tangan kamu bisa terluka," ucap Dila.
"Jadi bagaimana sayang," tanya Carl.
Dila mengambil buah mangga itu, ia mulai mengupas nya sendiri, ia sekalian ingin memberitahu caranya agar sewaktu waktu ia ingin Carl bisa mengupasnya.
"Sayang ini bukan pisau untuk memotong buah, kamu jangan aneh aneh," ucap Dila.
"Aku tidak aneh aneh sayang, tapi aku benar-benar tidak tau, aku pikir semua pisau itu sama," Kata Carl.
"Hahhaa tidak, nah ini pisau untuk memotong dan mengupas buah," ucap Dila.
Dila pun mulai mengupas nya, karena buah itu dari impor dan harga yang sangat mahal, baru di kupas saja wangi nya sudah terasa sedap. Bentuk buah itu juga terlihat sangat menggoda.
"Seperti nya ini sangat enak," ucap Dila.
"Ya jelas enak, sebiji hampir 300 ribu," kata Carl.
"Hahaha kan kamu sendiri yang meminta ku untuk mengambil buah ini, aku sudah tidak sabar."
Setelah selesai memotong nya Dila menyajikan buah itu di depan suaminya, ia sendiri juga tidak akan habis memakan semuanya sendiri.
"Makan sayang," ucap Dila.
"Bagaimana rasanya," tanya Carl.
"Sangat enak sekali, manis banget," jawab Dila.
"Enak seperti dirimu," ucap Carl.
"Sayang terimakasih telah ada di dalam hidup ku, aku sangat mencintaimu." Dila memeluk dan mencium wajah suaminya.
"Kamu anugrah terhebat yang pernah aku dapatkan, jaga anak ku dengan baik, aku akan semakin mencintai mu," ucap Carl sambil mengecup dahi istri nya.
Carl jadi ingat bagaimana ia bertemu dengan istri nya sekarang ini, dari ia terkena masalah sampai ia mendarat di sebuah rumah yang tidak ia ketahui menyimpan seorang bidadari cantik seperti Dila. Saat pertama kali ia melihat Dila pada malam itu ia langsung jatuh hati, wajah polos Dila benar-benar membuat hatinya bergetar hebat.
Setelah malam itu Carl benar-benar berniat menikahi Dila, ia tidak mempunyai keraguan sedikit pun pada wanita itu, setelah beberapa tipu daya dan perjuangan akhirnya ia bisa mendapatkan wanita ini. Sekarang Carl sama sekali tidak menyesal mempunyai istri seperti Dila, ia malah merasa sangat beruntung dapat menikahi wanita ini.
__ADS_1
Begitu juga dengan Dila, walaupun awalnya ia cukup ragu, sekarang ia sudah merasakan kenikmatan yang luar biasan. Carl benar-benar memberikan kasih sayang yang teramat banyak, kebutuhan lahir dan batin nya benar-benar Carl penuhi dengan sangat baik.