Cinta Mafia Kejam.

Cinta Mafia Kejam.
Bab 12


__ADS_3

Dila hanya diam mendapatkan perlakuan itu oleh suaminya, mau bagaimana lagi ia sudah tidak bisa menolaknya, sekarang Carl sudah resmi menjadi suaminya, menolak Carl sama saja melanggar kewajiban nya sebagai seorang istri.


"Kamu mau mandi," tanya Dila.


"Untuk apa aku mandi, nanti saja," jawab Carl.


"Aku ingin berganti pakaian, aku lapar ingin makan," ucap Dila.


"Aku juga lapar, tapi aku ingin memakan mu," kata Carl.


"Kita akan melakukan apa?"


"Hahaha.. Aku ingin dua anak dari mu," ucap Carl.


"Jangan sekarang, berikan aku waktu. Ini terlalu mendadak untuk ku," kata Dila.


"Dua hari, persiapkan diri mu." Carl mengedipkan satu matanya.


"Carl apa aku ikut ke rumah mu?"


"Panggil aku dengan sebutan suami ku, atau mas atau sayang, kau istri ku tapi kau memanggil ku dengan sebutan nama," ucap Carl.


"Mas apa aku ikut kamu pulang?"

__ADS_1


"Ya itu sudah pasti, kau akan ikut aku ke rumah ku, kau tidak boleh kembali ke sini tanpa seizin ku, aku tidak melarang mu tapi aku memberikan mu batasan. Jangan anggap aku suami yang baik, akan banyak masalah yang kau hadapi setelah menikah dengan ku. Satu hal yang harus kau tau, jangan membuat ku marah, sekarang aku bisa mengontrol emosi ky karena ini rumah mu, tapi saat di rumah ku jangan sesekali membuat ku marah," ucap Carl dengan sorot mata yang serius.


"Baik."


"Sudah berganti pakaian lah, aku juga ingin makan. Bawa makanan nya ke kamar, aku ingin makan berdua dengan mu," ucap Carl sambil melepaskan Dila dari pangkuan nya.


Segera Dila beranjak dari tempat tidur, ia langsung berganti pakaian dengan pakaian santai, setelah itu baru lah ia berjalan keluar kamar untuk mengambil makan suami dan juga untuk dirinya.


"Hanya sisah satu piring," ucap Dila.


"Iya sayang, mamah cuci dulu ya, tadi baru selesai di pakai makan orang orang."


"Tidak mah, satu piring tidak papa. Aku bisa makan satu piring berdua dengan suami ku," ucap Dila.


"Wah anak mamah romantis sekali, kamu tau sayang mamah sangat senang mempunyai membantu seperti suami mu, dia dapat memberikan apa yang kamu perlukan."


"Mas makan." Dila duduk di kursi yang ada di dalam kamar.


Carl pun berjalan mendekati Dila.


"Dimana baju kamu," tanya Dila.


"Panas sekali kamar mu, padahal udara di luar sejuk," ucap Carl.

__ADS_1


"Ya memenang begitu, makan dulu setelah ini mandi," kata Dila.


"Suapi," ucap Carl.


"Iya memang harus seperti itu, aku hanya membawa satu piring saja, ternyata sudah tidak ada piring bersih," kata Dila..


"Bagus," ucap Carl.


Dila muka menyuapi suaminya, ini pertama kali nya ia melakukan hal ini pada Carl, mereka makan satu sendok dan satu piring yang sama.


"Kita berapa hari di sini mas," tanya Dila.


"Seminggu boleh," jawab Carl.


"Yes.. Masih ada waktu untuk jalan jalan," ucap Dila dengan penuh semangat.


"Ajak aku jalan jalan," ucap Carl.


"Iya mas, aku akan mengajak mu jalan jalan," kata Dila.


Carl tersenyum untuk kesekian kalinya, setelah menikah dengan Dila ia jauh lebih bahagia. Gadis ini benar benar mencuri hatinya.


Makanan satu piring penuh mereka habiskan bersama sama, terlihat keduanya lemas karena kekenyangan. Carl merasa cocok dengan masakan yang ada, walaupun sederhana rasanya sangat khas sekali.

__ADS_1


"Kau bisa membuat ku gemuk kalau memberikan ku makan sebanyak ini," ucap Carl.


"Tidak papa, gemuk artinya bahagia," kata Dila.


__ADS_2