Cinta Mafia Kejam.

Cinta Mafia Kejam.
Bab 15


__ADS_3

Mereka berdua makan dengan sangat lahapnya, Carl meletakkan handphone nya dan fokus pada makanan yang ada, ternyata makan di restoran pinggir pantai tidak kalah dengan restoran bintang lima.


"Enak mas," tanya Dila.


"Sangat enak sekali," jawab Carl.


"Mas aku ingin pesan lagi," ucap Dila.


"Hmmm pesan saja, makan selagi kau bisa makan," kata Carl.


"Suami ku baik sekali."


Tanpa ragu Dila memesan makanan lagi, jarang jarang ia bisa makan dengan bebas seperti ini.


"Banyak sekali kau pesan," ucap Carl.


"Kamu mengatakan aku memesan banyak makanan tapi kamu juga makan dengan banyak," kata Dila.


Carl menatap Dila sambil tersenyum. "Enak," ucap nya.


Jantung Dila langsung berdetak begitu kencangnya, senyuman manis Carl membuat Dila salah tingkah sendiri. Ia memalingkan wajahnya sambil mengusapnya dengan tisu.


"Senyuman nya manis sekali, ada pria dengan senyuman semanis ini," batin Dila.


"Aku tampan kan, aku memang sangat tampan." Carl kembali tersenyum.


"Berhenti tersenyum."

__ADS_1


"Kenapa?"


"Aku tidak pernah melihat wajah pria setampam kamu, apalagi saat kamu tersenyum," ucap Dila.


"Hahaha kau jujur juga ya, sebenarnya banyak tapi kau saja yang tidak pernah kemana-mana, jadi bagaimana mungkin kau bertemu dengan pria tampan lainnya," kata Carl.


"Hehehe… Tapi biasanya yang tampan juga untuk yang tampan. Dan kata kamu, kamu suka pria, aku menikah dengan pria yang suka dengan Pria."


"Jangan fitnah, aku tidak suka pria. Aku suka wanita, kalau tidak percaya nanti malam bisa kita buktikan," kata Carl.


"Aku tidak percaya, kamu sendiri yang berkata jika kamu tidak suka wanita," ucap Dila.


"Habis nanti malam dirimu Dila."


Dila menelan air ludah nya dengan kasar, ia rasa apa yang Carl katakan akan benar-benar terjadi.


"Mas aku ingin naik itu," ucap Dila.


"Jet ski?"


"Iya kamu bisa tidak," tanya Dila.


"Ayo," ucap Carl, ia sangat bisa sekali.


Carl menyewa satu jet ski untuk mereka berdua, sebelum naik sudah pada keduanya menggunakan pengaman yang ada. Setelah selesai digunakan baru lah mereka berdua mulai naik.


"Peluk aku," ucap Carl.

__ADS_1


"Oke." Dila memeluk suaminya dengan erat.


"Gas.." Carl membawa Dila berkeliling di sekitar pantai itu, ia tidak akan membawa jet ski ini terlalu jauh dari bibir pantai, ia sudah lama tidak naik seperti ini, takut nya terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Mas.. Pelan." Dila berteriak dengan sangat ngebut, ia ketakutan sendiri karena Carl terlalu ngebut.


"Hahaha tenang, peluk aku dengan erat," ucap Carl.


"Pelan pelan," kata Dila.


"Mau coba," tanya Carl.


"Boleh," ucap Dila.


Carl pun berhenti, ia membantu Dila pindah ke posisi depan. Kemudian secara perlahan Carl menuntun Dila untuk membawa jet ski.


"Ahh aku bisa," teriak Dila.


"Pintar istri ku." Carl memeluk Dila dengan erat dari belakang.


"Tangan kamu mas," ucap Dila.


"Dada kamu besar juga ya," kata Carl.


"Mas jangan nakal deh."


"Hahaha tidak nakal, dengan istri sendiri tidak nakal." Tangan Carl terus mencari sesuatu yang sudah ia inginkan sejak menikah dengan Dila.

__ADS_1


"Jangan masuk," ucap Dila.


__ADS_2