
"Aku mencintaimu sayang." Kata kata cinta terus terucap dari mulut manis Carl, bukan hanya tubuh nya yang bereaksi tetapi ucapan manis juga diperlukan untuk menunjukkan jika ia benar benar mencintai wanita nya.
"Sakit," tanya Carl.
Dila menyentuh wajah suaminya, wajah yang kejam ini sudah berubah sangat manis dan menggemaskan saat sedang di dekat nya. Apalagi sekarang, Carl terlihat begitu menikmati dirinya, begitu juga dirinya yang menikmati servis yang suaminya berikan.
"Tidak, sudah tidak ada rasa sakit lagi."
Carl tersenyum mendengar ucapan Dila, ia bisa lebih leluasa lagi, apalagi sekarang mereka berdua mulai saling mengungkapkan rasa cinta.
Setelah pertempuran yang sangat lama, keduanya selesai dengan pelepasan yang begitu nikmat nya. Carl benar-benar menanamkan benih nya pada wanita 19 tahun ini, walaupun jarak usia mereka sangat jauh Carl tidak khawatir menjadikan Dila ibu dari anak anaknya nanti.
"Sayang segera hamil," ucap Carl.
"Iya pasti aku akan segera hamil, kamu tenang saja."
"Aku tidak sabar menjadi seorang ayah," ucap Carl.
"Kapan mereka akan pergi, aku tidak nyaman ada mereka di rumah ini."
"Segera, kamu jangan khawatir," ucap Carl.
Satu minggu pun berlalu, sesuai dengan apa yang Carl ingin kan, satu persatu dari istri sirih nya ia ceraikan. Ia tidak ingin terlalu lama mencampur Dila dengan mereka semua, apalagi mereka semua tidak suka dengan Dila. Carl meminta para mantan suami mereka untuk segera menjemput ketiga wanita ini. Ia sudah tidak ada urusan lagi dengan para wanita ini.
Sudah pasti Dila sangat senang dengan langkah yang Carl ambil, itu tandanya Carl benar-benar menyayangi nya. Ia tidak pernah bermimpi seorang Carl dapat menyanyangi nya sampai seperti ini.
"Sudah kan," ucap Carl.
"Kamu benar benar serius mas," tanya Dila.
"Hahaha aku sangat serius, kenapa tidak serius untuk kekasih ku tercinta ini," jawab Carl.
"Aku mencintaimu mas." Dila langsung memeluk suaminya dengan erat. Sekarang ia menjadi satu satunya ratu di rumah ini.
__ADS_1
Setelah mengusir semua wanita jelek di rumah ini. Carl langsung pergi meninggalkan rumah, ia harus bekerja untuk mengembalikan beberapa aset nya yang sudah hilang. Menikah dengan Dila mempunyai beberapa tantangan yang sangat bedar, pertama ia kehilangan 25 m dalam semalam, kedua ia mengembalikan 3 wanita jaminan hutang besar, kalau mereka sudah dikembalikan arti nya sudah tidak ada hutang lagi. Carl mengikhlaskan semua hutang itu demi kenyamanan istri nya, walaupun jumlah nya begitu banyak nya.
"Oke Carl demi cinta mu, kau sudah tidak pernah merasakan cinta sebelum nya. Sekarang hati mu sudah terisi, buat istri mu senang dan kau juga akan senang, uang bukan segalanya." Carl membuang nafasnya dengan perlahan.
Di rumah Dila sedang menikmati harinya menjadi seorang ratu, ia berendam dengan air hangat sesukanya, menonton tv sesuka nya, makan sesuka nya dan dapat melakukan banyak hal sesuka nya. Carl benar benar memperlakukan dirinya selayaknya seorang ratu. Menikah dengan Carl adalah sebuah keajaiban yang sangat besar.
Saat sedang makan Dila mendapatkan panggilan dari suaminya, ia heran pada Carl. Baru beberapa jam saja sudah menghubungi nya, begitu cintanya kah Carl pada dirinya.
"Iya sayang," ucap Dila.
"Kamu sedang apa," tanya Carl.
"Aku sedang makan, kamu sudah makan?"
"Sudah, sayang bisa ke tempat ku sekarang. Ada yang ingin aku katakan," ucap Carl.
"Kan bisa melalui handphone," kata Dila.
"Hmmm ya sudah, aku berangkat setelah sarapan. Tapi aku tidak tau kamu dimana," kata Dila.
"Nanti supir akan mengantarkan mu, jangan duduk di depan. Kamu harus duduk di belakang."
"Kenapa? Dia supir yang tampan, masih muda lagi. Aku suka diantar dia kemana mana," ucap Dila
"Mulai gatal wanita ini ya, apa suami mu kurang tampan," kata Carl.
"Hahah sayang, kamu sudah terlalu tampan, aku tidak akan berpaling darimu, sudah ya aku selesai kan makan ku, setelah ini aku langsung siap siap dan datang ke tempat kamu berada sekarang."
"Hmmm aku tunggu," ucap Carl.
Seperti yang Dila katakan, setelah ia selesai makan dan bersiap siap, ia langsung pergi ke tempat suaminya berada. Dila tidak tau dimana, ia hanya duduk manis membiarkan supir di depan nya membawa nya ke tempat suaminya berada.
"Di sini," tanya Dila.
__ADS_1
"Iya nona."
"Sebuah kuburan, apan apaan dia." Dila lamgsung keluar dari dalam mobil.
Dila melihat sang suami sedang berada di depan sebuah makam. Dila yang kebingungan langsung berlari menyusul suami nya, ia ingin meminta penjelasan dari Carl kenapa Carl meminta nya datang ke tempat ini.
"Sayang.."
"Sini." Carl langsung menarik Dila kepelukan nya.
"Ada apa," tanya Dila.
"Itu nama kakak mu kan," jawab Carl sambil menujuk makam di depan nya.
"Benar." Dila sangat terkejut melihat nya.
"Jangan… habis hujan kotor." Carl menahan Dila yang ingin berlutut di depan makam itu.
"Ini tidak mungkin, bisa saja orang lain dengan nama yang sama," ucap Dila.
"Itu benar benar dia, dia sudah meninggal 2 tahun lalu, tidak lama saat dia pergi meninggalkan rumah. Menurut informasi yang aku dapatkan, dia di bunuh oleh pasangan nya sendiri," jelas Carl.
Sontak hal itu mengejutkan Dila, ia langsung menangis mendengar penjelasanl dari Carl. Ia tidak pernah menyangka semuanya akan jadi seperti ini, padahal saat itu kakaknya sangat senang sekali.
Dila mendorong Carl dan langsung memeluk makam sang kakak, sudah pasti ia tidak bisa menahan kesedihan yang ia rasakan sekarang
"Hiks hiks hiks.." Dila menangis cukup kuat di depan makam itu.
Carl tidak bisa menahan Dila lagi, kalau ia jadi Dila mungkin akan melakukan hal yang sama, Carl berusaha untuk memposisikan dirinya dengan baik.
Hujan kembali turun, Carl meminta anak buahnya untuk mengambil payung, kalau Dila belum ingin pergi dari tempat ini ia tidak akan memaksa Dila.
Sambil berdiri Carl memayungi dirinya dan juga Dila, hujan yang deras membuat suara tangisan Dila tidak terdengar lagi, itu lebih baik karena ia sendiri tidak suka mendengar suara tangisan sang istri.
__ADS_1