Cinta Mafia Kejam.

Cinta Mafia Kejam.
Bab 27


__ADS_3

Dila langsung memikirkan apa yang suaminya katakan, apa benar dirinya hamil. Kalau iya, ini sesuatu yang sangat mengejutkan sekali. Ia tidak pernah berpikir hamil dengan cepat, ia malah berpikir dirinya akan hamil setelah setengah tahun menikah.


"Ya kalau hamil juga tidak heran, aku dengan dia hampir setiap hari melakukan nya. Malam, pagi kadang setelah dia makan siang, tidak pernah pakai pengaman pula."


"Kamu tidak papa," tanya Carl sekali lagi, ia paling tidak bisa melihat istri nya memikirkan sesuatu hal.


"Iya sayang, aku tidak papa, jangan mengkhawatirkan aku ya."


"Aku tidak mungkin tidak khawatir dengan istri ku sendiri, aku sangat mencintainya, aku pasti sangat khawatir pada mu," ucap Carl.


"Kan sekarang aku tidak papa, ayo segera di habiskan aku sudah sangat mengantuk."


"Besok aku libur, bagaimana kalau kita jalan jalan," ucap Carl.


"Boleh, aku sudah lama tidak jalan jalan dengan suami tercinta ku," kata Dila.


"Ya aku memang yang paling tercinta," ucap Carl dengan senyuman manis di bibir nya.


Seperti yang Carl katakan, pagi hari nya mereka berdua sudah siap untuk jalan jalan. Carl sudah memakai pakaian santai tetapi tetap rapi, sedangkan Dila masih merias dirinya didepan cermin.


"Kamu tidak pernah memakai perhiasaan yang aku berikan untuk mu," ucap Carl.


"Ini aku akan memakainya, kamu jangan asal berburuk sangka kepada ku," kata Dila.


"Hahaha aku kan hanya mengatakan nya, tidak berburuk sangka. Kamu sudah aku belikan perhiasan mahal harus sering kamu pakai, jadi aku tidak merasa percuma telah membelikan semua ini pada mu."


"Sebenarnya aku tidak terlalu suka memakai perhiasaan, apalagi jika hanya di rumah untuk apa aku pakai," ucap dila, ia sendiri tidak pernah meminta Carl untuk membelikan nya sebuah perhiasaan, Carl sendiri yang langsung memberikan padanya.


Setelah Dila selesai bersiap siap, mereka pun pergi meninggalkan rumah, hari ini keduanya memutuskan untuk makan di luar. Dila sengaja tidak memasak karena ia sudah sangat menginginkan sesuatu makanan..


"Makan apa sayang," tanya Carl.


"Makan apa saja," jawab Dila.


"Serius," tanya Carl.


"Hehehe kamu tau saja aku ingin sesuatu, aku kemarin lihat restoran padang, aku sudah sangat lama tidak makan nasi padang, boleh ya."


"Oke sesekali tidak masalah, jangan sering sering."

__ADS_1


"Makasih sayang, semakin cinta aku dengan mu," ucap Dila.


Carl pun membelokan mobil nya ke sebuah restoran padang. Restoran yang Dila inginkan, keduanya turun dari dalam mobil dan langsung berjalan masuk ke dalam.


Dila memesan berbagai macam makanan yang ia inginkan. Semenjak menikah dengan Carl ia tidak pernah khawatir dengan uang, apa saja yang ia mau pasti Carl akan membayar nya dengan aman.


"Sayang aku sudah sangat lapar," ucap Carl.


"Hahaha sabar. Sebentar lagi datang kok."


Tak lama makanan yang mereka inginkan pun datang, segera keduanya mulai memakan makanan itu. Carl terkejut melihat selera makan Dila yang begitu luar biasa, ia tidak pernah melihat Dila makan begitu lahap nya.


"Sayang sayang," ucap Carl.


"Ada yang salah," tanya Dila.


"Tidak ada yang salah sayang, kamu selalu benar," jawab Carl.


"Aku memang selalu benar," ucap Dila sambil memicingkan kedua matanya.


"Seperti nya dia memang hamil, aku harus lebih menjaga perasaan nya dan juga dirinya," Batin Carl.


"Pelan pelan, kenapa terburu buru begitu," ucap Carl


"Tida tidak, terlalu berlemak… Dila jaga makan kamu, jangan berlebihan."


"Iya cerewet," ucap Dila, ia heran kenapa suaminya sekarang begitu cerewet sekali.


Sambil makam Carl terus memantau Dila, hal itu membuat Dila kehilangan selera makan, bukan hanya itu ia juga kehilangan mood juga.


"Sudah," tanya Carl.


"Hmmm," jawab Dila.


Carl mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompet nya. "Bayar," ucap Carl.


"Dompet kamu, aku tidak ingin memegang uang tanpa dompet," kata Dila.


Sambil membuang nafasnya dengan kasar Carl memberikan dompet nya pada Dila.

__ADS_1


"Jangan pelit," ucap Dila sambil mengambil dompet itu.


"Untuk syang." Memang kalau sudah bucin, diperlakukan macam bagas pun rasanya tetap akan sama.


Setelah selesai membayar semuanya mereka pun meninggalkan restoran itu. Carl membawa Dila ke taman, ia masih curiga jika istri nya sedang hamil, itu sebabnya ia ingin membawa Dila menghirup udara yang lebih bersih. Begitu perhatian nya Carl pada istri nya, jika sudah mencintai seseorang pria sekejam pun akan berubah menjadi perhatian.


"Kok di taman sih, kamu tidak romantis," ucap Dila.


"Kamu hanya di rumah saja, tidak ada menghirup udara segar, sekarang lebih baik kamu duduk di kursi itu, hirup udara segar sebanyak-banyaknya," kata Carl.


"Sayang tidak mau, aku mau belanja di mall," ucap Dila.


"Sekarang," tanya Carl.


"Iya aku akan menghabiskan uang mu."


"Tidak lebih dari 100 juta," ucap Carl.


"Idih dengan istri sendiri perhitungan, kalau tidak ada istri kamu tidak akan hidup enak," kata Dila.


"Ya sudah, habiskan saja uang ku."


Mereka berdua hanya turun sebentar saja, sayang jika tidak turun karena sudah sampai ke tempat ini.


"Sudah ayo," ucap Dila.


"Iya iya."


Mereka pun melanjutkan perjalanan ke mall mewah. Carl tidak tau apa yang ingin istri nya beli, ia tidak khawatir Dila akan menghabiskan banyak uang nya, yang ia tau Dila tidak pernah berbelanja barang mewah di mall.


Sesampainya di mall, Dila langsung mengajak suaminya ke salah satu tempat yang tidak pernah Dila datangi. Carl sendiri cukup heran Dila mengajak nya ke tempat biasanya ia membeli barang barang keperluan.


"Sayang kamu tau dari mana aku sering belanja di Dior," tanya Carl.


"Semua yang kamu pakai Dior, kecuali ****** *****," jawab Dila.


Sesekali Dila ingin menguras uang suaminya, tanpa pikir panjang ia mengambil sepatu, sendal, baju, tas, dan barang barang mahal lainnya.


Carl sampai melongok di buat istri nya, apa ini ngidam pertama sang istri.

__ADS_1


"Kamu perlu kan," tanya Carl.


"Kenapa, uang kamu tidak cukup," tanya balik Dila.


__ADS_2