Cinta Mafia Kejam.

Cinta Mafia Kejam.
Bab 13


__ADS_3

Malam ini seharusnya malam pertama antara Dila dengan Carl, terapi berhubung Dila masih belum berani untuk melakukan hubungan itu malam pertama mereka tertunda beberapa hari kedepan. Carl tidak akan memaksa Dila, ia memberikan Dila waktu untuk terbiasa dengan nya. Meskipun begitu bukan berarti Carl tidak menggoda Dila, ia tetap pria dewasa yang mesum, menggoda istrinya sesuatu hal yang wajib ia lakukan.


"Sini." Carl menepuk-nepuk tempat tidur di samping dirinya.


"Mas jangan malam ini, aku takut."


"Sini saja," ucap Carl.


Dila pun duduk di samping Carl, ia belum pernah niat untuk menikah menikah dengan cepat. Jadi kalau sekarang ia bingung dan kaku itu bukan hal yang aneh lagi.


"Berbaring lah." Carl menarik Dila agar berbaring di samping tubuh nya.


"Iya iya, pelan pelan dong."


"Aku tidak suka dengan wanita lelet.. Di sini ada tempat wisata apa saja," tanya Carl.


"Banyak mas, ada air terjun, danau, pantai, terus wisata keluarga, kolam renang. Kamu mau kemana, aku akan menemanimu mu," jawab Dila.


"Apa ada air terjun di lembah yang sempit," tanya Carl.

__ADS_1


"Ada mas, kamu tau ini salah satu air terjun tertinggi di Indonesia, tapi cukup jauh. Kita ke tempat yang dekat saja, jangan jauh jauh," jawab Dila.


"Ya sudah, kita ke air terjun besok. Aku ingin mandi di air terjun yang dingin dan segar," ucap Carl.


"Oke, aku jadi tidak sabar," kata Dila dengan penuh semangat.


Malam ini tidak terjadi apa apa pada mereka berdua, Carl benar-benar melepaskan Dila. Ia memilih untuk tidur karena ia benar benar kelelahan. Ia juga tidak ingin memaksa Dila, nanti juga kalau sudah waktunya ia dapat melakukan hal itu sesuka hatinya.


Pagi hari nya, mereka berdua sudah rapi untuk pergi ke air terjun yang Dila janjikan. Tetapi saat sedang menunggu waktu yang tepat tiba tiba hujan datang, hal itu membuat mereka berdua langsung lemas seketika.


"Tidak jadi," tanya Carl.


"Hujan mas, malah bahaya ke air terjun hujan begini," jawab Dila.


"Tidur," ucap Dila.


"Tidak bukan tidur, sini." Carl menarik Dila ke atas pangkuan nya, dengan lembut ia mengusap wajah sang istri.


"Kamu pernah ciuman," tanya Carl.

__ADS_1


Dila menggelengkan kepala nya, ia tusam pernah pacaran dan berciuman, ini pertama kalinya ia dekat dengan seorang pria.


"Kita mulai ya, hanya aku cium tidak lebih dari cium," ucap Carl.


"Aku harus belajar," tanya Dila.


"Ya itu harus, kamu harus belajar agar menyenangkan suami mu," jawab Carl.


Carl menarik tengkuk leher Dila agar lebih dekat dengan wajahnya. Bibir manis Dila sudah tepat berada di depan wajahnya.


Perlahan Carl mulai mendekati bibir itu, ia akan mengambil ciuman pertama Dila, ini sangat membuat Carl senang, ia memang paling senang melakukan segala hal dengan kata pertama.


"Mas.." Dila menahan kepala Carl yang sudah hampa menempel di bibir nya.


"Ada apa," tanya Carl.


"Takut," jawab Dila.


"Tidak sakit, pejamkan mata mu dan nikmati lah," ucap Carl.

__ADS_1


Carl kembali mendekati bibir Dila, ia sudah tidak sabar menikmati bibir itu. Kalau sampai Dila terbawah dengan permainan nya, ia bisa mendapatkan lebih dari ini.


Dan bibir mereka pun bersatu, awalnya Dila cukup terkejut, tetapi lama lama ia mulai terbiasa. Apalagi saat Carl mulak mengigit lembut bibir bagian luar nya.


__ADS_2