Cinta Mafia Kejam.

Cinta Mafia Kejam.
Bab 18


__ADS_3

Pagi hari nya, Dila masih tertidur dengan nyenyak nya, dirinya hampir pingsan setelah di gempur habis habisan oleh Carl kemarin malam. Ya walaupun ia juga menikmatinya.


Sedangkan Carl sedang duduk di samping Dila, ia sudah mandi dan sedang menunggu istri nya bangun. Sedari tadi perut nya sudah lapar minta di isi sesuatu yang enak.


"Bangun, jangan tidur terus. Aku lapar," ucap Carl.


"Jangan ganggu aku mas, aku sangat lelah," kata Dila.


"Aku lapar, ambilkan aku makan atau aku akan memakan mu lagi," ucap Carl.


"Kamu bisa ambil sendiri, tidak ada yang akan memarahi mu."


Dila mulai membuka matanya, ia cukup kesal dengan Carl yang meminta nya untuk mengambil makana, padahal Carl bisa mengambil nya sendiri di dapur.


"Aku tidak suka bertemu dengan orang baru, kamu tau sendiri aku bagaimana.."


"Ya sudah iya." Dila memutuskan untuk bangkit dari tempat tidur.


"Jangan lupa memakai baju, kau sedang naked."


Dila yang mendengar hal itu langsung berjalan dengan cepat ke arah lemari, ia lupa jika kemarin baru saja terjadi pertempuran besar.

__ADS_1


"Hmm sakit nya, tapi enak juga. Milik dia mantap sekali," batin Dila.


Dila benar-benar tidak kapok, ternyata apa yang Carl katakan itu benar. Setelah rasa sakit yang ia rasakan ada rasa enak yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Apalagi saat Carl mengajarkan nya beberapa gaya yang baru ia ketahui.


Setelah memakai pakaian nya dengan lengkap, secara perlahan Dila keluar kamar untuk mengambil sarapan sang suami. Sebagai istri yang baik, ia harus melakukannya, melayani suaminya adalah sebuah kewajiban yang harus ia lakukan dengan baik.


"Sayang."


"Iya mah, aku mengambil sarapan untuk suami ku," ucap Dila.


"Suami mu jarang keluar kamar ya, apa tidak suka dengan kami?"


"Hehehe tidak mah, bukan begitu. Dia memang cukup pemalu, dia hanya belum beradaptasi," kata Dila.


"Aku akan mencari nya mah, mamah tenang saja ya. Aku akan kembali ke kota bersama dengan suami ku, suami ku pasti dapat membantu ku untuk mencari nya," ujar Dila.


"Iya sayang.. Mamah percaya kamu."


Setelah menikah dengan Carl, jujur Dila sudah tidak mengingat kakaknya lagi, apakah Carl mempengaruhi nya untuk tidak memperdulikan kakaknya lagi. Apa yang Carl katakan juga seperti benar. Tetapi setelah sang mamah bertanya tentang kakaknya, Dila memutus untuk mencari nya kembali.


"Mas sarapan mu, mamah masakk tempe sama sayur," ucap Dila.

__ADS_1


"Suapin aku," kata Carl.


Dila pun duduk di samping sang suami.


"Mas kita kembali ke kota minggu depan? Aku ingin mencari kakak ku, bolehkan."


"Tidak boleh, sekarang semua yang kamu lakukan harus ada izin dari ku, jangan buang waktumu untuk mencari nya, dia bukan siapa siapa mu," kata Carl.


"Mas mamah bertanya tentang nya.."


"Ya sudah iya, tapi tidak boleh sering sering, kamu boleh pergi hanya atas izin ku," ucap Carl.


"Iya aku tidak akan pergi tanpa izin suami ku."


"Bagaimana enak tadi malam," tanya Carl.


"Mas." Dila memalingkan wajahnya karena malu.


"Mana mungkin aku bisa hamil dalam waktu dekat."


"Kata siapa tidak bisa, kamu tidak tau aku bagaimana bermain nya," ucap Carl dengan sangat percaya diri.

__ADS_1


"Hahaha setiap malam Dila, aku akan membuat mu hamil dalam waktu dekat," ucap Carl.


__ADS_2