Cinta Mafia Kejam.

Cinta Mafia Kejam.
Bab 16


__ADS_3

Setelah puas bermain jet ski mereka pun kembali ke tepi pantai, keduanya terlihat sangat senang sekali. Ya walaupun berbeda kali Carl melakukan hal mesum pada istri nya, Dila tidak mungkin mempermasalahkan hal itu, Carl suaminya dan hal yang normal jika suaminya mesum padanya, kalau tidak mesum baru lah Dila bisa curiga pada Carl, takutnya yang Carl katakan waktu itu memang benar.


Keduanya berjalan dengan kompak menuju tebing pantai yang terlihat sangat indah sekali, Dila ingin mengambil foto dengan handphone mahal suaminya.


"Kamu ya," ucap Dila.


"Iya aku kenapa," tanya Carl.


"Mesum," jawab Dila.


"Hahaha ya aku memang mesum," ucap Carl.


"Ih bangga pula, sudah sekarang fotokan aku," kata Dila.


"Handphone nya?"


"Handphone kamu lah, Handphone ku jelek," ucap Dila.


"Hahaha.. Seperti orang nya."


"Jahat sekali," ucap Dila sambil mulai bergaya.


Segera Carl memfoto istri nya yang cantik ini.

__ADS_1


Mereka berdua menghabiskan waktu sangat lama di pantai, dari pagi sampai dengan sore hari. Di sore hari nya keduanya sudah terlihat kelelahan, mereka berdua kembali masuk ke dalam mobil, Dila mengajak sang suami pulang ke rumah.


"Kamu sudah lelah," tanya Carl.


"Sangat lelah."


Carl menarik Dila ke atas pangkuan nya, walaupun kesulitan akhirnya Dila berhasil naik ke atas pangkuan suaminya.


"Mas kenapa sih," tanya Dila.


"Aku ingin malam ini, kalau kamu tidak memberikan malama ini juga aku tidak akan melepaskan mu dari pangkuan ku."


"Iya iya aku akan memberikan nya, tapi kamu harus janji kamu tidak akan meninggalkan ku," ucap Dila.


"Aku tidak akan meninggalkan mu." Karena akan mendapatkan apa yang ia inginkan Carl melepaskan istri nya, segera ia membawa mobil nya kembali ke rumah Dila.


"Dila tidak ada orang?"


"Tidak ada, sana mandi… Nanti kalau ada orang kamu sibuk lagi," ucap Dila.


"Mandi bersama bagaimana?"


"Jangan aneh aneh," ucap Dila sambil mendorong suaminya masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Pukul sembilan malam mereka berdua sudah santai di atas tempat tidur, keduanya sudah mandi dan makan. Sekarang mereka hanya menikmati momen pengantin baru. Keluarga Dila juga sudah kembali, hal itu membuat Carl langsung meminta agar Dila menutup pintu dengan rapat, ia takut ada yang melihat atau mendengar ia dengan Dila yang ingin bercocok tanam.


"Dila sudah waktunya," ucap Carl sambil menarik Dila ke dekat tubuh nya..


Dila pun menganggukkan kepala nya, ia sudah siap untuk memberikan hak suaminya.


"Kamu siap," tanya Carl.


"Sebenarnya sih belum, tapi kalau tidak sekarang kapan lagi, siap tidak siap aku harus memberikan hak kamu," ucap Dila.


"Hahaha itu benar.. Tidak akan menyesal sakit di awal, enak di pertentangan sampai akhir," kata Carl.


"Kamu sudah paham sekali ya."


"Hahaha aku masih polos kok, aku tidak paham," ucap Carl.


"Aku mau tanya, kamu sebelumnya sudah pernah melakukan hubungan suami istri?"


"Dila pertanyaan macam apa ini.. Aku 10 tahun lebih tua dari mu, bahkan lebih dari 10 tahun, ya menurut mu," ucap Carl.


"Ahh tidak mau tidak ikhlas," kata Dila.


"Pernah atau tidak nya, jangan kamu pikirkan, aku dalam menerima kamu yang jauh di bawa ku dan kamu harus menerima ku seperti aku menerima kamu," ucap Carl.

__ADS_1


"Hmmm kamu kaya raya, seharusnya kamu dapat menikah dengan wanita yang kaya raya seperti kamu, tetapi kamu malah menikah dengan aku yang bukan siapa siapa. Kamu benar benar menerima ku," kata Dila.


"Nah itu kamu tau," ucap Carl.


__ADS_2