Cinta Mafia Kejam.

Cinta Mafia Kejam.
Bab 9


__ADS_3

Perjalanan menempuh waktu sekitar 2 jam lamanya, selama perjalanan Dila benar-benar ketakutan, ia tidak bisa tenang sama sekali, mungkin semua ini karena pengalaman pertama bagi Dila. Carl sendiri mengambil kesempatan ini agar ia bisa lebih dekat dengan Dila, memeluk dan mengusap wajah Dila adalah hal yang ia inginkan.


"Masih takut," tanya Carl.


Dila menganggukkan kepala nya, ia masih merasa takut naik jet ini.


"Untuk apa kau takut, kita tidak akan jatuh.. Tenang saja lah." Carl mengusap wajah Dila yang sedikit berkeringat.


"Sudah ya.. Dari pada seperti ini lebih baik kita sarapan saja, pasti kau lapar hanya makan roti saja," ucap Carl.


"Iya.."


Carl meminta anak buahnya untuk menyiapkan makanan, makanan yang sangat enak agar calon istri nya ini tidak ketakutan.


"Makasih," ucap Dila.


"Tidak masalah, aku yang membawa mu ke sini, aku harus tanggungjawab semua hal tentang dirimu," kata Carl.


Tak lama makanan yang Carl minta sudah datang, mereka berdua sedikit menjauh agar lebih mudah untuk makan.


"Minum dulu, tenang kan diri mu," ucap Carl.


"Aku sudah lebih baik," ujar Dila.


"Kau akan lebih sering naik jet saat ikut dengan ku," ucap Carl.


"Aku tak mau ikut dengan mu, aku akan menetap di rumah orang tua ku," kata Dila.


"Lalu bagaimana dengan kakak mu?"


"Aku mencoba untuk tidak memikirkan nya, seperti nya sudah cukup untuk khawatir padanya," ucap Dila.


Carl tersenyum mendengar apa yang Dila katakan, walaupun Dila mengatakan ia tidak akan ikut dengan nya lagi, tetap saja Dila akan ikut dengan nya kemana pun dirinya pergi.


"Makan dulu," ucap Carl.


Setelah perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka berdua mendarat dengan selamat, ini pertama kalinya Dila berada di luar negeri, ia sangat senang melihat negara kecil ini, terlihat begitu modern sekali.


"Kau terlihat senang," ucap Carl.


"Hehehe ya aku sangat senang, ini pertama kalinya aku keluar negeri, ternyata negara lain lebih bagus dari negara sendiri," kata Dila.

__ADS_1


"Hahaha jangan melihat yang enak nya saja, sudah kau mau ikut bekerja dengan ku atau di hotel menunggu ku," ucap Carl.


"Jika aku ikut dengan ku, kamu menjamin keselamatan ku?"


"Jika kau ikut dengan ku malam ini kita bisa langsung pulang ke rumah orang tuamu, tetapi jika kau di hotel juga menginap satu hari, sayang jika langsung pergi meninggalkan hotel," ucap Carl. Carl yakin pasti wanita ini akan ikut dengan dirinya.


"Ya sudah aku ikut dengan mu, lebih cepat lebih baik, dari pada aku harus menunggu lama," kata Dila.


Carl membawa Dila ke tempat ia bekerja, ia juga ingin Dila tau apa yang membuat pekerjaan nya berbahaya. Selama ini Dila hanya tau dirinya seorang yang kaya raya.


Dila kebingungan di bawa ke tempat yang sangat menakutkan, sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelum nya. Banyak pria asing tinggi besar yang tidak menyambut mereka dengan baik, beberapa orang melihat nya dengan tatapan aneh.


Segera Dila memeluk tangan Carl dari samping, ia sangat takut dengan orang orang seperti itu.


"Kamu sebenarnya siapa," tanya Dila.


"Ssttt jangan banyak tanya," jawab Carl.


Sampai lah keduanya tiba di suatu ruangan dengan penjagaan yang sangat ketat sekali. Saat mereka berdua masuk ke dalam ruangan itu, mata Dila terkenal melihat begitu banyak nya senjata api. Bukan hanya itu wanita cantik seperti seorang wanita penghibur pun ada di tempat itu.


"Selama datang tuan Carl," ucap seseorang pria.


"Hmmmm…Semuanya sudah siap," tanya Carl.


"Tuan wanita itu.."


"Tidak, dia milik ku," ucap Carl.


"Oh begitu, jadi percuma kami menyediakan wanita wanita ini untuk tuan."


"Mereka tidak ada yang menarik, berikan saja pada tikus tikus berdasi itu," ucap Carl.


Carl dengan Dila duduk berdampingan, karena Dila sudah ketakutan Carl segera menyelesaikan semuanya. Ia juga tidak suka Dila menjadi tatapan pria pria yang ada di ruangan ini, memang Dila sangat menarik untuk di tatap.


Kurang lebih satu jam mereka berada di tempat itu, setelah semuanya selesai Carl langsung membawa Dila keluar dari ruangan itu. Ia menyelesaikan semuanya dengan cepat agar mereka tidak terlalu lama ada di dalam sana.


"Sudah," tanya Dila.


"Sudah," Jawab Carl.


"Kamu mafia," tanya Dila.

__ADS_1


Carl hanya tersenyum sambil melangkahkan kakinya.


"Jika kau terus diam disitu mereka akan menjadikanmu wanita penghibur," ucap Carl.


"Carl.." Dila langsung berlari mengejar pria itu.


"Jangan tinggalkan aku," ucap Dila.


"Hahahaha kau takut, makannya jangan jauh dari aku," kata Carl.


"Aku takut juga dengan kamu, pantas saja kamu menjadi incaran banyak orang, ternyata kamu seperti ini," ucap Dila.


"Begitu lah hidup, kau tidak perlu takut pada ku, aku akan menjaga mu," ujar Carl.


"Kamu janji," ucap Dila.


"Iya aku janji, aku akan menjaga mu." Carl mengusap kepala Dila dengan lembut.


"Sekarang kita kembali ke Indonesia," tanya Dila.


"Buru buru amat sih, jangan buru buru," jawab Carl.


"Terus mau kemana lagi?"


"Kita akan jalan jalan sebentar, seharusnya aku masih banyak pekerjaan tapi karena diri mu semuanya aku tunda," ucap Carl.


"Hehehe sesekali tidak masalah, kamu mempunyai anak buah yang bisa menyelesaikan pekerjaan mu," ujar Dila.


"Hmmm."


Hari ini Carl membawa Dila jalan jalan di negera itu, walaupun hanya setengah hari saja, sudah cukup bagi Carl untuk mulai mendapatkan perhatian dari Dila. Memang ini tujuan Carl membawa Dila jalan jalan, ia ingin Dila nyaman dengan nya.


Malam hari nya, keduanya menghentikan aktivitas jalan jalan mereka di sebuah restoran mewah, sebelum Carl membawa Dila kembali ke Indonesia ia mengajak Dila makan malam di restoran mewah.


"Setelah ini kita akan kembali kan," tanya Dila.


"Iya, kau tidak sabar untuk berpisah dengan ku," ucap Carl.


"Bukan begitu, aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kedua orang tua ku," kata Dila.


"Hahaha jangan terkejut saat melihat mereka berdua ya, mana tau ada yang berbeda," ucap Carl.

__ADS_1


"Tidak akan lah."


"Apa kau tidak tau aku sudah menyiapkan kejutan untuk mu," batin Carl.


__ADS_2