Cinta Mafia Kejam.

Cinta Mafia Kejam.
Bab 22


__ADS_3

Carl mengajak Dila kembali ke kota lebih cepat dari yang ia katakan sebelumya, Carl memilih kembali lebih cepat dari waktu yang sudah ia tentukan. Ia ingin memberikan penjelasan pada istri sirih nya di rumah, ia tidak mau mereka menyakiti Dila istri tercinta nya. Carl juga sudah mempunyai niat untuk mengembalikan mereka semua pada suami mereka. Ia sudah tidak membutuhkan istri sirihnya lagi, sudah ada Dila yang akan memberikan cinta dan pelayanan 24 jam tanpa stop.


Setelah berpamitan dengan keluarga Dila mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah. Dila sangat ikhlas ikut ke kota bersama dengan suaminya, ia yakin kehidupan nya bersama dengan Carl akan jauh lebih bahagia dari pada ia diam di kota.


Lagi pula Carl sudah mulai menunjukkan rasa cinta dan keseriusan nya dalam hubungan ini, hal itu lah yang membuat Dila semakin yakin dengan suaminya.


"Mas pinjam handphone," ucap Dila.


"Untuk?"


"Main handphone, aku bosan mas.. Handphone ku kan rusak," ucap Dila.


"Nanti beli, jangan buka handphone ku," kata Carl.


"Sayang pinjam handphone." Dila mencoba untuk membujuk suaminya.


Hati Carl langsung meleleh seketika. Ia yang mencintai Dila tidak mungkin tidak meleleh, semakin hari rasa cinta nya pada Dila semakin besar saja.


"Sayang."


"Jangan buka yang aneh aneh." Carl memberikan handphone nya pada Dila.


"Makasih." Dila mendekati wajah Carl dan mencium nya.


Deg.. Jantung Carl berdetak semakin kencang, memang wanita ini paling bisa membuat nya seperti ini.


Carl berusaha mengendalikan dirinya agar ia tidak terlihat salah tingkah.


Sesampainya di bandara mereka berdua segera menuju ruang tunggu, Carl masih menunggu informasi dari anak buah nya.


"Sayang kita naik jet atau pesawat," tanya Dila.


Carl mendekati wajah Dila. "Sudah berani memanggil ku sayang ya, bukan nya kemarin tidak ingin menikah dengan ku."


"Ya sudah, aku panggil nama saja. Kamu saja tidak mau di sayang," kata Dila.


"Terus seperti itu, aku suka." Carl mengecup bibir Dila.


Tak lama anak buah Carl datang memberikan kabar jika pesawat jet mereka sudah siap. Keduanya pun berjalan keluar dari ruangan itu, mereka berdua langsung masuk ke dalam jet yang sudah siap untuk terbang ke atas awan.

__ADS_1


Perjalanan dari tempat mereka sekarang ke kota tempat Carl tinggal memerlukan waktu kurang lebih 2 jam lamanya. Waktu yang tidak lama, jika Carl mau ia bisa menghabiskan waktu itu untuk bercocok tanam, sayangnya sekarang ia memiliki beberapa tugas yang harus ia kerjakan. Lagi pula kemarin malam, ia sudah melakukan nya dengan sangat puas.


"Mas aku tidak mau satu rumah dengan istri sirih kamu," ucap Dila.


"Jangan ribet, mereka tidak akan menganggu mu," kata Carl.


"Kalau mereka menganggu ku, kamu memberikan aku apa?"


"Apa saja yang kamu mau, aku bekerja untuk dirimu juga."


"Ahh makasih, sayang suami." Dila memeluk Carl dari samping.


"Jatah setiap malam, jangan protes," ucap Carl.


"Siap bos," kata Dila.


"Suka? Tadi malam sampai menangis, sangking enaknya ya?"


"Sayang.." Dila malu sendiri dan mendengarnya.


"Enak atau sakit? Kalau sakit aku tidak akan melakukan yang begitu lagi."


"Oh sakit, ya sudah tidak aku lakukan lagi."


"Enak." Dila menutup matanya, ia menyembunyikan wajahnya di dalam pakaian Carl, dirinya benar-benar malu sekali.


"Berhenti malu malu pada ku, kamu istri ku.. Kita menikah secara sah, aku sudah tau setiap inci tubuh mu, dari bagian bawa sampai atas aku tau semuanya. Jadi berhenti malu malu kepada ku," ucap Carl.


Dila hanya diam, ia tidak mungkin berhenti malu malu pada Carl. Mereka saja baru saja menikah, tidak berpacaran ya sudah pasti ada rasa malu.


Setelah perjalanan yang tidak terlalu lama, mereka pun sampai di pusat kota. Keduanya mendarat dengan selamat, karena Carl ingin langsung membawa Dila ke rumah nya, Carl tida membutuhkan anak buahnya lagi, ia langsung membawa mobil pribadi nya pulang ke rumah.


"Sayang rumah kamu jauh dari sini," tanya Dila.


"Tidak, komplek pusat kota," jawab Carl.


Carl membelokkan mobil nya ke sebuah komplek perumahan mewah, Dila sampai tergangah melihat rumah rumah mewah yang ada di dalam sana. Ia yakin rumah Carl pasti yang terbagus di komplek ini.


"Mana rumah kamu sayang," tanya Dila.

__ADS_1


"Itu di depan."


Mata Dila terbelalak melihat rumah bertingkat 5 yang super mewah, ia tidak pernah melihat rumah sebesar dan semewah ini. Pekerjaan Carl yang seorang mafia membuat Dila tidak heran jika Carl mempunyai rumah semewah ini.


"Besar sekali," ucap Dila.


"Ayo."


Mereka berdua pun turun dari dalam mobil. Carl menggandeng tangan Dila untuk menunjukkan pada setiap orang di rumah ini jika Dila wanita spesial nya, ia tidak pernah menggandeng seorang wanita sebelum ini. Hanya Dila lah yang ia gandeng.


"Sayang mana istri istri sirih kamu," tanya Dila.


"Di dalam," Jawab Carl.


Dila membawa Dila kepada tiga istri sirih nya.


Nita, Amel, serta Fiyya terkejut melihat Carl bersama dengan seorang wanita wanita. Mereka berharap wanita itu memiliki nasib yang sama dengan mereka, mereka tidak ingin Carl mempunyai istri sungguhan.


"Kalian bertiga kenalkan, dia istri ku. Berbeda dengan kalian bertiga, jangan ganggu dia. Jangan membuat masalah dengan nya, jangan membantah ucapnya, bantu dia kalau istri ku memerlukan bantuan."


Mereka bertiga semakin terkejut lagi.


"Mas kamu menikahi nya secara resmi, lalu bagaimana dengan kami?"


"Kalian? Bukan nya kalian hanya alat, jangan pernah berharap lebih, kalian akan kembali pada suami suami busuk kalian. Aku sudah tidak membutuhkan kalian semua." Carl membawa Dila pergi dari tempat itu.


Mereka bertiga menatap tajam Dila. Dila yang sadar langsung menjulurkan lidah nya. Ia juga memeluk Carl dari samping sambil meremas Pantat Carl.


"Nakal dirimu ya," ucap Carl yang terkejut dengan apa yang Dila lalukan.


"Hahaha biar saja, mereka tidak suka dengan ku, biar semakin panas," kata Dila.


"Mau buat mereka semakin panas," tanya Carl.


"Mau balik badan kamu," ucap Dila.


"Hahaha tau saja apa yang ingin aku lakukan." Carl membalik badan nya.


Segera Dila menatap mereka bertiga, kemudian tangan nya bergerak meremas junior Carl dengan lembut, ia tidak berani kuat kuat karena pasti akan sakit. Ekspresi wajah Dila terlihat sangat mengejek mereka bertiga.

__ADS_1


"Rasakan," ucap Dila dengan sangat puas.


__ADS_2